Gelar Karya dan Seminar Wawasan Kebangsaan: Menumbuhkan Semangat ke-Indonesia-an dalam Inovasi Pembelajaran Guru Baru

Malang, 22/05/2025 – Dalam rangka menutup rangkaian kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya dan Seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema “Peran Guru Baru yang Berwawasan ke-Indonesia-an dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang berlangsung di Aula BAU, pada hari Kamis, tanggal 22 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh para Mahasiswa PPG Calon Guru, dan Dosen Pembimbing. Acara diawali dengan Laporan Kaprodi PPG, Ibu Dr. Iin Hindun, M.Kes., dilanjutkan sambutan dari Dekan FKIP Ibu Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M, yang menyampaikan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam membentuk watak bangsa dan memajukan pendidikan. Pendidikan Indonesia sedang bergerak menuju paradigma yang lebih adaptif, yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara holistik. “Gelar Karya ini merupakan ajang untuk menampilkan hasil inovasi dan kreativitas mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Sementara itu, Seminar Wawasan Kebangsaan menjadi ruang refleksi akan peran guru dalam menjaga nilai-nilai ke-Indonesia-an di tengah tantangan zaman,” ujar Trisakti Handayani. Dalam Gelar Karya, para peserta memamerkan berbagai produk pembelajaran seperti media ajar digital, modul ajar inovatif, Artikel PTK, video pembelajaran hingga produk olahan hasil mata kuliah proyek kepeimpinan yang telah diimplementasikan selama perkuliahan dan praktik mengajar di sekolah mitra. Kreativitas dan orisinalitas peserta menjadi sorotan utama dalam penilaian karya. Dalam pengarahannya, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si selaku Rektor UMM menyampaikan Gelar Karya dan Wawasan Kebangsaan memiliki kaitan yang erat. Wawasan kebangsaan memiliki nilai yang penting dalam melihat potensi bangsanya, sedangkan Pendidikan merupakan instrument dalam mewujudkan potensi-potensi itu untuk diolah sebagai keunggulan bangsa. Melalui proses pembudayaan tiada henti maka akan menjadi kekuatan pembangunan sebuah bangsa. Sementara itu, Seminar Wawasan Kebangsaan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, Guru Besar Sosiologi Islam Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si yang membahas isu-isu strategis tentang peran guru. Dalam tantangan saat ini anda sebagai Calon Guru Profesional belajar menjadi Guru Merdeka dan Memerdekaan, serta  adaptif akan perubahan dan mampu menginspirasi peserta didiknya. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Para mahasiswa PPG menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan dan memperkuat semangat nasionalisme dan ke-Indonesia-aan sebagai pendidik profesional. Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada karya terbaik dan peserta terbaik lomba penulisan artikel PTK dan video pembelajaran berbahsa inggris, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen dalam menjalankan peran sebagai calon guru profesional penggerak bangsa. Dalam ketegori lomba penulisan artikel PTK, Juara 1 dimenangkan oleh Muhammad Adityo Wisnu dari Pendidikan Bahasa Indonesia, Juara 2 oleh Abdul Aziz dari PGSD 4, dan Juara 3 oleh Aurila Putri Marhaeni dari PGSD 5. Pada kategori Lomba Video Microteching Berbahasa Inggris Juara 1 dimenangkan oleh Amruliana Baliani Putri dari PGSD 1, Juara 2 oleh Cyndi Eko Putri PGSD 3, dan Juara 3 oleh Khotijah Suci Nurani dari Pendidikan Pancasila. Selanjutnya pada Lomba Pameran Produk Pembelajaran Inovatif dan Digital, Nominasi Terinspiratif dari Agribisnis Perikanan, Nominasi Terinovatif dari Pendidikan Bahasa Indonesia, Nominasi Terbaik dari PGSD 2, Nominasi Terfavorit dari PGSD 4, dan Nominasi Terkreartif dari PGSD 5. Gelaran Karya Produk Pembelajaran Inovatif dan Digital Juara 1 dimenangkan oleh PGSD 1, Juara 2 oleh PGSD 3, dan Juara 3 oleh Pendidikan Pancasila. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para lulusan PPG tidak hanya kompeten secara pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan yang kuat demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Harmoni Pancagatra Dalam Karya: Menciptakan Profesionalisme Guru Berwawasan Nusantara.

Koordinator PPG FKIP UMM Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kajian Budaya

Pengukuhan berlangsung khidmat di Universitas Muhammadiyah Malang, menandai dedikasi panjang dalam dunia pendidikan dan penelitian. Malang, 10/5/2025 – Universitas Muhammadiyah Malang kembali menambah jajaran akademisi bergelarnya. Pada hari Sabtu, 10 Mei 2025 Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Kajian Budaya dan Isu Gender di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Acara pengukuhan dilaksanakan di Aula GKB IV, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, BPH, rekan sejawat, mahasiswa, keluarga, serta undangan dari berbagai kalangan. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Kajian Budaya dan Isu Gender dalam Pendidikan di Indonesia”, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M menyoroti pentingnya kajian teoritis mengenai interaksi antara budaya dan gender dalam konteks Pendidikan, analisis empiris terhadap berbagai praktik Pendidikan di Indonesia yang mencerminkan atau justru mengabaikan sensitivitas budaya dan kesetaraan gender, dan rekomendasi strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan perspektif gender dalam sistem Pendidikan nasional. Prof. Dr. Trisakti Handayani juga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed; Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.Pd, Ketua Umum LAMDIK; Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, MA., Rektor UMS sekaligus Ketua ALPTK PTMA yang telah memberikan ucapan selamat melalui video. Ucapan terimakasih juga ditujukan kepada seluruh pihak, mulai dari civitas akademika UMM sampai keluarga yang telah mendukung dan memotivasi sehingga dapat diraihnya gelar Guru Besar. Wahyu Widodo, suami Trisakti Handayani melalui ucapan puitisnya menyampaikan “selamat atas pengukuhannya Mom Prof, seperti anggrek, makin tahun makin cantik”. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capain tertinggi tiga Srikandi dari FKIP sebagai Guru Besar, yakni Prof, Dr, Trisakti Handayani, M.M, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., dan Prof. Dr. Elly Purwanti, M.P. Beliau menuturkan “Sebagaimana pidato ilmiah guru besar yang telah disampaikan memberi isyarat bahwa pendidikan sejak dari pendidikan usia dini sampai dengan pendidikan tinggi diharapkan mampu melahirkan insan-insan yang kokoh menjaga dan terus mendorong Indonesia. menuju kemajuannya.,” ujar Rektor. Selama perjalanan akademiknya, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M telah menghasilkan berbagai karya ilmiah, di antaranya Gender Culture Study On Elementary Education Policies In Efforts To Minimize Gender Gap In East Java Province, serta terlibat dalam berbagai forum akademik baik nasional maupun internasional. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam karier akademik Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M, sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

ASESMEN LAPANGAN PPG FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG BERLANGSUNG LANCAR

Malang, (29/4/2025) — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan asesmen lapangan dalam rangka akreditasi yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada tanggal 28-29 April 2025 di kampus Kampus 3 UMM. Asesmen lapangan ini menghadirkan dua asesor, yaitu Dr. Taat Wulandari, S.Pd., M.Pd. berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta selaku Asesor 1 dan Dr. Bowo Sugiharto, S.Pd., M.Pd dari Universitas Sebelas Maret Surakarta selaku Asesor 2. Kedatangan para asesor disambut secara resmi oleh Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., didampingi oleh Dekan FKIP Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., Ketua Program Studi PPG Dr. Iin Hindun, M.Kes., serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan PPG. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menyampaikan apresiasi atas kehadiran asesor dan menegaskan komitmen universitas dalam menjaga mutu pendidikan, khususnya pada program PPG yang memiliki peran strategis dalam mencetak guru profesional. Selama asesmen, para asesor melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen akreditasi, meninjau sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, serta melakukan wawancara dengan pengelola program studi, dosen, mahasiswa, alumni, dan mitra sekolah. Dekan FKIP juga selaku Koordinator PPG UMM, menyampaikan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru. “Kami menyambut asesmen ini sebagai momen reflektif untuk melihat capaian, tantangan, dan langkah strategis ke depan,” ujarnya. Kegiatan asesmen lapangan ditutup dengan penyampaian rekomendasi serta kesan dan pesan dari para asesor. Mereka mengapresiasi kesiapan dan keterbukaan program studi dalam menyambut proses asesmen serta menyoroti beberapa keunggulan yang dimiliki, seperti kemitraan dengan sekolah, inovasi dalam pembelajaran yang berorientasi Global, dan manajemen program yang adaptif. Hasil akhir dari proses asesmen akan ditentukan melalui rapat pleno tim asesor dan keputusan resmi dari LAMDIK. Dengan terlaksananya asesmen lapangan ini, diharapkan Program Studi PPG FKIP UMM dapat meraih hasil akreditasi terbaik dan terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Calon Guru PPG FKIP UMM – Antusias Ikuti Bimbingan Teknis Instruktur dan Juri Senam Guru Indonesia (SGI)

Surabaya, [23/4/2025] — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pendidik di bidang kebugaran jasmani, sejumlah guru dari berbagai daerah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Instruktur dan Juri Senam Guru Indonesia (SGI) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, mulai hari Selasa s.d Rabu, tanggal 22-23 April 2025, bertempat di Universitas Negeri Surabaya. Bimtek ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai instruktur maupun juri senam, sekaligus memperkuat semangat kebugaran di lingkungan pendidikan. Para peserta menerima materi teori dan praktik langsung dari pelatih nasional dan tim ahli dari SGI. “Dengan mengikuti pelatihan ini, saya merasa lebih percaya diri untuk membina siswa dalam kegiatan senam, sekaligus siap menjadi juri di ajang-ajang kompetisi senam tingkat daerah maupun nasional,” ujar Aurellya, salah satu calon guru peserta dari Bidang Studi PPKn. Materi yang diberikan meliputi teknik dasar senam, pengembangan koreografi, standar penilaian juri, hingga penyusunan program latihan. Selain itu, peserta juga berkesempatan untuk mengikuti simulasi penjurian dan uji kompetensi di akhir kegiatan. Ketua Umum SGI, Fatkur Rohman Kafrawi, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan diri guru yang berkelanjutan. “Senam bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Melalui Bimtek ini, guru-guru dapat menjadi motor penggerak semangat sehat di sekolah,” ujarnya. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kompetensi kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus uji teori dan praktik, serta ditetapkan sebagai Instruktur dan Juri Senam Guru Indonesia.

Optimalisasi Potensi Lokal, Mahasiswa PPG UMM Gelar Proyek Kepemimpinan di Lawang

Malang – Sebanyak sembilan mahasiswa kelompok 3 kelas PGSD 003 PPG Calon Guru Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan Proyek Kepemimpinan di Dusun Gebug Utara, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (13/04) dan mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal Daerah Melalui Produk Kreatif Berbahan Alam”. Kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu mata kuliah yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa PPG, sekaligus bertujuan untuk memaksimalkan potensi lokal yang ada di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa mengadakan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga setempat mengenai cara mengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin dan memanfaatkan buah alpukat pameling menjadi es krim. Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta, yang terlihat aktif dan bersemangat mengikuti setiap sesi. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga, baik dari segi ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan. “Banyak sekali program-program dan pengalaman yang kita dapatkan yang sebelumnya belum kita ketahui. Bahwasannya antusias warga ini, kita mengucapkan terimakasi banyak” ujar Kepala Dusun Gebug Utara, Juli Irianto dalam penutupan kegiatan tersebut. (ARP)  

Pusat Sumber Belajar Berbasis Digital UMM Berorientasi Masa Depan

Kemajuan teknologi digital menuntut para guru untuk mampu beradaptasi dan menguasai keterampilan mengajar berbasis digital. Menghadapi hal itu, Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmikan laboratorium Pusat Sumber Belajar (PSB) berbasis teknologi informasi dan komunikasi, 7 Februari lalu. Menariknya, pusat ini diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. “Untuk memajukan dunia pendidikan tanah air, kita harus berorientasi pada masa depan. Hal ini mencakup dua pondasi utama yaitu keterampilan (skill) dan karakter yang dimiliki oleh setiap diri para pendidik penerus bangsa,” katanya. Menurutnya, teknologi digital diramalkan akan mendominasi dan menggantikan peran manusia. Beberapa sektor pekerjaan yang berbasis motorik akan banyak bergeser pada pemanfaatan teknologi digital atau robotic demi mengejar efisiensi. Maka, pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam muwujudkan Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut, Mu’ti menilai bahwa teknologi bukan satu-satunya unsur dalam pembelajaran, ada sosok pendidik yang menentukan. Tugas guru tidak hanya transferable, tetapi juga transformable. Guru harus bisa menjadi helper, pembimbing, dan teman peserta didik dalam suka maupun duka dalam proses pembelajaran. Pendidik juga harus menguasasi prinsip-prinsip dasar keilmuan dan membantu siswa dalam menerapkan ilmunya. Sehingga adanya PSB membantu guru untuk melahirkan Inovasi. PSB UMM juga dinilai sejalan dengan konsep deep learning yang akan menjadi kebijakan Kemendikdasmen RI. Di samping itu, Mu’ti juga menegaskan pentingnya sistem dan media pembelajaran yang kekinian serta atmosfer dalam proses pembelajaran. Hubungan nteraksi yang baik dan positif dapat melahirkan penerus bangsa yang tangguh. Mu’ti juga menyampaikan banyak terimakasih kepada UMM yang telah berpartisipasi menjadi mitra dalam mendidik para calon guru profesional. “Mudah mudahan para lulusan PPG UMM dapat mengabdi dalam memajukan pendidikan nasional, terutama terkait dengan visi dan kewejiban nasional kita dalam memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua. Guru Hebat, Indonesia Kuat!” pesannya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. mengungkapkan bahwa UMM menyambut hangat dan antusias kehadiran Mendikdasmen RI yang juga sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. UMM yang merupakan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah merupakan ujung tombak sebagai leading sector yang sudah lebih dari 60 tahun berkiprah dalam bidang pendidikan. Sementara FKIP menjadi salah satu fakultas tertua di UMM yang masih tetap eksis hingga saat ini. “Misi utama UMM adalah untuk melahirkan generasi baru bermutu untuk bangsa. PSB adalah bukti hasil nyata kolaborasi antara UMM dengan Kemendikdasmen RI yang diharapkan bisa membantu guru masa depan mengembangkan sistem dan media pembelajaran yang kekinian,” tambahnya. Hal serupa disampaikan Dekan FKIP UMM Prof. Trisakti Handayani, M.M. Menurutnya, PSB merupakan nilai plus bagi pelaksana PPG FKIP UMM. Apalagi dengan predikat melampaui standar yang baru saja diraih oleh PPG UMM. Terkait alumni, Trisakti menegaskan bahwa ada banyak alumni PPG yang dipercaya dan mampu bersaing dalam dunia pendidikan. “Kebetulan PPG FKIP UMM sudah mendapatkan sertifikat yang melampaui standar. Sehingga, dengan adanya PSB, mahasiswa tentu akan terbiasa membuat modul digital, membuat media pembelajaran berbasis digital, dan terbiasa membuat perangkat pembelajaran digital,” ungkapnya. (diko)

Hampir 9 ribu Lulusan Profesi Guru UMM Lulus Berjamaah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mengukuhkan 8.089 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada awal tahun 2025 ini, tepatnya 25 Januari. Dari jumlah tersebut, 816 merupakan calon guru baru, sementara 7.273 adalah guru dalam jabatan. Para lulusan ini tersebar di 219 kota/kabupaten dari 27 provinsi, termasuk Papua, Papua Barat, Sulawesi, Riau, Sumatera, dan lainnya. Mereka juga mencerminkan keberagaman agama, seperti Islam, Katolik, Kristen, dan Hindu. Acara pengukuhan yang berlangsung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM ini diwarnai dengan orasi ilmiah bertema “Peran Guru Baru Indonesia dalam Mewujudkan Pendidikan Maju dan Bermutu untuk Semua”. Tema ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Dalam orasinya, Prof. Nunuk menekankan bahwa guru memegang peranan penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia emas 2045. Ia menyoroti pentingnya guru memiliki kompetensi sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mengharuskan setiap guru memiliki kualifikasi minimal S1 atau D4, serta sertifikasi pendidik. Prof. Nunuk juga menggarisbawahi bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada mengajar, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang inovatif dan menyenangkan. “Guru harus menjadi agen perubahan yang mampu membawa kemajuan di tengah perkembangan zaman. Dengan teknologi dan pendekatan kreatif, pendidikan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Ia menjelaskan lebih lanjut tentang tantangan pendidikan di era globalisasi. Di antaranya melibatkan penguasaan teknologi, pendidikan karakter, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan global. “Selain menguasai materi ajar, guru juga harus menanamkan nilai-nilai moral, membangun karakter siswa, dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” tambahnya. Ia juga mengapresiasi peran UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten menyelenggarakan program PPG dengan hasil yang melampaui target. Ia menyebutkan bahwa lulusan PPG UMM merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan guru berkualitas di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si., memberikan arahan kepada para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan pendidikan. “Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter siswa. Masa depan bangsa berada di tangan kalian,” pesannya. Hal serupa disampaikan Wakil Dekan I FKIP, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si. Menurutnya, penguasaan teknologi dan pendekatan pembelajaran yang kreatif merupakan skill yang sangatl krusial. “Sebagai lulusan PPG, Anda diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus inspirasi bagi siswa. Teruslah belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya. Pengukuhan ini menjadi simbol tanggung jawab besar bagi para lulusan untuk terus mengabdi demi kemajuan pendidikan. Dengan semangat dan kompetensi yang telah diperoleh, mereka diharapkan dapat mewujudkan pendidikan bermutu yang merata di seluruh Indonesia. (*Wil/Vin)  

Mahasiswa PPG Pra Jabatan Universitas Muhammadiyah Malang Gelar Penyuluhan Peningkatan Self Awareness dan Pelatihan Meronce untuk Self Healing

JawaPos.com–Mahasiswa PPG Pra Jabatan Gelombang 1 2023 dari Universitas Muhammadiyah Malang selenggarakan acara penyuluhan peningkatan self awareness dan pelatihan meronce sebagai metode self healing. Acara diikuti anggota Forum Anak Desa Pesanggrahan. Ketua pelaksana acara Wildah Afniar Nabila mengungkapkan, peserta antusias dan semangat untuk mengembangkan diri. Hal itu menjadi langkah awal penting untuk membangun kesadaran diri yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan mental. Salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari jurusan Psikologi Nisrina Nabila Nasywa menjadi pengisi materi dalam sesi self awareness. Dia membahas tentang pentingnya memahami diri sendiri, mengelola emosi, dan meningkatkan kepercayaan diri. Peserta diajak berdiskusi mengenai hal-hal yang menjadi permasalahan remaja yang sering dibicarakan. Sementara itu, pelatihan meronce dipimpin seorang pebisnis muda Kota Batu Rafika Rizki Mutiarahma. Dia membimbing peserta untuk merasakan keseimbangan dan ketenangan melalui aktivitas tersebut. Juga membagikan pengalaman pribadi serta teknik-teknik meronce yang dapat membantu peserta dalam proses self healing.  Penyuluhan dilakukan kepada anggota Forum Anak Desa Pesanggrahan, yang merupakan wadah bagi anak-anak di desa tersebut untuk berkreasi, belajar, dan berbagi pengetahuan. ”Kami berterima kasih dan bersyukur karena mendapat kesempatan luar biasa untuk bergabung dalam acara yang berharga seperti ini. Melalui kegiatan tersebut, kami bisa memahami tentang diri sendiri dan mempelajari self healing melalui kegiatan yang kreatif. Kami siap membuka diri, belajar, dan tumbuh bersama,” ujar Galih Ihsan, Ketua Forum Anak. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini dirancang dengan tujuan utama untuk membantu peserta lebih peduli terhadap diri sendiri. Dengan meningkatkan kesadaran diri, diharapkan mereka dapat mengenali potensi yang dimiliki, memahami emosi, serta mengatasi berbagai tantangan dengan cara yang sehat dan kreatif. Mahasiswa PPG Universitas Muhammadiyah Malang berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa depan. Mereka melihat antusiasme peserta sebagai motivasi untuk mengadakan lebih banyak program serupa yang mendukung pengembangan diri dan kesejahteraan mental masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi peserta untuk lebih peduli terhadap diri sendiri serta mampu mengatasi berbagai masalah dengan lebih baik melalui peningkatan self awareness dan penggunaan teknik self healing seperti meronce.

PPG FKIP UMM Gelar Diklat Wawasan Kebhinekaan Global PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar Diklat Wawasan Kebhinekaan Global Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 di Mercure Hotel Malang, (Rabu, 18/12/2024). Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 ini diikuti oleh 217 peserta, yang terdiri dari berbagai bidang studi, antara lain Bahasa Indonesia (25 orang), Agribisnis Perikanan (34 orang), PGSD (131 orang), dan PPkn (27 orang). Tujuan dari pelaksanaan Diklat ini adalah untuk membekali para calon guru dengan wawasan kebhinekaan global serta mengembangkan pemahaman tentang pentingnya keragaman budaya, agama, dan latar belakang dalam pendidikan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para guru agar mampu menghadapi tantangan global dan menjadi penggerak dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, damai, dan produktif di era digital. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., membuka acara dengan pengarahan yang mengangkat tema “Guru Profesional yang Berwawasan Kebhinekaan Global.” Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru untuk mencapai visi Pendidikan Indonesia 2035, yakni membangun rakyat Indonesia menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila. “Guru harus bisa menggerakkan bangsa. Kualitas pendidikan suatu bangsa bergantung pada kualitas guru, dan kualitas guru ditentukan oleh keinginan guru sendiri dalam meningkatkan kualitasnya,” ujar Prof. Trisakti. Ia juga menyatakan pentingnya pergeseran paradigma pendidikan, dari guru sebagai “learning material provider” menjadi “inspiring teacher” bagi tumbuhnya kreativitas peserta didik dan memotivasi peserta didik untuk merdeka belajar. Oleh sebab itu, lanjutnya, guru harus memiliki kecakapan abad 21, yaitu kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Paparan materi juga diberikan oleh Ibnu Hajar, M.Pd., dalam sesi “Guru Profesional Bingkai Pluralisme.” Kebhinekaan global adalah konsep yang menekankan pentingnya menghormati dan merayakan keragaman budaya, agama, ras, dan latar belakang lainnya di era digital. Ia menyampaikan bahwa kebhinekaan global semakin penting di era digital yang semakin terhubung. “Kebhinekaan global membuka pintu untuk kolaborasi global, pertumbuhan pribadi, serta terciptanya perdamaian dan keharmonisan,” ujarnya alumni Prodi PPKn yang saat ini menjadi pengawas madrasah Kankemenag Sumenep sekaligus sastrawan dana budayawan Madura itu. Acara ini dilanjutkan dengan sharing session yang menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd. tentang Kebhinekaan Global, Dr. Arina Restian, M.Pd. mengenai Kebhinekaan Indonesia, Belinda Dewi Regina, M.Pd. tentang Keberagaman di Sekolah, Drs. Rohmada Widodo, M.Si. tentang Sekolah yang Damai, dan Fahdian Rahmandani, M.Pd. tentang Berdamai dengan Diri. Selain itu, diumumkan pula pemenang lomba esai dengan tema “Goresan Mahasiswa Calon Guru: Menjadi Guru Profesional yang Berbudi Pekerti dan Berwawasan Kebhinekaan Global.” Pemenang lomba ini adalah Mohamad Irgan Fatoni, Ainun Chifa, Aurila Patri Mahaeni, Rafelino Sutan Aghe, dan Nahdatul Kurnia. Pemenang lainnya adalah peserta teraktif dalam Pelatihan dan Sertifikasi Google Certified Educator yang berlangsung pada 14—15 Desember 2024 secara online, dan ujian luring di Kampus pada 16—17 Desember 2024. Pemenangnya adalah Amruliana Baliani Putri, Afiatul Nikmah, Ratrianing Tiyas Handayani, dan Mirza Madani. Salah seorang peserta, Mohamad Irgan Fatoni, memberikan testimoni mengenai pelaksanaan kegiatan ini. “Diklat ini memberikan wawasan baru tentang kebhinekaan dan bagaimana kita sebagai calon guru harus menjadi pribadi yang menginspirasi serta memahami pentingnya keberagaman di dalam pendidikan,” ujarnya. Dengan kegiatan ini, diharapkan para calon guru dapat semakin siap menjadi pendidik yang profesional, berwawasan kebhinekaan global, dan dapat mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman. (*fd)

PPG UMM Raih Prediat Melampaui Standar berkat Integrasi Teknologi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini mereka dengan meraih predikat ‘Melampaui Standar’ sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2024. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam acara yang digelar di Denpasar, Bali, pada 17 Desember 2024. Keberhasilan ini bukan hanya hasil dari kerja keras, tetapi juga cerminan inovasi dan sinergi di lingkungan FKIP UMM. Selaku Dekan FKIP Trisakti Handayani, M.M., mengungkapkan, koordinasi antara dosen, tenaga kependidikan, guru pamong, dan admin IT menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan PPG di UMM. “Kami memastikan seluruh elemen bekerja secara sinergis untuk mendukung proses pembelajaran. Kolaborasi yang erat antara dosen yang memberikan materi, guru pamong yang mendampingi praktik lapangan, dan admin IT yang memastikan teknologi berjalan lancar adalah pondasi kami. Pembelajaran PPG di UMM bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses terpadu yang didukung teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal,” jelasnya. Tidak berhenti pada koordinasi internal, FKIP UMM juga berkomitmen untuk melampaui kurikulum nasional PPG. Meskipun standar nasional sudah ditetapkan, FKIP UMM melihat ini sebagai titik awal, bukan batas akhir. Mereka berupaya memberikan nilai tambah melalui mata kuliah inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi modern. “Kami menyusun mata kuliah Manajemen Media Pembelajaran Berbasis TIK sebagai bagian dari kurikulum elektif. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menciptakan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan eksplorasi Metaverse. Kami ingin calon guru UMM tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan metode pembelajaran yang kreatif dan efektif,” ujarnya. Untuk mendukung penerapan mata kuliah berbasis teknologi tersebut, FKIP UMM telah membangun ruang multimedia khusus yang dirancang untuk mendukung pembelajaran digital. Ruangan ini dilengkapi dengan Smart TV, perangkat podcast, dan peralatan modern lainnya yang memungkinkan mahasiswa berkreasi tanpa batas. Ruang ini hanya untuk 30 mahasiswa per sesi agar proses belajar lebih intensif dan produktif. “Di ruang multimedia ini, mahasiswa tidak lagi presentasi dengan cara lama. Mereka bisa menyampaikan ide menggunakan Smart TV yang terhubung dengan WiFi dan perangkat lainnya. Mahasiswa juga belajar membuat konten edukatif di TikTok, podcast, hingga media pembelajaran digital lainnya. Pendekatan ini memastikan mereka siap menghadapi tuntutan dunia pendidikan modern,” ungkapnya. Selain mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan teknologi, FKIP UMM juga memandang pentingnya wawasan global bagi calon guru. Untuk itu, mereka merancang Program Pengalaman Lapangan (PPL) internasional. Pada Februari 2025 mendatang, lima mahasiswa akan dikirim ke Thailand untuk praktik mengajar di sekolah-sekolah internasional. Program ini bertujuan agar mahasiswa merasakan langsung tantangan pendidikan global dan memperluas perspektif mereka. Di akhir, Trisakti menekankan bahwa era globalisasi menuntut guru Indonesia untuk mampu bersaing di kancah internasional, bukan hanya menjadi penonton tetapi pemain utama dalam dunia pendidikan. “Kita harus memastikan bahwa guru-guru lulusan FKIP UMM siap menghadapi perubahan global. Jangan sampai kita tergeser oleh tenaga pengajar asing. Dengan teknologi dan wawasan internasional yang kita miliki, mari bersama menjadi agen perubahan bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” tutupnya. (vin/wil)