PPG FKIP UMM Kukuhkan 2.747 Mahasiswa

MALANG KOTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan 2.747 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan Dalam Jabatan Kemendikbudristek Gelombang 1 Tahun 2022/2023 kemarin (23/1). Proses yang berlangsung di UMM Dome tersebut dihadiri secara luring maupun daring. Sebab, para mahasiswa berasal dari 27 provinsi yang ada di Indonesia. Dekan FKIP UMM Dr Trisakti Handayani MM mengatakan, para mahasiswa tersebut telah lulus dalam Uji Kompetensi Mahasiswa (UKM) PPG 2023. Ribuan mahasiswa PPG dikukuhkan dan diambil sumpahnya oleh Wakil Rektor IV UMM Prof Dr Sidik Sunaryo SH MSi. Kini mereka sudah menjadi bagian dari guru-guru baru dan guru profesional di Indonesia. ”Mereka telah bertransformasi menjadi guru dengan segudang kompetensi ilmu pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Trisakti. Sehingga, mereka diharapkan mampu mengintegrasikan pembelajaran abad ke-21 ketika kembali ke sekolah masing-masing. Pihaknya percaya, sebagai guru baru, para lulusan PPG FKIP UMM akan dapat mengimplementasikan teori-teori pendidikan dengan baik. Itu sebagai perwujudan guru profesional yang dapat membangun generasi bangsa masa depan. Menurutnya, alumni PPG UMM juga merupakan guru yang memiliki etos kerja, semangat, komitmen, dan integritas yang tinggi dalam mewujudkan pendidikan berkualitas menyongsong Indonesia emas. Terlebih, imbuh Trisakti, bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan lemahnya sumber daya manusia (SDM). Hal itu lantas membutuhkan guru profesional yang dapat berpikir kreatif dan inovatif. Selain itu, saat ini Indonesia membutuhkan guru yang punya kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan siapa pun. Tujuannya agar dapat berkiprah dalam percaturan dunia. ”Mahasiswa PPG yang hari ini dikukuhkan adalah guru profesional yang disiapkan oleh FKIP UMM untuk menjawab tantangan zaman, memasuki kehidupan global secara optimis dan percaya diri,” ujar Trisakti. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Prof Dr Sidik Sunaryo SH MSi menyebutkan, guru merupakan profesi yang mulia. ”Mulia tidak hanya dari lagu-lagunya yang setiap acara dinyanyikan, tetapi dihayati, dimaknai dan menjadi spirit bagi kita semua,” tuturnya. Kemuliaan profesi guru tersebut juga tidak hanya dibatasi oleh tempat. Tetapi di manapun berada, guru selalu mengemban tugas mulia. Menjadi guru, menurutnya bukan sebuah pekerjaan. Namun panggilan jiwa yang paling dalam untuk mencerdaskan anak bangsa. Menjadi guru juga sulit karena harus melalui banyak tahap pendidikan. ”Dan Insya Allah PPG di UMM cukup memberikan bekal kepada guru-guru profesional untuk betul-betul paham akan makna profesi yang mulia itu tadi,” terangnya. Ia berharap sumpah tersebut bukan sekadar diucap, tapi ekspresi batin untuk siap menerima tanggung jawab berat sebagai seorang pendidik. Pada pengukuhan tersebut juga terdapat orasi ilmiah oleh Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra SPd MEd. Orasi yang dibawakan berjudul ”Peran Guru Baru Indonesia dalam Mewujudkan Transformasi Pendidikan Abad 21.” Ia menyebut lulusan PPG sudah memenuhi standar guru profesional. ”Selain itu semua sudah memiliki sertifikat pendidik, di mana kalian (mahasiswa PPG) dapat memiliki kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru dakam satuan pendidikan,” tegas dia. (dur/adn)
2747 Lulusan PPG FKIP UMM Ikuti Gelar Kelulusan dan Sumpah Profesi Guru

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan 2.747 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan Dalam Jabatan Kemendikbudristek Tahun 2022/2023. Acara digelar secara blended (daring dan luring) pada Selasa (23/1/2024). Dalam gelaran yang diikuti oleh para lulusan yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia ini, Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra SPd Med turut hadir dan memberikan orasi ilmiah. Dalam orasinya, Ferry menjelaskan, total kebutuhan guru profesional di Indonesia pada tahun 2022/2023 mencapai 2,4 juta. Para lulusan PPG inilah, terutama PPG Prajabatan, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan guru profesional tersebut. Para lulusan PPG ini telah memenuhi indikator guru profesional, yaitu kualifikasi akademik lulusan D4/S1, kompetensi, mempunyai sertifikat pendidik, dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Karena itu, saya yakin dan percaya, bahwa lulusan yang ada di depan saya ini akan mampu mengantarkan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya. Sementara itu, Dekan FKIP UMM sekaligus Koordinator PPG UMM, Dr Trisakti Handayani MM mengatakan, para mahasiswa yang hari ini dikukuhkan telah telah dibekali dengan berbagai kompetensi keilmuan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. “Harapannya, mereka mampu mengimplementasikan teori-teori pendidikan yang telah diperoleh dan mengintegrasikan pembelajaran abad ke-21 ketika kembali ke sekolah masing-masing,” ungkapnya. Selain itu, menurutnya, alumni PPG UMM juga merupakan guru yang memiliki etos kerja, semangat, komitmen, dan integritas yang tinggi dalam mewujudkan pendidikan berkualitas menyongsong Indonesia emas 2045. ”Mahasiswa PPG yang hari ini dikukuhkan adalah guru profesional yang disiapkan oleh FKIP UMM untuk menjawab tantangan zaman, memasuki kehidupan global secara optimis dan percaya diri,” ujar Trisakti Selanjutnya, Wakil Rektor IV UMM Prof Dr Sidik Sunaryo SH MSi menegaskan bahwa Guru bukanlah profesi yang transaksional. Guru tidak memiliki jam kerja, karena setiap saat melekat sifat mulia pada dirinya. “Guru tidak ada jam kerjanya. Setiap saat melekat sifat mulia dalam diri guru. Bukan hanya di ruang-ruang kelas, tetapi di mana pun kemuliaan profesi itu melekat di pundak kita (guru),” ungkapnya. Oleh karena itu, selain menjalankan profesi yang berkaitan dengan keilmuan, para guru ini diharapkan senantiasa dapat menunjukkan sikap yang memberikan teladan bagi para peserta didiknya. Dalam gelaran ini, ada pula Sharing Session Afirmasi Kebutuhan Guru Baru Indonesia Melalui Sinergitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Mewujudkan Transformasi Pendidikan di Malang Raya yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Kota Malang, Kepala Dinas Kabupaten Malang, dan Kepala Dinas Kota Batu. (*fd)
Orientasi, PPG FKIP UMM Sambut 221 Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang II Tahun 2023

Malang—Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menggelar Orientasi Akademik bagi Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun Ajaran 2023/2024, Selasa hingga Rabu (06-07/12/2023). Sejumlah 221 mahasiswa mengikuti kegiatan yang digelar secara luring di Teater Dome UMM. Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM dalam sambutannya mengatakan, bahwa saat ini telah terjadi perubahan Visi PPG Pra Jabatan Model Baru, yaitu mewujudkan keseimbangan kebutuhan dan pemenuhan guru (supply & demand) secara kuantitas dan kualitas, sehingga layanan Pendidikan dapat berjalan dengan baik demi terwujudnya profil pelajar pancasila. “PPG Prajabatan merupakan program yang untuk mencetak generasi baru guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru profesional, komitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi, dan pembelajar sepanjang hayat,” ungkapnya. Pembelajaran PPG akan berlangsung selama dua semester dengan menempuh 12 mata kuliah yang terdiri dari matakuliah inti, selektif, dan elektif, dengan bobot SKS 38. Moda pembelajaran dilaksanakan secara blended learning. Masih menurut Trisakti, hal yang menjadi fokus utama PPG Prajabatan adalah sejak semester I mahasiswa sudah turun ke sekolah, sehingga mahasiswa dapat secara langsung melakukan observasi praktik kependidikan dan sekaligus melakukan analisis permasalahan serta memberikan alternatif solusi dalam melaksanakan pembelajaran. “Dari 38 SKS bobot pembelajaran PPG Prajabatan, 14 SKS merupakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), sehingga mahasiswa diharapkan dapat benar-benar mendapatkan pengalaman nyata dan menghayati praktik kependidikan di sekolah,” katanya. Selanjutnya, para mahasiswa memperoleh arahan dari Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Prof. Fauzan mengatakan, konteks PPG tidak bisa dipisahkan dari konsepsi Indonesia emas. Menurutnya, Indonesia emas bukan hanya sekadar jumlah tahun. Lebih dari itu, Indonesia emas adalah tentang cita-cita fundamental dalam mewujudkan peradaban bangsa yang tinggi. Dalam konteks ini, peran guru dalam mendidik anak-anak menjadi kunci. “Ketika memulai tugas sebagai guru, sudah harus tertanam bahwa Anda memiliki tanggung jawab untuk mengantarkan anak-anak bangsa menuju peradaban yang lebih baik,” tuturnya. Oleh sebab itu, tambah Fauzan, guru tidak hanya bekerja pada ranah teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai penerapan pembelajaran ke murid. Dalam kegiatan orientasi ini, turut hadir secara daring, Dr. Sigit Wibowo selaku Koordinator Pokja, Regulasi, Kebijakan, dan penjaminan Mutu Pendidikan Direktoraat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek. Ia memaparkan materi tentang arah kebiejakan PPG Prajabatan saat ini dan masa mendatang. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa sebanyak 69.762 guru akan pensiun pada 2024, sementara kebutuhan guru mencapai 531.422 formasi. Dengan demikian, PPG Prajabatan ini diharapkan mampu mengisi kebutuhan tersebut. Lebih lanjut, menurut Sigit pada prinsipnya, pendidikan profesi guru prajabatan bertujua untuk menciptakan generasi baru guru Indonesia yang dapat mewujudkan Merdeka Belajar. “Guru-guru ini adalah guru-guru yang mengamalkan Pancasila, menguasai kompetensi dasar guru yang berorientasi pada peserta didik, menjadi pribadi yang berkomitmen menjadi teladan, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta memiliki dasar-dasar kepemimpinan,” pungkasnya. Pada hari kedua ini, para mahasiswa akan mengikuti serangkaian materi, baik konten materi maupun sistem perkuliahan. Konten materi di antaranya etika profesi pendidikan, penerapan kurikulum Merdeka dan computational thinking dalam pembelajaran; model pembelajaran inovatif; pembelajaran berbasis diferensiasi, literasi, numerasi, dan ABK; pengintegrasian HOTs, pembelajaran abad 21, dan TPACK dalam pembelajaran. Adapun sistem perkuliahan mencakup paapran tentang sistem pembelajaran dan penjadwalan, platform belajar PPG melalui LMS, dan sistem registrasi PDDikti. Lewat materi-materi ini diharapkan para mahasiswa dapat menempuh studi tanpa kendala berarti dan pada akhirnya dapat mencapai kompetensi guru profesional yang menjadi visi dan misi Program PPG Prajabatan. (*fid)
PPG UMM Luluskan 468 Guru, Siapkan Hadapi Era Society 5.0.

Awal Desember ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kukuhkan 468 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menariknya, para mahasiswa PPG yang hadir merupakan pemuda-pemudi dari berbagai daerah seperti seperti Jawa Timur, Papua, Sulawesi, Sumatera, Nusa tenggara, dan daerah-daerah lain di Indonesia. Turut hadir Direktur dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag. Dalam sambutannya, ia memberikan selamat kepada mahasiswa lulusan PPG dalam jabatan bagi guru madrasah mata pelajaran umum. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang tenaga pendidik, mereka harus memiliki totalitas dalam mengajar. “Maksudnya, guru harus memberikan pendidikan yang terbaik dan mampu mencetak generasi yang mampu menghadapi perubahan,” tambahnya. Menurutnya, nantinya tenaga pendidik harus dapat mengkolaborasikan antara manusia dan kecerdasan buatan (AI). Apalagi mengingat bahwa dunia saat ini menginginkan kemampuan seseorang dalam menggunakan kecanggihan teknologi. Era ini disebut dengan era society 5.0. Zain mengatakan, anak-anak usia dini kini sudah tersentuh dengan berbagai kecanggihan sehingga bisa dengan mudah mengakses miliaran informasi. Jika anak-anak didik tidak diarahkan dengan baik, maka kemungkinan besar mereka akan terjebak di hal-hal negatif. Psikis mereka juga terganggu dan akhirnya melahirkan aksi-aksi perundungan, pelecehan, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, Zain menyarankan bahwa teknologi seperti kecerdasaan buatan harus sedini mungkin dipahami oleh setiap individu guru. Hal ini juga dapat dikolaborasikan sebagai bahan ajar yang asyik di kelas. Apalagi dalam pembelajaran, seorang guru memang harus menghadirkan cinta agar dapat membangkitkan hipokampus pada otak, yang berperan untuk menghubungkan emosi ke dalam ingatan. “Ketika murid merasa bahagia, bagian kecil dalam otak yang disebut hipokampus akan aktif dan memudahkan anak untuk mengingat pelajarannya,” sebutnya. Di sisi lain, Sekretaris Panitia Nasional Kemenag RI Dr. H. Mustofa Fahmi, S.Pd., M.Ed. mengajak seluruh lulusan PPG UMM untuk terus istiqomah dalam memebrikan layanan pendidikan terbaik bagi anak bangsa. “UMM ini sejak 2018 sudah istiqomah mencetak lulusan PPG sebanyak lebih dari 2000 orang. Hal ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” katanya. Ia berharap, para lulusan bisa memanfaatkan ilmunya di berbagai daerah dan mampu memperlihatkan sikap responsif akan perubahan yang ada. Ia menegaskan bahwa alumni PPG UMM memang dikenal sebagai guru yang memiliki profesionalitas, etos kerja tinggi, semangat, dan komitmen di manapun ia bekerja. (*tri/wil)
998 Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM Ikuti Diklat bela Negara di Lanal Malang

Malang—Dalam rangka menumbuhkan semangat bela negara, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang gelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara bagi 998 mahasiswa PPG Prajabatan. Jumlah tersebut terdiri dari 385 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2022, 304 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang II tahun 2022, dan 309 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2023. Selama dua hari mulai Kamis (9/11) hingga Jumat (10/11), mereka diberi berbagai materi mengenai Wawasan Kebangsaan hingga ideologi Pancasila. Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si menyebutkan mahasiswa PPG berada di sana untuk belajar langsung dari para patriot pembela negara. Tugas bela negara tidak hanya bagi patriot yang bertugas di garda depan, namun setiap warga negara Indonesia. “Tak terkecuali, mahasiswa PPG FKIP UMM. Mahasiswa PPG FKIP UMM memiliki andil dalam menjaga kedaulatan negara. Teruatama mahasiswa PPG yang kelak memiliki tugas mencerdaskan para generasi penerus bangsa,” ungkapnya. ”Dalam konteks pendidikan, bela negara dapat diimplementasikan melalui upaya-upaya konkret,” imbuhnya. Ia menyebutkan yang pertama dapat menjadi agen perubahan di dalam kelas, sehingga para guru tidak hanya mengajar. Tetapi juga mampu memberi insprasi bagi peserta didik, terutama dalam hal menumbuhkan rasa cinta tanah air. Yang kedua dengan melahirkan inovasi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya terfokus pada penguasaan materi ajar tetapi juga pada pengembangan karakter dan kewarganegaraan yang baik. Yang ketiga dengan cara menjadi contoh dalam mempraktikkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Yang keempat, sebagai calon guru profesional kita harus bersikap objektif, adil dan tidak terlibat pada praktik-praktik yang merusak tatanan bangsa,” terang Kadir Terutama pada era global saat ini yang mana menambah tantangan bela negara menjadi semakin kompleks. ”Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk mengukir kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya. Pendidikan, kata Kadir, harus dijadikan senjata ampuh untuk memperkuat fondasi negara dan menjaga kedaulatan bangsa. Sementara itu, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari SPd MTr Hanla MM CRHMP yang memimpin langsung upacara penutupan menyebut diklat bela negara ini sangat penting untuk diberikan kepana para calon guru. ”Karena adanya bela negara, kita mengingatkan kembali kepada mahasiswa PPG ini untuk bisa sadar akan kecintaan, kebanggaan kepada bangsa terutama masalah adat istiadat hingga geografis di negara kita,” ungkapan Sehingga ke depan mereka akan memberikan input kepada para calon penerus bangsa yakni peserta didik agar tidak hilang rasa bela negaranya. ”Yang kami tekankan ialah wawasan bela negara dan juga kedisiplinan,” katanya.
Rapat Evaluasi PPG Prajabatan Gelombang I Tahun 2022, Wakil Rektor I UMM Apresiasi Kinerja PPG FKIP UMM dan Dorong untuk Terus Berinovasi

Malang—Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Rapat Evaluasi pelaksanaan PPG Prajabatan Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2022, di Hotel Hotel Mercure. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat (10/11/2023) dan Sabtu (11/11/2023), dihadiri wakil rektor I UMM, jajaran dekanat FKIP, pengelola PPG, Dosen, Kepala Sekolah, dan Guru Pendamping. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam Kemuhammadiyahan, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Kes. mengapresiasi capaian Prodi PPG FKIP UMM yang telah mendapatkan 3.235 mahasiswa. Ribuan mahasiswa ini akan dicetak menjadi pendidik profesional. “Guru profesional mengindikasikan empat hal, yakni keluasan pengetahuan, keterampilan, komitmen, dan salary. Pembelajaran di PPG FKIP UMM ini akan bermuara pada keempat indikator tersebut,” ungkap Syamsul. Namun, lanjutnya, untuk mencapai keempat hal itu, perlu dilakukan refleksi dan evaluasi secara berkala. “Sehingga, pada evaluasi ini kita harus bisa melihat apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki. Karena, kunci kesuksesan adalah memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Jadi, saya berpesan PPG FKIP UMM untuk terus berinovasi,” katanya. Setelah seremonial pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi evaluasi pelaksanaan Program Pendidikan profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2022 bidang akademik yang disampaikan oleh Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si; evaluasi bidang SDM yang disampaikan Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si; dan evaluasi bidang kemahasiswaan yang disampaikan oleh Wakil Dekan III FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. Secara umum, ketiga pemateri menegaskan bahwa pelaksanaan PPG Prajabatan dalam ketiga domain itu berjalan dengan baik sesuai target yang telah ditentukan. Sejalan dengan itu, Kaprodi PPG, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyatakan bahwa refreshmen menjadi salah satu strategi kunci dalam menyukseskan program PPG prajabatan ini. Refreshment adalah suatu bentuk aktivitas penyegaran kembali atau penguatan-penguatan terhadap konsep yang ada. Realisasinya adalah melalui kegiatan kuliah tamu atau workshop. “Selama ini bentuk refreshmen yang dijalankan adalah dengan melakukan kuliah tamu atau workshop tentang kurikulum Merdeka. Tujuannya untuk menguatkan kompetensi. Saat itu yang diundang tidak hanya mahasiswa namun juga dosen untuk meningkatkan kompetensi,” ungkap Iin. Tak kalah pentingnya, dalam sharing session Refleksi Pelaksanaan PPG prajabatan, Dr. Erna Yayuk, M.Pd. selaku pemateri membahas bagaimana memperkuat target dan capaian mahasiswa. Menurutnya, ada delapan pilar kompetensi yang harus dikembangkan dan dimiliki guru. “Kompetensi pertama adalah kompetensi pertama adalah melaksanakan tugas keprofesian pendidik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan etika profesi serta berjiwa wirausaha,” katanya. Kompetensi lainnya yaitu merumuskan tujuan pembelajaran dan indikator yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk mengembangkan peserta didik sesuai dimensi profil pelajar Pancasila; menganalisis struktur dan alur materi ajar untuk merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik; menganalisis struktur dan alur materi ajar untuk merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik; merancang pembelajaran secara terstruktur berkesinambungan dengan pendekatan yang relevan dan memadukan materi ajar, pedagogi, dan teknologi; mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik, kurikulum dan lingkungan belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan; melakukan refleksi secara komprehensif; dan mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru professional. “Pengembangan diri mahasiswa PPG ini di anataranya dengan mengikuti pelatihan modul kurikulum, musyawarah guru, publikasi ilmiah, dan membuat karya inovatif,” tutupnya. Sesi sharing session terakhir berkaitan dengan pelaksanaan PPG Prajabatan efektif-inovatif dengan skema kegiatan forum group discussion. Dosen, guru pamong, dan admin mendiskusikan praktik baik serta saran terhadap pelaksanaan PPG Prajabatan. Selama tiga hari, kegiatan berjalan dengan lancar dan telah terumuskan evaluasi dan refleksi pelaksanaan PPG Prajabatan. Oleh sebab itu, dalam sesi penutupan, Wakil Dekan III FKIP UMM mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. “Mewakili LPTK, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kontribusi pemikiran Bapak/Ibu dosen, guru pamong, admin, dan segenap panitia. Rapat evaluasi ini menjadi catatan untuk melaksanakan pembaharuan dan peningkatan supaya pelaksanaan PPG Prajab akan semakain baik,” kata Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. (*fd)
998 Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM Ikuti Diklat bela Negara di Lanal Malang

Malang—Dalam rangka menumbuhkan semangat bela negara, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang gelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara bagi 998 mahasiswa PPG Prajabatan. Jumlah tersebut terdiri dari 385 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2022, 304 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang II tahun 2022, dan 309 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2023. Selama dua hari mulai Kamis (9/11) hingga Jumat (10/11), mereka diberi berbagai materi mengenai Wawasan Kebangsaan hingga ideologi Pancasila. Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si menyebutkan mahasiswa PPG berada di sana untuk belajar langsung dari para patriot pembela negara. Tugas bela negara tidak hanya bagi patriot yang bertugas di garda depan, namun setiap warga negara Indonesia. “Tak terkecuali, mahasiswa PPG FKIP UMM. Mahasiswa PPG FKIP UMM memiliki andil dalam menjaga kedaulatan negara. Teruatama mahasiswa PPG yang kelak memiliki tugas mencerdaskan para generasi penerus bangsa,” ungkapnya. ”Dalam konteks pendidikan, bela negara dapat diimplementasikan melalui upaya-upaya konkret,” imbuhnya. Ia menyebutkan yang pertama dapat menjadi agen perubahan di dalam kelas, sehingga para guru tidak hanya mengajar. Tetapi juga mampu memberi insprasi bagi peserta didik, terutama dalam hal menumbuhkan rasa cinta tanah air. Yang kedua dengan melahirkan inovasi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya terfokus pada penguasaan materi ajar tetapi juga pada pengembangan karakter dan kewarganegaraan yang baik. Yang ketiga dengan cara menjadi contoh dalam mempraktikkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Yang keempat, sebagai calon guru profesional kita harus bersikap objektif, adil dan tidak terlibat pada praktik-praktik yang merusak tatanan bangsa,” terang Kadir Terutama pada era global saat ini yang mana menambah tantangan bela negara menjadi semakin kompleks. ”Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk mengukir kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya. Pendidikan, kata Kadir, harus dijadikan senjata ampuh untuk memperkuat fondasi negara dan menjaga kedaulatan bangsa. Sementara itu, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari SPd MTr Hanla MM CRHMP yang memimpin langsung upacara penutupan menyebut diklat bela negara ini sangat penting untuk diberikan kepana para calon guru. ”Karena adanya bela negara, kita mengingatkan kembali kepada mahasiswa PPG ini untuk bisa sadar akan kecintaan, kebanggaan kepada bangsa terutama masalah adat istiadat hingga geografis di negara kita,” ungkapan Sehingga ke depan mereka akan memberikan input kepada para calon penerus bangsa yakni peserta didik agar tidak hilang rasa bela negaranya. ”Yang kami tekankan ialah wawasan bela negara dan juga kedisiplinan,” katanya.
Tingkatkan Pengembangan Kepribadian, PPG FKIP UMM Bagikan Strategi Mewujudkan Konsep Diri Pendidik

Malang—Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar rapat evaluasi pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan gelombang 1 semester 2 tahun 2022 Digelar Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Jumat (10/11/2023). Menariknya, acara tidak hanya difokuskan pada evaluasi dan refleksi, tetapi juga pematerian tentang pengembangan kepribadian. Kali ini, hadir sebagai pemateri Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si., dosen Program Studi Psikologi UMM menyampaikan tema “Pengembangan Kepribadian: Strategi Mewujudkan Konsep Diri Pendidik”. Meski sesi sharing session ini dilakukan setelah acara makan malam, Pak Yudi, sapaan akrabnya mampu membawa suasana acara sangat hidup dan melibatkan peserta secara aktif. Diawali dengan meminta para peserta untuk menulis nama lengkapnya dengan tangan kanan dan dilanjutkan dengan menggunakan tangan kiri. “Siapa yang tulisan tangan kirinya lebih bagus dari tangan kanan, bapak ibu?” Pertanyaan ini dilontarkan Yudi untuk mengawali materinya yang disambut kompak jawaban “tidak ada…” dari seluruh para peserta. Selanjutnya beliau menjelaskan karena hal ini terjadi karena tidak ada pembiasaan yang dilakukan oleh para peserta dalam menulis dengan tangan kiri. Hal ini mengingatkan seluruh peserta yang merupakan pendidik baik di tingkat Pendidikan dasar, menengah dan tinggi untuk selalu membiasakan hal baik kepada peserta didik agar membawa kebiasaan yang baik pula. Dalam kegiatan ini, Pak Yudi yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM ini meyakinkan para peserta terkait 4 strategi dalam mewujudkan konsep diri pendidik. “Ada 4 hal yang hendaknya dipahami oleh para pendidik dalam mempersiapkan para peserta didik yakni dengan memahami pentingnya pengembangan kepribadian pendidik, mengetahui wawasan tentang konsep diri dan kepribadian pendidik, mengetahui strategi konkret untuk meningkatkan konsep diri, menginspirasi pendidik untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan” ujarnya yang diikuti dengan respon antusias para peserta. Dalam penjelasannya, bahwa sebagai orang yang bertanggungjawab dalam dunia Pendidikan, peserta didik harus selalu melakukan pendampingan kepada peserta didik untuk mengoptimalkan potensinya. Potensi ini tidak hanya ditentukan oleh satu aspek saja, namun merupakan akumulasi kolektif dari berbagai aspek yang saling terkait yakni Aspek kecerdasan/ kemampuan kognitif, Aspek perkembangan emosi dan Aspek perkembangan social. Pak Yudi mengingatkan para pendidik untuk selalu menjadi pribadi yang matang. “Kepribadian para peserta didik yang matang mampu membekali peserta didik untuk dapat menjadi generasi yang adaptable yakni mampu bersikap dan mengekspresikan emosi sesuai dengan situasi dan interaksi sosial di lingkungan sekitarnya”, ujarnya sebelum mengakhiri materinya. (*ANH)
Penyerahan Mahasiswa PPG Prajabatan Angkatan 1 Tahun 2023 UMM Kepada 35 Sekolah Mitra UMM

Malang—Sebanyak 309 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Angkatan 1 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap diterjunkan ke sekolah untuk mengajar melalui Program Praktik Pengalaman lapangan (PPL). Para mahasiswa PPG Prajabatan ini nantinya akan tersebar di 35 sekolah di Malang Raya yang terdiri dari 21 SD, 7 SMP/MTs, dan 7 SMA/MA. Sebelum terjun ke sekolah, para mahasiswa mengikuti pembekalan yang digelar secara hybrid, Senin (02/10/2023). Gelaran secara luring dilaksanakan di Rayz Hotel UMM dengan mengundang kepala sekolah, sementara gelaran secara daring dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan mengundang dosen, guru pamong, dan mahasiswa. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus koordinator Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. mengatakan, kegiatan PPL ini sejatinya bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata dan kontekstual dalam menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya. “Itu semua akan menjadi penunjang tercapainya penguasaan kompetensi kepribadian, sosial, dan penguasaan materi bidang studi secara utuh,” ungkapnya. PPL kali ini, lanjut Trisakti, memiliki perbedaan dari PPL sebelumnya, yakni perubahan bobot SKS PPL II dari yang sebelumnya 10 SKS menjadi 8 SKS. Hal ini berimplikasi pada penyesuaian jam PPL II. Dalam hal ini, PPL I berfokus pada pemahaman tentang peserta didik dan pembelajaran, serta prinsip pengajaran dan asesmen yang efektif I. Adapun PPL II berfokus pada prinsip pengajaran dan asesmen yang efektif II dan pembelajaran sosial emosional. Selain itu, perbedaan juga terletak pada guru pamong yang harus memiliki akses terhadap Learning Management System (LMS). Secara umum, sistem PPL bersifat terintegrasi dengan mata kuliah teori dan dilaksanakan sepanjang masa studi PPG pada semester I dan semester II. “PPL ini juga menggunakan pendekatan supervise klinis dan mengadopsi lesson study untuk melatih mahasiswa melakukan refleksi secara berkelanjutan,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Kepala Divisi PPL, Dr. Nurwidodo, M,Kes, memberikan penjelaskan teknis pelaksanaan PPL PPG Prajabatan. Tahapan kegiatan PPL, menurutnya, terdiri dari tahap orientasi, tahap observasi dan inquiry, tahap asistensi mengaajr, tahap praktik mengajar terbimbing, dan tahap refleksi. Pada tahap mengajar terbimbing, selain menyusun modul ajar, mahasiswa PPG Prajabatan akan menyusun dokumentasi video pembelajaran dan penelitian Tindakan kelas. “Kita juga mendorong mahasiswa untuk menyusun artikel penelitian untuk dipublikasikan di jurnal. Ini penting dalam rangka memberikan kontribusi pemikiran dari good practice yang dipetik mahasiswa selama proses PPLke dalam dunia akademik,” ungkapnya. Pembekalan PPL ini sekaligus penyerahan mahasiswa ke sekolah. Karena itu, kepada para Kepala Sekolah yang hadir, Dekan FKIP UMM mengucapkan terima kasih karena telah mengizinkan mahasiswa PPG Prajabatan Angkatan I Tahun 2023 UMM untuk belajar di sekolah. Ia pun menitipkan para peserta untuk dibimbing dan diarahkan. “Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih karena mengizinkan anak-anak kami ngangsu kaweruh. Kami menitipkan anak-anak kami, mahasiswa PPG prajabatan Angkatan 1 tahun 2023, di sekolag Bapak/Ibu untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan hal-hal baru terkait dunia pembelajaran di sekolah sehingga dapat memecahkan permasalahan-permasalahan di sekolah di kemudian hari,” tutupnya. Acara ditutup dengan penandatanganan dan penyerahan dokumen perpanjangan MoU dari FKIP UMM dan sekolah mitra. (*fd)
547 Calon Mahasiswa PPG Prajabatan 2023 Ikuti Test Substantif di FKIP UMM

Malang—Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dipercaya sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) tes substantif PPG Prajabatan Tahun 2023. Tercatat, kegiatan yang diikuti oleh 547 calon mahasiswa PPG Prajabatan dari berbagai wilayah. Dekan FKIP sekaligus koordinator PPG UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM mengatakan, ditunjuknya kembali Prodi PPG FKIP UMM sebagai pelaksana TUK tidak lepas dari terpenuhinya fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki UMM. Tak hanya itu, PPG UMM juga juga memiliki track record yang sangat baik sebagai penyelenggara Program PPG. “Kita memiliki labolatorium yang memadai untuk pelaksanaan Tes Substantif PPG Prajabatan. Ada tujuh labolatorium yang kita gunakan untuk pelaksanaan tes substantif ini, yaitu 4 ruang Labolatorium ICT Infokom, 3 ruang Labolatorium Bahasa, dan 1 ruang Labolatorium Ekonomi. Namun, selain fasilitas tersebut, prestasi PPG UMM dalam pelaksanaan PPG juga menjadi pertimbangan lainnya,” ungkap Trisakti. Ketujuh ruang labolatorium itu digunakan selama dua hari, 25—26 September 2023, dengan dua sesi pada masing-masing hari. Sesi I dilaksanakan pukul 07.30 hingga 11.30, sementara sesi II dilaksanakan pukul 12.30 hingga 16.30. Trisakti melanjutkan, di Kota Malang, hanya ada dua LPTK yang menjadi penyelenggara TUK, yakni Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Negeri Malang. Tes substantif merupakan rangkaian dari pelaksanaan seleksi PPG Prajabatan dengan materi uji penguasaan konten sesuai dengan bidang studi, literasi dan numerasi. Materi konten bidang studi terdiri dari 70 soal dengan durasi pengerjaan 110 menit. Sementara materi literasi dan numerasi masing-masing terdiri dari 15 soal yang dikerjakan dengan durasi 70 menit. Sebelum kegiatan dimulai, panitia melakukan verifikasi peserta yang hadir dengan mengecek KTP dan kartu peserta. Untuk memastikan keamanan dan kejujuran, dilakukan pula pengecekan menggunakan metal detector kepada peserta sebelum memasuki ruangan. Dengan mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan, pelaksanaan Tes Substansi berjalan dengan lancar. Dekan FKIP UMM pun berharap, semua peserta lolos seleksi sehingga dapat mengikuti Program PPG Prajabatan. “Alhamdulillah semua pelaksanaan berjalan lancar. Kami berharap semua peserta lolos dan bisa mengikuti PPG Prajabatan di FKIP UMM,” ungkapnya. Karena, tambah Trisakti, Program PPG ini adalah jembatan menuju tercapainya guru professional abad 21. “Ketika sudah guru-guru ini sudah profesional, tentu kita akan bisa bersama-sama bahu-membahu membangun sumber daya manusia Indonesia dalam rangka menyongsong Indonesia emas 2045,” tegasnya. Prodi PPG FKIP UMM sendiri saat ini tengah melaksanakan pembelajaran untuk Program PPG Prajabatan Gelombang I Tahun 2023. Berdasarkan Surat Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek nomor 1818/B2/GT.00.08/2023 tanggal 5 September 2023 tentang Persiapan Pelaksanaan Perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023, Prodi PPG FKIP UMM menerima 310 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari Matematika 56 mahasiswa, Bahasa Indonesia 24 mahasiswa, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) 27 mahasiswa, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 203 mahasiswa. (*fd)