Monev Penjaminan Mutu PPG, Direktorat PPG Apresiasi Penyelenggaraan dan Fasilitas Multimedia Berbasis AR PPG FKIP UMM

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima apresiasi tinggi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penjaminan Mutu serta Pemantauan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Selasa hingga Kamis (5-7/11/2024). Monev ini bertujuan memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan PPG serta mendukung upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia. Pada hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, yang menyambut hangat tim pemonev dari Direktorat PPG, serta para peserta kegiatan, termasuk Wakil Dekan FKIP, Kaprodi PPG, Tim Task Force PPG, perwakilan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni. Prof. Trisakti menyampaikan selamat datang kepada tim pemonev dan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mendorong kualitas PPG FKIP UMM. “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bu Vina dan Bu Riza. Selamat datang di FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam beberapa sesi ke depan, dosen, guru pamong, pengelola, mahasiswa, dan alumni kami akan bercerita bagaimana penyelenggaraan PPG di FKIP UMM. Kami bersyukur dan berterima kasih karena kesuksesan penyelenggaraan PPG di FKIP UMM tidak lepas dari dukungan dan partisipasi beliau-beliau ini,” pungkas dekan yang sekaligus menjabat sebagai koordinator PPG FKIP UMM itu. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menekankan pentingnya masukan dari Direktorat PPG untuk terus menyempurnakan implementasi program PPG agar memenuhi standar yang diharapkan oleh pemerintah serta kebutuhan lapangan. “Kegiatan Monev ini sangat berharga bagi FKIP UMM untuk menerima masukan konstruktif yang akan memperkaya penyelenggaraan program PPG kami,” ujar Prof. Abdulkadir. Vina Maysari, S.T., perwakilan dari Direktorat PPG, menyampaikan program PPG nasional telah berhasil mengakomodasi program PPG untuk 589 ribu guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena berkaitan dengan tunjangan untuk guru yang telah lulus PPG, yang diharapkan akan berdampak positif terhadap animo masyarakat untuk memilih profesi sebagai guru. Dalam rangkaian monev, dilakukan wawancara dengan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program PPG di FKIP UMM. Salah satu proyek yang menarik perhatian khusus adalah proyek kepemimpinan mahasiswa PPG yang bekerja sama dengan anak-anak di panti asuhan. Proyek ini mengajarkan anak-anak memanfaatkan pepaya menjadi produk bernilai seperti keripik pepaya, sampo dari biji pepaya, dan pelet ikan lele dari pepaya yang tidak layak konsumsi. Melalui proyek ini, mahasiswa PPG FKIP UMM tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan kemandirian pada anak-anak panti. Proyek ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa PPG dalam membangun keterampilan dan karakter anak-anak yang berorientasi pada kemandirian dan kewirausahaan. Karya mahasiswa lainnya yaitu pembuatan diffuser dari minyak jelantah, yang dihasilkan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dengan konsep keberlanjutan. Vina Maysari, S.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap proyek-proyek mahasiswa PPG yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan lingkungan ini. “Produk-produk ini sangat inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saya berharap proyek-proyek ini terus dikembangkan oleh mahasiswa meskipun masa studi mereka telah selesai, karena ini akan memberikan dampak positif jangka panjang,” ujar Vina Maysari. Setelah sesi wawancara, Vina Maysari bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke ruang kelas multimedia PPG di FKIP UMM. Kelas ini dilengkapi teknologi augmented reality (AR) yang memberikan pengalaman pembelajaran berbeda bagi mahasiswa. Teknologi AR memungkinkan mahasiswa melakukan eksplorasi virtual ke berbagai lokasi di dunia. Dalam demonstrasinya, Vina mencoba langsung perangkat Oculus yang dimanfaatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis AR. Beliau mengungkapkan kesan positifnya terhadap fasilitas yang ada di FKIP UMM. “Fasilitas di FKIP UMM sangat memadai, lengkap dengan teknologi canggih yang membuat pembelajaran lebih interaktif. Dengan AR, kita bisa ‘berkunjung’ ke berbagai tempat di dunia hanya dari ruang kelas. Ini tentu membuat mahasiswa lebih bersemangat dan tidak sempat merasa jenuh selama di kelas,” tutur Vina Maysari. Beliau menambahkan bahwa dukungan teknologi dan fasilitas di FKIP UMM mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru yang inovatif dan profesional. Hari kedua Monev dilanjutkan dengan kunjungan ke SMPN 1 Pagak, bagian dari pemantauan langsung implementasi program PPG di sekolah mitra FKIP UMM. Kunjungan ini bertujuan melihat penerapan pembelajaran oleh alaumni PPG di kelas. Di SMPN 1 Pagak, alumni PPG FKIP UMM berkesempatan mempraktikkan ilmu dan metode pembelajaran yang telah dipelajari di kampus dengan bimbingan dosen dan guru pamong. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, FKIP UMM menunjukkan kualitas dan keunggulan program PPG yang dikelola dengan baik serta didukung oleh fasilitas memadai. Vina Maysari menyampaikan harapannya agar FKIP UMM terus berinovasi dalam mendukung pengembangan profesionalisme calon guru, terutama melalui metode pembelajaran yang kreatif dan berteknologi. “Kita semua berharap bahwa lulusan PPG dari FKIP UMM dapat menjadi guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inspiratif dan mampu membimbing generasi mendatang dengan cara-cara yang inovatif,” pungkasnya. (*fd)

PPG FKIP UMM Gelar Workshop Konsep Teoretis : Penelitian Tindakan Kelas

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar workshop bertajuk “Konsep Teoretis Penelitian Tindakan Kelas (PTK)” (8/10) untuk mahasiswa PPG Prajabatan. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai dasar teori PTK sebagai landasan dalam merancang dan melaksanakan penelitian di kelas.​ Workshop ini menghadirkan narasumber internal UMM, termasuk Dr. Sugiarti, M.Si., yang membahas strategi penyusunan proposal PTK, dan Dr. Iin Hindun, M.Kes., yang memaparkan pelaksanaan PTK. Materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., yang membahas tentang guru baru Indonesia yang berdaya saing global. Dalam pemaparannya, Prof. Trisakti menggarisbawahi pentingnya beradaptasi dengan pesatnya perkembangan zaman di bidang teknologi, sosial, dan lingkungan. “Mahasiswa prajabatan PPG sebagai calon guru profesional harus memiliki keterampilan unggul agar mampu bersaing secara global. Kompetensi yang harus dikuasai antara lain teknologi dan bahasa asing,” kata Prof. Trisakti. ​ Dalam penjelasannya, Moh. Wahyu Kurniawan menekankan pentingnya PTK sebagai salah satu instrumen reflektif yang dapat digunakan guru untuk memperbaiki praktik pembelajaran di kelas secara sistematis dan berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa PTK bukan hanya tentang penelitian semata, tetapi tentang upaya perbaikan nyata yang dilakukan oleh guru terhadap pembelajaran yang dilakukannya sendiri. Kegiatan ini juga didukung oleh pemateri lain dari kalangan akademisi UMM yang membahas strategi penyusunan proposal PTK dan pelaksanaan di lapangan. Melalui kegiatan ini, UMM menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru profesional yang adaptif, reflektif, dan siap bersaing di era global.Serta diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa dalam melaksanakan PTK secara lebih maksimal, sehingga mereka dapat menghasilkan artikel PTK sebagai produk dari Praktik Pengalaman Lapangan II.​

Ciptakan Sabun Organik : Mahasiswa PPG Prajabatan UMM Kolaborasi dengan Siswa SDN Purwantoro 1 Malang

Kota Malang – Sebuah kegiatan kreatif yang melibatkan 84 siswa kelas 5 dari SDN Purwantoro 1 Malang sukses dilaksanakan dengan tema Pemanfaatan Ekstrak Buah Apel Menjadi Sabun Organik Ramah Lingkungan. Kegiatan ini diprakarsai oleh Febriana Puspitasari, mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2024, dan didukung penuh oleh Kepala Sekolah, Drs. Priyo Hadi Eijayanto, M.Pd, serta pembimbing proyek, Hidayah Budi Qur’ani, S.S, M.Pd. Kegiatan yang berlangsung pada bulan September ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya penggunaan bahan alami serta mendorong inovasi ramah lingkungan. Proses pembuatan sabun organik ini terdiri dari dua tahapan utama: sosialisasi dan praktik langsung. Tahap pertama berupa sosialisasi kepada siswa mengenai manfaat ekstrak buah apel serta cara pembuatannya. Para siswa diberikan wawasan tentang pentingnya menggunakan bahan-bahan yang aman dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahap kedua, siswa dibagi menjadi tiga kelompok untuk praktik pembuatan sabun. Kelompok pertama ditugaskan membuat bath bombs dari ekstrak buah apel, kelompok kedua membuat scrub tubuh, dan kelompok ketiga menghasilkan sabun batang organik. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa PPG untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai instruksi. Meskipun waktu pelaksanaan yang terbatas menjadi kendala, antusiasme para siswa tetap tinggi. Produk-produk sabun organik yang dihasilkan dapat dibawa pulang sebagai hasil karya mereka sendiri. “Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi siswa untuk terus berinovasi serta meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan,” ujar Putri Annur. Selain itu, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada para siswa tentang komposisi dan teknik dasar dalam pembuatan sabun organik yang ramah lingkungan. Kepala Sekolah Drs. Priyo Hadi Eijayanto, M.Pd menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini yang dinilai sangat bermanfaat bagi pengembangan karakter dan kreativitas siswa. Dengan adanya proyek ini, diharapkan para siswa SDN Purwantoro 1 Malang dapat lebih sadar akan potensi bahan alami di sekitar mereka dan terus menciptakan inovasi yang mendukung kelestarian lingkungan.

Minimalisir Limbah Dapur, Mahasiswa PPG Prajabatan UMM Galakan SIJALI

Kota Batu – Kelompok PGSD 004 Projek Kepemimpinan PPG Prajabatan Gel. 1 2024 Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah pada Sabtu (10/8/2024) dengan tema, “SIJALI: Simpan Minyak Jelantah untuk Lilin Aromaterapi” di kediaman Tatik, kader PKK Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan oleh mahasiswa PPG Prajabatan UMM untuk memberikan pemahaman kepada kader dalam dalam membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Lebih lanjut, kegiatan ini dibuat agar kader memahami pengelolaan limbah dapur menjadi benda yang memiliki nilai guna dan bahkan nilai ekonomis. Fadya selaku koordinator acara dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan wawasan serta keterampilan kader PKK Desa Pesanggrahan dalam memanfaatkan limbah dapur. “Lilin aromaterapi ini selain digunakan ketika lampu padam, juga memiliki bau yang harum,” tukas Fadya. Ia juga menyampaikan bahwa Lilin Aromaterapi ini memiliki fungsi lain, yakni untuk mengusir nyamuk. “Biasanya nyamuk kan tidak suka harum yang menyengat, nah nanti ketika pembuatan lilin bisa ditambahkan serai untuk menambah harum yang menyengat,” tambahnya. “Bahan utamanya adalah minyak jelantah yang sudah dicampur dengan arang. Tujuan pemberian arang untuk mengikat kotoran di minyak jelantah, agar minyak jelantah lebih bersih. Juga ada sterin yang punya kandungan asam palmitat yang mampu mengeraskan minyak jelantah dan asam oleat yang punya titik lebur yang rendah, jadi membuat lilin tidak mudah meleleh nantinya,” jelas Fadya yang juga bertugas sebagai fasilitator pendamping. Kegiatan yang dihadiri oleh anggota PKK RT 004 RW 004 Desa Pesanggrahan ini dilaksanakan dengan cara praktik langsung membuat lilin aromaterapi. Sejumlah peserta yang hadir dibagi menjadi 5 kelompok untuk mengerjakan pembuatan lilin dengan didampingi oleh 1 mahasiswa di setiap kelompok. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan proses pelatihan yang efektif dan efisien. Kendati pelatihan berjalan secara ringkas dan cepat, para peserta berhasil membuat lilin aromaterapi dengan baik sore itu. Mereka bersemangat berdiskusi mempertimbangkan lilin aromaterapi sebagai salah satu program mereka bulan ini. “Tadi pesertanya cukup antusias. Ibu-ibu PKK punya semangat yang tinggi untuk belajar. Mereka aktif mengerjakan dan bertanya” ucap Dwi Retno selaku salah satu fasilitator pendamping pada pelatihan ini.

PPG FKIP UMM Berikan Coaching Clinic dan Mentoring PPL bagi Mahasiswa PPG Prajabatan

Pengembangan kompetensi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan kunci penting dalam mencetak guru-guru yang profesional, siap menghadapi tantangan dinamis dalam dunia pendidikan, dan mampu menerapkan metode pengajaran inovatif serta teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kompetensi ini juga penting dalam rangka memastikan bahwa mereka tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan dan etika profesi yang tinggi, sehingga mampu membentuk generasi penerus yang berdaya saing global. Hal itu mendorong Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan kegiatan Coaching dan Mentoring Skills Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2023 dan 2024. Acara ini berlangsung selama satu hari di Theather DOME UMM pada Rabu, 17 Juli 2024, dengan diikuti oleh 515 mahasiswa dari 19 rombel PPG Prajabatan tahun akademik 2023 dan 2024. Kegiatan dibuka dengan Laporan Kaprodi PPG, Dr. Iin Hindun, M.Kes yang menekankan pentingnya program coaching dan mentoring dalam membekali mahasiswa PPG dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam praktik mengajar. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para calon guru agar siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan,” ungkapnya. Selanjutnya, para peserta mengikuti sharing session yang diawali oleh Dr. Basuki Agus Priyana Putra, M.Pd., yang membawakan tema “Membangun dan Mengembangkan Jejaring Pembelajaran: Best Practice Pelaksanaan PPL di Sekolah”. Dalam sesi ini, Dr. Basuki menjelaskan bahwa jejaring pembelajaran mencakup tiga aspek utama teoritis, regulatif, dan implementatif. “Jejaring pembelajaran tidak hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi juga tentang menciptakan sinergi antara berbagai komponen pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Malang itu. Dr. Basuki juga menggarisbawahi pentingnya strategi mengembangkan jejaring pembelajaran dengan memperhatikan titik pijak awal, menetapkan tujuan, orientasi komponen (diri, orang lain, dan lembaga/lingkungan), media jejaring pembelajaran, dan capaian hasil. Pendekatan ini, menurutnya, akan membantu dalam membangun hubungan yang kuat dan produktif di lingkungan pendidikan. Selain sesi dari Dr. Basuki, acara ini juga menghadirkan berbagai materi dari pemateri internal UMM. Dr. Nurwidodo, M.Kes, membahas penyusunan modul ajar, sementara Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, memberikan materi tentang Etika Profesi Keguruan. Fahdian Rahmandani, M.Pd., menyampaikan implementasi kurikulum nasional dalam program PPG, dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto meneguhkan karakter ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan. Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan strategi penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK), diikuti oleh Dr. IIn Hindun, M.Kes, yang menjelaskan pelaksanaan PTK. Materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., yang membahas Guru Baru Indonesia yang Berdaya Saing Global. Dalam paparannya, Prof. Trisakti menggarisbawahi pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman yang cepat di bidang teknologi, sosial, dan lingkungan. “Mahasiswa PPG Prajabatan sebagai calon guru profesional harus memiliki keterampilan unggul agar dapat berdaya saing global. Kompetensi yang harus dikuasai antara lain adalah teknologi dan bahasa asing,” kata Prof. Trisakti. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, seperti Internet of Things, AR/VR, dan AI, serta fokus pada pencapaian kompetensi siswa di era Society 5.0. “Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pemain dalam mengatasi kompleksitas permasalahan dunia. Kita adalah warga negara global, global citizenship, yang harus siap berkontribusi,” tambah Prof. Trisakti. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Salah satunya, Kristiana, mahasiswa PPG Bidang Studi PGSD beragama nonmuslim yang sangat terkesan dengan pelaksanaan PPG di UMM. “Meskipun saya minoritas, saya tidak merasa berbeda. Saya justru dirangkul seperti keluarga. UMM tidak hanya memberikan fasilitas dan kualitas pembelajaran PPG yang luar biasa, tetapi memberikan wajah toleransi yang sesungguhnya,” ungkapanya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa PPG Prajabatan UMM dapat menjadi guru yang tidak hanya kompeten dan profesional, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. (*fd)

Isi Liburan Sekolah, Kelompok PPG Mahasiswa UMM Ajak Siswa SD-SMP di Kecamatan Nglegok Belajar Eco-print dan Edukasi Alam

Mengisi liburan sekolah, Kelompok Proyek Kepemimpinan Program Studi Bahasa Inggris Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ajak 30 siswa-siswi gelar pelatihan batik Eco-print dan model pembelajaran berbasis alam pada generasi muda. Kegiatan dilaksanakan mulai 8 hingga 9 Juli 2023 di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok. Kabupaten Blitar. Ketua kelompok Proyek kegiatan, Nur Aini pada Senin (10/7/2023) menyampaikan jika pada agenda pertama pihaknya mengajak pelajar SD dan SMP untuk membuat batik eco-print dengan memanfaatkan bahan dari alam seperti dedaunan dan bunga sebagai pewarna dan corak alami. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dijadikan sebuah upaya untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan dan ekosistem akibat limbah kimia yang dihasilkan pabrik tekstil. Nur Aini juga menyampaikan jika pada agenda kedua, pihaknya mengajak para siswa siswi untuk belajar Bahasa Inggris dengan memanfaatkan alam sebagai media. Kegiatan ini juga didukung langsung oleh UMM dengan adanya kerja sama dengan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang). Selain itu, para peserta juga diajak berkegiatan petualangan di alam yang telah dipersiapkan oleh mahasiswa PPG Prajabatan UMM. Peserta diharuskan melewati lima pos yang telah disediakan tantangan beserta edukasi dengan berbasis alam. Terakhir, Nur Aini berharap pembelajaran berbasis alam yang diterapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta memberikan edukasi yang bermanfaat untuk kreatifitas peserta. (zis/riz)

Mahasiswa PPG FKIP UMM Mengikuti Bela Negara sebagai Pilar Utama dalam Pembangunan Bangsa

Sebanyak 515 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Prajabatan FKIP Universitas Muhammadiyah Malang mengikuti Bela Negara di Pangkalan Angkatan Laut Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 05 – 06 Juni 2024. Upacara pembukaannya dihadiri oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, Wakil Dekan I, Dr. Sugiarti , M.Si., Wakil Dekan II , Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., serta Lanal TNI Malang. Dekan FKIP UMM, Prof. Trisakti Handayani, MM menyampaikan bahwa, “Bela negara merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. Maka dari itu sebagai seorang guru harus mempunyai salah satu aspek yang penting dan bekal yang kuat dalam pembangunan bangsa khususnya bela negara. Mahasiswa PPG Prajabatan UMM, merupakan calon guru profesional yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa di masa depan. Tanggung jawab guru cukup berat di masa depan terutama tantangan yang dihadapi oleh generasi muda yang sangat kompleks. Sehingga bela negara menjadi pilar utama untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh dan cerdas dalam menghadapi situasi yang tidak menentu”. Selama kegiatan bela negara di Lanal Malang, siswa dituntut untuk mengikuti peraturan yang berlaku sebagai salah satu bentuk kedisiplinan dan sikap untuk menghargai waktu. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti materi kepemimpinan, wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang disampaikan oleh TNI Lanal Malang. Dalam hal ini, diharapkan siswa dapat memahami dan sadar akan pentingnya cinta tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Kegiatan tersebut resmi ditutup dengan upacara penutupan pada Kamis, 06 Juni pukul 13.30 WIB. Upacara penutupan berlangsung khidmat dan meriah dengan persembahan yel-yel dari para siswa. “Diharapkan dengan adanya kegiatan selama dua hari tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menjadi guru yang memiliki wawasan kebangsaan, ilmu pengtahuan, dan membentuk keterampilan serta karakter sebagai guru profesional”, ujar Walikota Laut (T) Eko Wahyu Santoso mewakili Komandan Lanal Malang, Kolonel Laut (KH/W) Rinanda Sintasari, S.Sos., M.Tr. Mahasiswa juga menyampaikan “Terima kasih kepada UMM telah diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Bela Negara di Lanal Malang. Disini banyak sekali pelajaran yang dapat kami ambil, seperti disiplinan, kerja sama dan berkolaborasi dengan baik antar teman. Selain itu, sikap Bela Negara akan senantiasa kami tanamkan untuk mencetak dan mendidik generasi penerus bangsa”. Menutup kegiatan tersebut dengan pemberian marchandise sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa PPG Prajabatan UMM dan dilanjutkan sesi foto bersama.

PPG FKIP Universitas Muhammadiyah Malang Selenggarakan Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan dan Gelar Karya Pembelajaran Inovatif

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan dan Gelar Karya Pembelajaran Inovatif yang bertempat di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (21/05/2024). Acara ini mengangkat tema Guru Profesional yang Berwawasan Kebangsaan sebagai Perwujudan Kebangkitan Pendidikan Nasional. Narasumber pada kegiatan wawasan kebangsaan yaitu Ferry Maulana Putra, M.Ed., selaku Koordinator Pokja PPG Prajabatan, Prof. Syafiq Mughni,MA, selaku Ketua PP Muhammadiyah, dan Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., selaku Dekan dan Koordinator PPG FKIP UMM. Ferry Maulana Putra, M.Ed., selaku koordinator Pokja PPG Prajabatan, menyampaikan bahwa guru profesional yang berwawasan kebangsaan sebagai kebangkitan kebangkitan pendidikan nasional. Kebutuhan guru di Indonesia dapat dipenuhi melalui PPG Prajabatan. Guru berperan penting dalam meningkatkan wawasan kebangsaan dan kompetensi agar memenuhi kriteria guru profesional. Prof. Dr. Syafiq Mughni, MA, menyampaikan bahwa dedikasi pengabdian diemban dan menjadi kewajiban pendidik untuk memperdayakan masyarakat. Pemikiran pendidikan kebangkitan nasional diperlukan guna meningkatkan jiwa nasionalis, rasa persatuan, dan kesadaran untuk memperjuangkan pendidikan. Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., menyampaikan bahwa guru profesional harus berpedoman Pancasila sebagai ideologi bangsa dan selalu berinovasi di Era Society 5.0. Tujuan diadakannya seminar nasional untuk meningkatkan ideologi yang ada jiwa pada seorang guru Selain itu, bersamaan dengan kegiatan ini juga terdapat Gelar Karya Pembelajaran Inovatif yang diikuti oleh seluruh mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 dan 2 tahun 2023. Pameran inovasi mahasiswa ini memiliki ide yang beragam, mahasiswa terbukti menyampaikan kekreatifannya dalam membuat inovasi dan menampilkan karya terbaik. Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 2023 menampilkan gelar karya hasil Projek Kepemimpinan, sedangkan mahasiswa PPG Gelombang 2 2023 menampilkan gelar karya tentang media pembelajaran yang inovatif selama pelaksanaan PPL. Pameran ini menampilkan sejumlah karya mahasiswa PPG Prajabatan gelombang 1 dan 2 tahun 2023 dari seluruh program studi yang ada di PPG FKIP UMM, termasuk Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn). Dalam pameran gelar karya ini, berbagai produk ditampilkan, seperti Ecoprint, pembuatan buku Bijak Bersosial Media, lulur daun kemuning, permainan edukatif, media pembelajaran, inovasi pembelajaran, pembuatan bahan ajar, literasi, media berbasis teknologi, pembelajaran Culturally Responsive Teaching, dan berbagai konsep lainnya. Terdapat 19 stand yang mencerminkan hasil karya inovatif ini. Melalui gelar karya, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah dimiliki dan mampu berinovasi menciptakan karya-karya terbaik. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh beberapa penampilan, diantaranya yaitu pembacaan Al-Qur’an, Tapak Suci, musikalisasi puisi, bernyanyi, ramah tamah, dan pembagian doorprize. Penampilan mahasiswa ikut meramaikan dan menambah kemeriahan.

Tips Titis Putri Pamungkas, Mahasiswa PPG Prajabatan Sekaligus Podcaster Manusia Bercerita dan Sahabat PPG

Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM gelombang 1 2023, Titis Putri Pamungkas, tidak hanya berfokus pada pendidikan di bangku kuliah saja, tetapi juga menyalurkan bakatnya untuk terjun ke dunia podcasting untuk menginspirasi dan memberikan informasi mengenai dunia pendidikan. Lewat dua podcast yang diproduksinya, Titis telah menginspirasi ribuan orang, bahkan diundang secara khusus oleh Kemendikbud dalam perayaan hari guru nasional di Jakarta. Dalam wawancara yang telah dilakukan, Titis berbagi cerita dan beberapa tips dan trik untuk membuat podcast yang menarik dan informatif. Titis terjun ke dunia podcast sejak akhir tahun 2019 lewat “Manusia Bercerita”, sebuah podcast yang menjadi tempat Titis menuangkan berbagai cerita dan keresahan hidup. Podcast ini tayang di Spotify dan telah diputar 29.000 pemutaran. November 2023, berkat saran admin PPG Kemendikbud, Titis melahirkan Podcast “Sahabat PPG” yang memberikan informasi seputar PPG. “Bermula dari konten yang dibuat di akun pribadi, hingga salah satu admin PPG Kemendikbud mengajak bekerjasama membuat konten seputar PPG Prajabatan. Dan karena tahu podcast saya sebelumnya mayoritas temanya masih seputar cerita para remaja, jadi saya disarankan untuk membuat podcast khusus seputar PPG yang saya beri nama Sahabat PPG,” ungkap Titis. Podcast Sahabat PPG tidak hanya membawa Titis belajar dan berproses. Lebih dari itu, Titis mendapatkan kesempatan dan pengalaman berharga diundang oleh Kemendikbud  ke Jakarta untuk menghadiri acara Hari Guru Nasional pada 24-26 November 2023 silam. Acara ini dihadiri Presiden Jokowi, Nadiem selaku Menteri Pendidikan, Nunuk Suryani selaku Dirjen Pendidikan, menteri Kabinet Indonesia Maju, PJ Gubernur DKI Jakarta, beberapa artis ibu kota, dan dihadiri 7500 guru dari seluruh Indonesia. “Undangan yang saya dapatkan sebagai Mahasiswa Konten Kreator PPG Prajabatan. Dari situ, saya mengenal mahasiswa konten kreator PPG Prajabatan dari Sabang-Merauke yang sangat menginspirasi,” katanya. Adanya komunitas ini diharapkan menjadi wadah untuk saling berkolaborasi membagikan konten praktik baik, memberikan informasi seputar PPG Prajabatan, mempromosikan program #YukjadiGuru!, dan mengajak calon-calon guru hebat untuk berproses menjadi guru profesional melalui PPG Prajabatan. Selama di Jakarta, Titis dan para konten creator PPG Prajabatan saling berkolaborasi membuat konten edukatif. Tidak hanya itu, hingga saat ini mereka masih menjalin komunikasi dan saling berbagi ide. Ditanya tentang tips membuat Podcast, Titis menjelaskan bahwa dalam pembuatan konsep podcast yang menarik diawali dengan menentukan terlebih dahulu nama podcast yang akan dibuat. “Nama podcast tersebut sebaiknya mencerminkan branding yang ingin disampaikan. Sebagai contoh, jika podcast tersebut akan berfokus pada PPG, nama podcast seperti “Sahabat PPG” sudah cukup mewakili topik yang akan dibahas. Setelah itu, tentukan juga tema yang akan diangkat dalam setiap episode, yang bisa beragam dari perjuangan menjadi PPG, motivasi untuk mengikuti PPG, hingga pengalaman selama mengikuti PPG. Dengan menentukan nama, tema, dan sasaran pendengar podcast, maka podcast tersebut akan lebih terarah dan menarik,” ujar Titis. Menurut Titis pentingnya menyiapkan naskah podcast sebelum melakukan rekaman yaitu agar proses rekaman berjalan dengan lancar dan terarah. Titis mengatakan bahwa “Naskah podcast bisa berisi salam pembuka, isi, dan penutup yang menjadi ciri khas dari podcast tersebut. Alat podcast sendiri tidak perlu yang mahal-mahal, mulailah dengan yang sederhana seperti merekam menggunakan HP,” ujarnya. Titis sendiri awalnya menggunakan rekaman dari HP sebelum akhirnya beralih menggunakan microphone wireless. Penting untuk memulai dari yang sederhana dan terus berkembang seiring waktu. Titis juga memberikan tips bahwa keberhasilan podcast tidak bisa dilihat dari waktu tertentu, tetapi memerlukan proses yang panjang. Penting untuk mengenalkan podcast kepada orang-orang agar lebih banyak yang mendengarkan. Salah satu cara yang dilakukan Titis adalah dengan menyebarkan cuplikan podcast di media sosial seperti Tiktok. Namun, sebagai seorang podcaster guru, Titis mengalami beberapa kendala seperti sulitnya membagi waktu antara kuliah dan PPL serta memilih topik yang menarik untuk setiap episode. Untuk mengatasi kendala tersebut, Titis membuat jadwal tayang dan menyusun naskah podcast yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Terakhir, Titis memberikan tips untuk membuat konten bertemakan pendidikan, yaitu dengan berbagi praktik baik selama menjadi seorang guru. “Konten-konten seperti ice breaking, cara mengajar yang interaktif, pengalaman menjadi guru, dan kisah-kisah harian merupakan beberapa ide yang bisa diangkat dalam konten pendidikan” tambahnya. Dengan berbagi praktik baik, Titis berharap konten yang dihasilkan dapat memberikan inspirasi dan manfaat kepada banyak orang. Dengan semangat dan dedikasinya dalam dunia podcasting dan pendidikan, Titis Putri Pamungkas menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa PPG prajabatan dan pembelajar pendidikan lainnya. Semoga podcast dan karya-karyanya dapat terus menginspirasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*sny/ed:fd)

Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Budidaya Ikan Nila Berbasis Digital Marketing

MALANG– Kegiatan Projek Kepemimpinan yang dilakukan mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 merupakan salah satu mata kuliah wajib yang bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan mahasiswa. Hal ini dijelaskan Ketua Projek Kepemimpinan, Sigit Wiyatmiko, kegiatan ini juga sebagai ajang untuk melatih dan mengasah keterampilan serta kemampuan mahasiswa sebagai calon guru yang profesional, tangguh, kreatif, dan inovatif di masa yang akan datang. “Melalui program PPG Prajabatan Universitas Muhammadiyah Malang ini mengajarkan kami sebagai calon guru yang memiliki profesional untuk memiliki keterampilan keguruan salah satunya menjadi seorang pemimpin. Melalui program projek kepemimpinan dalam kegiatan pelatihan pengolahan dan pemasaran frozen food dengan sasaran karang taruna Desa Pakisaji, Kabupaten Malang. Kami berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda sekitar agar terampil dalam memanfaatkan potensi sekitar,” ujar Sigit Wiyatmiko. Menurut Sigit, Proyek kepemimpinan ini dilaksanakan di Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Adapun formasi Tim Projek kepemimpinan ini di bawah pimpinan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd, dengan mahasiswa berjumlah 10 orang diantaranya Sigit Wiyatmiko (Ketua Projek Kepemimpinan), Moch. Hermawan Eko Saputra, Dayinta Dhety Parahita, Hilda Nur Fadillah, Ajeng Prameswari, Muh. Avicinda Imawan Azharuddin, Salma Talenta Anggraini, Reszha Rozhiqkha, Ajeng Rohmatun Arfiani, dan Andhika Putri Pertiwi. Kegiatan proyek kepimpinan ini berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dan Pemuda Karang Taruna Sembodo Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Kegiatan ini berawal dengan survei lokasi budidaya ikan nila yang berada di lahan milik Pemerintah Desa Pakisaji. Dikatakan Bapak Bilal selaku pengelola ikan nila milik Pemerintah Desa, budidaya ikan nila di Desa Pakisaji sudah berjalan beberapa tahun. Dimulai dari budidaya ikan lele hingga sekarang mulai merambah ke ikan nila. Namun, kurangnya inovasi dan kolaborasi dari warga setempat, mengakibatkan hasil ikan nila tersebut hanya dijual di pasaran dengan hasil penjualan yang stagnan. Berdasarkan informasi dari Bapak Bilal, tim Tim Projek kepemimpinan hari selanjutnya penyerahan proposal perizinan kepada Pemerintah Desa untuk mengajak dan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dan Karang Taruna untuk mengembangkan hasil budidaya ikan nila menjadi olahan yang digemari generasi saat ini, serta mudah untuk dicari atau dibeli. Di Era yang serba online atau digital ini, mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 mempunyai inovasi baru terhadap hasil dari budidaya ikan nila yang ada di Desa Pakisaji, agar pengolahan dan pemasarannya dapat meningkat. Salah satunya memberikan edukasi digital marketing dalam pengolahan dan pemasaran hasil budidaya ikan nila atau produk UMKM melalui digital marketing atau biasa dikenal dengan pemasaran secara online. Edukasi yang dilakukan melalui pelatihan untuk pengolahan ikan nila menjadi produk frozen food, pelatihan pembuatan akun digital marketing, pembuatan peta lokasi melalui Googlemaps, cara foto atau video produk yang estetik, dan cara membuat packaging produk UMKM dengan desain yang menarik. Kegiatan ini berlangsung dengan sangat baik, pemuda karang taruna juga antusias dalam menyimak edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa PPG UMM dan bertukar pengalaman atau pengetahuan terkait pengolahan ikan nila. “Dengan adanya program tersebut, saya bersama teman – teman merasakan adanya sebuah pengalaman baru yang berupa keterampilan dalam mengolah ikan nila dari hasil budidaya Bumdes menjadi frozen food beserta pemasarannya dalam lapak belanja online,” kata Alvian Wakil Ketua Karang Taruna Sembodo Desa Pakisaji. Pemasaran melalui online atau digital ini bertujuan supaya produk UMKM dari hasil budidaya ikan nila dapat dikenal oleh semua kalangan, baik di sekitar Malang maupun di luar Malang. Dalam pemasaran melalui online atau digital marketing tentunya dibutuhkan akun marketing dan peta lokasi melalui googlemaps. Mahasiswa PPG Prajabatan UMM membagikan cara mudah dan efisien dalam pembuatan akun penjual melalui media sosial tiktok maupun aplikasi olshop, cara membuat foto atau video promosi produk yang menarik dan estetik, dan cara membuat desain logo produk melalui aplikasi canva, serta cara mengemas hasil olahan frozen food yang praktis. Selanjutnya, mahasiswa PPG Prajabatan UMM memberikan edukasi dan sharing session dengan pemuda karang taruna terkait pengolahan ikan nila menjadi makanan siap saji atau frozen food, seperti nugget dan dimsum ikan nila. Mahasiswa membagikan tips dalam pengolahan yang praktis, irit, mudah, dan tahan lama dengan kualitas makanan yang baik. Hasil olahan tersebut selanjutnya dikemas dengan plastik vacuum supaya makanan dapat tahan lama dan tidak mudah hancur. Kegiatan ini berlangsung tanpa hambatan atau kendala. Pemuda karang taruna desa Pakisaji juga antusias dan ikut mencoba secara langsung dalam pengolahan ikan nila menjadi olahan Frozen food. Dengan adanya inovasi baru dalam pengolahan dan pemasaran hasil budidaya ikan nila melalui digital marketing diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan mutu produk UMKM di desa Pakisaji. “Saya selalu berpesan kepada semua pemuda desa untuk dapat mengembangkan keterampilannya dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar yang berkaitan dengan program pelatihan pengolahan dan pemasaran ikan nila menjadi frozen food. Saya berharap program ini dapat menjadi kegiatan unggul dari karang taruna yang melahirkan sebuah produk baru dan berkualitas dengan berlabelkan karang taruna Desa Pakisaji,” ucap Juari Kepala Desa Pakisaji. Kegiatan projek kepemimpinan diakhiri dengan tukar pendapat, tanya jawab, dan berbagi pengalaman ataupun pengetahuan antara mahasiswa PPG Prajabatan UMM dengan pemuda karang taruna sembodo Desa Pakisaji. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua masyarakat desa Pakisaji, membantu meningkatkan keterampilan dan kreatifitas pemuda desa Pakisaji dalam pemanfaatan media sosial, dan memberikan inovasi baru dalam menciptakan produk UMKM yang digemari oleh kalangan masyarakat modern saat ini.