Sebanyak 310 Mahasiswa PPG Prajab Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM Ikuti Orientasi Mahasiswa Baru

MALANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyiapkan calon-calon guru terbaik. Ratusan mahasiswa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 Kemendikbudristek tahun ini. Selama dua semester, mereka akan mengabdi untuk memberikan sejumlah inovasi pembelajaran. Sebanyak 310 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gelombang 1 Kemendikbudristek menjalani masa orientasi akademik yang diselenggarakan secara luring di Hotel Grand Mercure Malang. Arahan disampaikan langsung Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Dia berharap kepada 310 mahasiswa PPG prajabatan bisa mempunyai semangat mengajar. ”Investasi yang paling berharga adalah memberikan kontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya. Merurut Prof. Fauzan, sapaan akrab beliau, profesi guru merupakan bagian strategis dan vital dari proses pendidikan di sekolah. Karena mereka berhadapan langsung dengan calon pemimpin bangsa. Prof. Fauzan berpesan sebagai seorang guru tidak hanya pintar, tapi harus mampu membawa perubahan secara signifikan ke peserta didik. PPG prajabatan menjadi salah satu upaya uji kelayakan sebelum menjadi guru. Karena pada hakikatnya, guru juga sebagai penerang yang mengarahkan siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Terlebih pada era teknologi saat ini. ”Jangan sampai guru pada era ini gagap teknologi,” lanjutnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr. Trisakti Handayani, M.M., yang ikut membuka orientasi akademik menyampaikan kepada ratusan mahasiswa PPG prajabatan selama dua semester ke depan bakal dinilai. Para mahasiswa PPG prajabatan akan dibentuk menjadi tenaga pendidik profesional. ”Dari 38 SKS, 14 SKS di antaranya merupakan praktik pengalaman lapangan (PPL) sehingga mereka akan memperoleh pengalaman yang benar-benar nyata,” terangnya. Dalam perubahan visi PPG prajabatan model baru, Trisakti berharap mereka mampu memenuhi kebutuhan guru. Selain itu, lulusan PPG prajabatan memiliki kepastian untuk direkrut sebagai guru. Namun hal tersebut tidak dapat terwujud tanpa sinergi yang baik antara dosen, guru pamong, admin TIK, maupun mahasiswa. Maka PPG prajabatan harus berkomitmen sejak awal mengikuti pembelajaran hingga satu tahun ke depan. Selain itu, Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat PPG, Direktorat Jenderal Guru, dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Pd., berpesan bahwa profesi guru masih dibutuhkan cukup banyak. Jumlah guru yang pensiun pada 2024 sebanyak 69 ribu orang. ”Kekurangan guru itu tentu harus segera diisi, sehingga PPG prajabatan jadi harapan,” jelasnya.

Sukses Pertahankan Predikat Persentase Lulusan PPG Terbaik 5 Tahun Berturut-turut, PPG FKIP UMM Terima Penghargaan Kemenag

  Malang—Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bawah kepemimpinan Dr. Trisakti Handayani, M.M., PPG FKIP UMM mampu membuktikan diri sebagai salah satu penyelenggara Program PPG terbaik di Indonesia. Alhasil, PPG FKIP UMM berhasil meraih penghargan sebagai Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) terbaik dalam Jabatan dengan Prosentase Lulusan Tertinggi selama lima tahun berturut-turut pada rentang 2018—2022. Sertifikat penghargaan diserahkan secara langsung oleh Subkoordinator Bina Guru MI dan MTs Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama, Mustofa Fahmi, di FKIP UMM 11 Agustus 2023 lalu. Ditemui di kantornya, Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. mengatakan sedianya ia menerima penghargaan tersebut pada 31 Mei 2023 di Jakarta. Dalam acara bertajuk Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para dekan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) itu, FKIP UMM menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Umum (LPTK Umum) yang diundang secara khusus bersama UIN Bandung dan UIN Yogyakarta. Namun, Dr. Trisakti berhalangan hadir karena kegiatan bersamaan dengan pelaksanaan Asesmen Lapang (AL) Akreditasi LAMDIK Prodi PGSD. “Sayangnya, undangan bersamaan dengan AL Prodi PGSD. Jadi, saya tidak bisa hadir karena tentu saja saya harus mendampingi Prodi PGSD. Dan waktu itu posisinya saya tidak tahu kalau akan menerima penghargaan,” terang Trisakti. Lalu, lanjut Trisakti, Fahmi menyampaikan bahwa akan berkunjung ke UMM untuk menyerahkan penghargaan tersebut dan sekaligus membahas beberapa program PPG yang sedang dan akan dijalankan di UMM. Acara penyerahan sertifikat penghargaan digelar secara informal di ruang rapat FKIP UMM. Dalam kesempatan ini, Fahmi menyampaikan apresiasi kepada UMM atas konsistensi dalam menyelenggarakan PPG yang berkualitas. “Sejak 2018 sampai 2022, UMM selalu menempati rangking teratas untuk tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKM-PPG). Ini tentu sudah sangat menggambarkan bagaimana komitmen PPG FKIP UMM dalam menyelenggarakan PPG yang berkualitas secara konsisten. Kami sangat mengapresiasi hal itu,” ungkap Fahmi. Trisakti pun mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini. Baginya, penghargaan ini merupakan sebuah motivasi untuk terus memberikan yang terbaik. “Pertama, tentu sangat bersyukur atas prestasi ini. Yang kedua, piagam penghargaan ini sesungguhnya memotivasi kami untuk terus berbuat yang terbaik dalam mewujudkan guru profesional di Indonesia,” terangnya. Acara penyerahan sertifikat dilanjutkan dengan diskusi santai tentang pelaksanaan PPG di FKIP UMM. Saat ini, Prodi PPG FKIP UMM sedang menjalankan PPG dalam jabatan bagi guru-guru ex PLPG. Saat ini, para mahasiswa tersebut sedang menyiapkan UKPPG. Di samping itu, ada pula PPG Kemenag dalam jabatan Angkatan 1 Tahun 2023 yang meliputi bidang studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan PPKn. Dalam waktu dekat, PPG FKIP UMM juga akan melaksanakan PPG dalam jabatan Kemenag Angkatan II. (*fd)

Tingkatkan Kualitas Guru, 385 Peserta PPG UMM Ikuti Kursus Pembina Pramuka

Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dan membangun sebuah negara. Hal itu ditegaskan Dr. Trisakti Handayani, M.M. dalam apel pembuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Lanjut (KML), 8 Agustus lalu. Ada lebih 385 peserta kursus dari berbagai daerah yang juga merupakan mahasiswa program profesi guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Trisakti yang juga Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM melanjutkan, guru memiliki peran penting untuk mencetak generasi masa depan yang unggul. Maka dari itu, kualitas guru harus diperhatikan dan senantiasa ditingkatkan. Sehingga anak-anak didik didampingi dan mampu meraih potensi terbaik yang dimiliki. “Saudara adalah calon guru-guru profesional yang diharapkan mampu melahirkan generasi yang apik dan cakap. Selain bekal keilmuan, saudara juga harus memiliki kepribadian yang tangguh dan pantang menyerah. Maka, kursus pembina pramuka ini menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan skill-skill terkait,” tambahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mendorong mahasiswa PPG menjadi pribadi yang tekun, rela berkorban, suka menolong sesama, dan teladan bagi orang lain. Semua itu akan bermuara pada meningkatnya kualitas pendidik dan berkontribusi pada upaya menjadikan Indonesia jaya. “Dalam program ini, saudara akan dibentuk agar bisa menghadapi tantangan global. Melalui KMD dan KML ini, upaya pembentukan karakter akan berhasil. Semoga saudara bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tutur Trisakti. Selama tiga hari dua malam, para peserta tidak hanya diberi materi, namun juga diajari bagaimana menjadi pembina yang kompeten. Ada berbagai permainan dan agenda yang melatih mental mereka. Salah satu peserta, Nurul Himmatul menilai, serangkaian program yang diikuti sangat seru. Kemasan yang disajikan oleh PPG UMM juga menarik dan membuat mereka bersemnagat untuk turut serta. “Jujur saja, saya terakhir kali ikut kemah pramuka saat SMA. Hingga akhirnya bisa kembali berkemah bersama teman-teman. Bedanya, dulu kami dilatih sebagai peserta. Namun sekarang kami dilatih untuk menjadi pembina bagi anak-anak didik,” katanya. Nurul juga senang bisa saling bantu membangun puluhan tenda dan menghabiskan waktu bersama  teman-teman peserta lain. Menurutnya, ada banyak pengalaman yang bisa diperoleh berkat diskusi dengan calon guru lainnya. Ditambah lagi dengan games serta tantangan yang diberikan oleh para pelatih pramuka, sehingga menambah wawasan mereka tentang pramuka. (Wil)

Mahasiswa PPG Prajab PGSD UMM, Tuntas Praktik Lapang Calon Profesi Guru

MALANG – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan (Prajab)   PGSD UMM kemarin (27/7) dilakukan penjemputan oleh Dosen Pembimbing karena tuntas melaksanakan misinya. Disampaikan oleh perwakilan tim mahasiswa PPG Prajabatan, Bastari Putri Savira, S.Pd, kegiatan menjadi momen penting bagi dirinya dan tim dalam mengenal mekanisme lingkungan pembelajaran di sekolah dasar secara langsung. Kegiatan PPG Prajabatan PGSD UMM melaksanakan praktik pengalaman lapangan (PPL) di SDN Purwantoro 1 Kota Malang. Bastari menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan antara lain mendampingi kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), observasi karakteristik peserta didik, melakukan lesson study atau mengajar secara terbimbing, dan juga melakukan kegiatan mengajar secara mandiri. Disebutkan oleh Bastari, output dari keseluruhan kegiatan selama mengabdi adalah dengan menyusun laporan PPL dan menerbitkan artikel jurnal. Selaras dengan tujuan kehadiran mereka yaitu untuk meningkatkan profesionalitas calon seorang guru. Mahasiswa harus menyerap sebanyak mungkin praktik lapang yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar-mengajar. “Semoga dengan adanya PPL PPG prajabatan dapat membantu kita calon guru professional untuk mengimplementasikan pembelajaran yang asik, kreatif, dan menarik sehingga peserta didik dapat mengembangkan kompetensinya secara leluasa dan tanpa rasa takut. Kita sebagai guru dapat mengiplementasikan Patrap Triloka Ki Hadjar Dewan toro dengan baik dan benar sehingga kita sebagai guru professional dapat mewujudkan merdeka belajar yang sebenarnya” Ujar perwakilan Mahasiswa PPG Prajabatan PGSD UMM. Pada saat penjemputan, Dosen Pembimbing Lapang, Dr. Sugiarti, M.Si, memberikan Vandel atau tanda bukti pengabdian mahasiswa sebagai bentuk terima kasih. Pemberian dilakukan secara simbolis kepada Kepala SDN Purwantoro 1 Malang, Drs. Priyo Hadi Wijiyanto, M.Pd. Dilanjutkan foto bersama dan perpisahan dengan enam mahasiswa PPG Prajabatan PGSD UMM yang sudah mengabdi (Bastari Putri Savira, Yunita Fitri Kusuma Wardani, Sholicha Nur Firdawsi, Puput Dwi Sulani, Meyla Nurazizah, Nurul Lia Arviwi). Sumber: https://tabloidmatahati.com/mahasiswa-ppg-prajab-pgsd-umm-tuntas-praktik-lapang-calon-profesi-guru/

BELATIK Mahasiswa PPG Prajabatan PGSD UMM, Jaga Warisan Budaya Batik

MALANG – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan PGSD UMM kembangkan kreativitas siswa dengan membatik pada Kamis (7/20). Kegiatan bertajuk BELATIK (Belajar Membatik Tulis) dilakukan di MI Darussalam Karangploso dengan melibatkan siswa kelas 5 dan 6 untuk didampingi praktik membatik tulis. Disampaikan oleh Ketua Pelaksana Program, Alfan, diajarkannya skill membatik bertujuan untuk menjaga budaya yang berharga. Membatik menjadi ciri khas budyaa Indonesia yang sudah lama diwariskan dari generasi ke generasi. “Harapannya pada kegiatan BELATIK yang telah diselenggarakan ini mampu mendorong siswa dalam mengimplementasikan ketrampilan, kreatifitas dan kecakapan secara berkelanjutan. Dalam hal lain kegiatan ini juga menciptakan momen dalam menjaga kelestarian batik sebagai warisan budaya yang telah di akui dunia sehingga keberadaanya tetap terjaga hingga sekarang.” Terang Alfan. Rangkaian kegiatan BELATIK dilakukan selama tiga hari berturut-turut (20-22) oleh 28 siswa. Pada hari pertama dilakukan pembekalan batik tulis serta dilanjutkan pembuatan pola batik dan proses mencanting pola batik. Selanjutnya hari kedua, mewarnai batik dan pengaplikasian water glass pada kain. Pada hari terakhir dilakukan nglorot batik (membersihkan lilin pada batik) menggunakan air mendidih dan penjemuran. Ditambah pameran karya batik untuk dinilai karya mana yang terbaik dan pengumuman juaranya. “Terlebih harapan kami semua tidak berhenti pada kegiatan ini, akan tetapi nantinya dapat diteruskan oleh bapak ibu guru di sekolah tersebut.” Pungkas Alfan mewakili kelompoknya. Sumber: https://tabloidmatahati.com/belatik-mahasiswa-ppg-prajabatan-pgsd-umm-jaga-warisan-budaya-batik/

Sosialisasi RAMU MEGA Mahasiswa PPG Prajabatan PGSD UMM, Kontrol Gadget Anak Cegah Dampak Negatif

MALANG – Kelompok Mahasiswa PPG (Pendidikan Profesi Guru) Prajabatan PGSD UMM gelombang 2 mengadakan sosialisasi RAMU MEGA (Cara Mudah Mengontrol Gadget pada Anak) pada (7/22). Acara digelar di SDN 01 Purworejo Ngantang dengan melibatkan pihak guru dan wali murid agar saling bersinergi dan memperkenalkan aplikasi Familiy Link. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Eko Fanny, latar belakang pemilihan tema oleh rekan timnya (kelompok 2) berdasarkan pengamatan terhadap perkembangan teknologi yang menjangkau semua kalangan usia. Termasuk pada usia anak-anak yang dinilai masih belum terlalu bijak memanfaatkan teknologi dan bahkan memberi dampak yang negatif. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua mengenai bahaya gadget pada anak jika digunakan terus menerus tanpa pengawasan, sehingga kami berinisiatif untuk memperkenalkan aplikasi Family Link. Aplikasi bisa digunakan orang tua untuk mengontrol penggunaan gadget pada anak, orangtua juga dibekali program apa saja yang bermanfaat untuk anak khususnya untuk anak usia sekolah.” Terang Eko. Kegiatan Sosialisasi RAMU MEGA diikuti oleh Kepala Sekolah dan guru SDN 01 Purworejo, Wali Murid kelas 4 dan 5 berjumlah 20 orang, dan mahasiswa PPG Prajab Gelombang 2 yang terdiri dari 15 orang. Selama acara sekolah dan wali murid diberikan materi tentang bahaya gadget pada anak, ditambah dengan praktik cara memilih aplikasi yang sesuai dengan batasan umur anak. Sambung Eko, saat sesi sosialisasi juga diperkenalkan aplikasi Family Link dan cara mengoperasikannya. Orang tua bisa memandu akses konten sesuai usia sehingga bisa meminimalisir dampak negatif pada anak mereka. Selain itu orang tua juga bisa memantau aktivitas digital anak seperti aplikasi apa saja yang sudah dimainkan di dalam gadget. Aplikasi Family Link dari Google bisa menjadi terobosan bagi orang tua yang sibuk bekerja dan tidak sempat memperhatikan kegiatan anak saat menggunakan gadget. Tidak lupa di akhir acara juga dibagikan beberapa doorprize untuk orang tua yang aktif bertanya selama pemaparan materi. “Berharap setelah kegiatan ini orang tua dapat lebih memperhatikan kegiatan anak-anak, sehingga dampak buruk dari gadget dapat diminimalisir.” Pungkas Ketua Panitia Mahasiswa PPG Prajabatan PGSD UMM. Sumber: https://tabloidmatahati.com/sosialisasi-ramu-mega-mahasiswa-ppg-prajabatan-pgsd-umm-kontrol-gadget-anak-cegah-dampak-negatif/

Gandeng PKK Dusun Dermo, Mahasiswa PPG Prajabatan PGSD UMM Karya Cookies Jeruk

MALANG – Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa PPG (Pendidikan Profesi Guru) Prajabatan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang (PGSD UMM) mengadakan pelatihan peningkatan kewirausahaan mikro pada (7/14). Berlokasi di Dusun Dermo Malang, mahasiswa melihat adanya potensi sumber daya lokal yang bisa ditingkatkan. Disampaikan langsung oleh Ketua Pelaksanaa, Lely Anashanty, kegiatan tersebut dilakukan oleh Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2. Menggandeng ibu-ibu PKK dusun setempat, berbagi praktik baik disosialisasikan pengelolaan buah lokal (jeruk) menjadi cookies (kukis). Alasan pemilihan buah jeruk dikarenakan melimpahnya buah tersebut di Dusun Dermo disbanding yang lainnya. “Jumlah peserta kurang lebih ada 40 peserta ibu-ibu PKK sedangkan kami dari Mahasiswa PPG Prajab PGSD UMM Gelombang 2 berjumlah 14 orang” terang Lely. Sambung Lely, kegiatan bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat Dusun Dermo bahwa buah jeruk bisa dikreasikan ke dalam bentuk lain dan tentunya tetap memiliki khasiat dan nilai jual yang menguntungkan. Acara berjalan lancar dengan rangkaian kegiatan seperti sambutan, sosialisasi, praktik bersama, dan doa penutup. Sambutan pertama diberikan oleh Ketua PKK Dermo, Etik yang menyambut kedatangan mahasasiswa PPG Prajabatan PGSD UMM dan mengharap banyak ilmu yang bisa dibagikan. Selanjutnya juga diberikan sambutan oleh Dosen Pembimbing Projek Kepemimpinan II, Dr. Dra. Sugiarti, M.Si, yang berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat kepada penduduk setempat terkhusus sektor ekonomi. Menuju acara utama, sosialisasi materi yang disampaikan oleh dua narasumber. Pertama diisi oleh Harisuddin S.P yang membawakan materi dunia jeruk mulai dari jenis, manfaat, dan kandungan dalam buah jeruk. Dilanjutkan materi kedua oleh Eva Anggraeni tentang pengolahan buah jeruk menjadi cookies sekaligus melaksanakan praktik membuatnya yang didampingi mahasiswa PPG Prajabatan PGSD UMM. “Harapannya kegiatan ini bermanfaat bagi ibu-ibu PKK dalam bagaimana cara pengolahan buah lokal jeruk menjadi cookies, tidak hanya menjadi minuman rasa jeruk. Selain itu juga dapat meningkatkan wirausaha PKK di Dusun Dermo.” Pungkas Lely.

Seminar PPG UMM Hadirkan Direktur UNESCO-Expo Inovasi Media Pembelajaran

MALANG-Wawasan kebangsaan dan strategi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik adalah hal yang krusial. Maka harus ada inovasi dan cara baru dalam mendidik. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Eksekutif APCE-UNESCO Prof. Dr. Ignasius D. A. Sutapa, M.Sc. dalam seminar nasional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM), 27 Mei 2023. Lebih lanjut, Ignasius menegaskan bahwa saat ini peran guru sangat strategis. Utamanya dalam menanamkan makna-makna pancasila. Menurutnya, ada lima dimensi fundamental dalam pancasila, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Lima nilai itu harus bisa ditransfer ke peserta didik agar bis amenciptakan SDM yang unggul dan baik. “Dunia pendidikan tidak lepas dari tantangan globalisasi. Maka, perlu adanya upaya penguatan-penguatan dalam berbagai aspek. Termasuk di dalamnya sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi digital, serta melihat tren yang sedang booming di media sebagai alat pembelajaran yang menarik bagi peserta didik,” katanya. Menariknya, kegiatan tersebut juga memamerkan belasan media pembelajaran karya para peserta PPG UMM. Ada yang mengembangkan metode untuk memudahkan pemahaman siswa akan budaya lewat wayang golek. Adapula alat yang menarik minat peserta didik belajar materi ilmu pengetahuan alam, seperti aerob dan anaerob. Salah satu yang menarik adalah pembelajaran untuk menjaga lingkungan. Salah satu anggota, Eci Sugiarti menjelaskan bahwa alat tersebut mencoba memberi pemahaman bagi siswa terkait perubahan lingkungan. Ada yang dikarenakan faktor alam, ada juga faktor manusia yang bisa saja merusak bumi. Ia dan tim membuat alat peraga dari bahan sterofoam, plastik, dan bahan daur ulang lain yang dijadikan sebagai arsitektur gunung, mobil, manusia dan lainnya. Hadir pula dalam kesempatan itu, Kolonel Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Tri Sugiyanto, S.Sos. Ia mengingatkan pentingnya nilai-nilai perjuangan pahlawan Indonesia dalam memerdekakan suatu bangsa. Sehingga anak-anak zaman sekarang bisa menimba ilmu dengan damai. “Perjuangan bukan hanya masalah mengangat senjata, tapi juga bisa dilakukan dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan menemukan gagasan-gagasan baru. Dengan begitu, muncul solusi inovatif bagi beragam permasalahan masyarakat,” tegasnya. Sugiyanto juga mendorong para guru untuk bisa menguatkan nilai perjuangan itu secara intensif. Sehingga bisa menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia. “Nelson Mandela pernah berkata bahwa untuk menghancurkan sebuah negara, kini tidak perlu dengan memborbardir. Cukup hancurkan dengan cara membuat generasi muda lupa akan sejarah bangsanya. Maka, guru memainkan peran strategis dalam menjaga generasi muda saat ini,” katanya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengapresiasi beragam media pembejalaran yang sudah diciptakan dengan sentuhan-sentuhan teknologi dan terbarukan. Menurutnya, pendidikan di era 5.0. memang memerlukan inovasi media yang menarik perhatian para siswa. Hal itu juga menjadi gerakan nyata seorang calon pendidik untuk turut mencerdaskan bangsa. Fauzan juga mendorong guru-guru muda untuk memperluas resonansi dalam pengembangan model pembelajaran. Bukan hanya di tingkat nasional saja, namun juga bisa meraih domain internasional. “Anak muda, termasuk guru muda, harus mampu memberikan sentuhan baru dna menjadi agent of change. Anda adalah pendidik yang akan membentuk generasi masa depan. Di tangan anda mereka akan tumbuh dan mampu memajukan bangsa Indonesia,” pungkasnya mengakhiri. Sumber: https://tabloidmatahati.com/seminar-ppg-umm-hadirkan-direktur-unesco-expo-inovasi-media-pembelajaran/

FKIP UMM Luluskan 482 Mahasiswa Program Pendidikan Guru

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pelaksana Program Pendidikan Guru (PPG) dengan indeks kelulusan paling banyak. Hal itu dikatakan Sekretaris Menteri Agama (Menag) Muhammad Sidik Sisdiyanto, S.Ag., M.Pd. dalam Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi PPG dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah Kementrian Agama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, pada 20 Mei 2023. Ada 482 mahasiswa yang berhasil lulus dari berbagai bidang seperti biologi, bahasa Inggris, dan lainnya. Sidik menegaskan bahwa guru merupakan garda terdepan dalam pendidikan. Bukan hanya melakukan transfer ilmu saja, namun juga harus menjadi contoh bagi para anak didik. Mengingat teknologi saat ini tidak dapat memberikan pendidikan akhlak secara komprehensif layaknya seorang guru. “Saat menemui masalah atau pertanyaan sulit, anak-anak sekarang cenderung langsung mencarinya di Google. Namun kecanggihan itu belum bisa memberikan pembelajaran akhlak. Di sinilah peran strategis guru yang harus selalu membimbing mereka,” ungkapnya. Sidik juga mengingatkan, guru memang harus mampu membawa nilai-nilai profetik dalam mendidik anak-anak. Dia juga memberikan sederet pesan yang dikutip dari KH Ahmad Dahlan. Salah satu kriteria guru yang kompeten adalah mereka yang mampu menguasai proses belajar dan mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan optimal. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Sekretaris Panitia Nasional PPG Kemenag RI Dr. Mustofa Fahmi, M.Ed. Mustofa menjelaskan bahwa ada sekitar 831 ribu guru aktif di madrasah. Sayangnya, masih ada 49 persen atau 431 ribuan guru yang belum tersertifikasi. Maka, peserta PPG yang sudah menyelesaikan program patut bersyukur bisa masuk dan mengikuti PPG di UMM. Saat ini, ada empat fokus utama yang dikembangkan dalam upaya meningkatkan kompetensi guru oleh Kemenag. Yakni peningkatan kompetensi, peningkatan kualifikasi, dan peningkatan karir. Pun dengan peningkatan di aspek kesejahteraan guru. Fahmi juga berpesan agar lulusan PPG tetap mengedepankan misi kebaikan serta mengoptimalkan ilmu yang didapat selama menjalani program.  “Saya ucapkan selamat dan sukses. Kalau sebelum PPG siswa-siswa beristighfar saat bapak dan ibu masuk kelas, maka sekarang insyaallah mereka akan mengucap alhamdulillah karena bapak ibu merupakan guru-guru terbaik dan profesional,” katanya. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa bonus demografi Indonesia diprediksi akan berakhir pada 2038. Maka, perlu adanya upaya masif untuk memanfaatkan momen tersebut dan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia.  “Saat berbicara mengenai SDM, sudah barang tentu larinya akan ke pendidikan dan guru. Sehingga bapak dan ibu memiliki tanggungjawab mengembangkan SDM yang memiliki cerdan dan berkompeten melalui didikan yang baik dan benar,” tegasnya. Hal serupa juga dikatakan dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayano, M.M. Ia mengatakan bahwa artificial intelligence (AI) sudah meluas. Banyak sektor yang memanfaatkan AI dan bahkan manusia mulai tergantikan. Termasuk di dalamnya bidang pendidikan dan pengajaran. “Apakah peran guru akan tergilas? Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan bermintra, merangkul, serta memanfaatkan teknologi untuk mengatasi problem pendidikan yang sedang kita hadapi,” pungkas Trisakti. (*)

Mahasiswa PPG Prajab PGSD Tanam Pohon di Pujon Hill UMM

MALANG-Mahasiswa PPG (Pendidikan Profesi Guru) Pra Jabatan (Pra Jab) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menggelar kegiatan penghijaun di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Pujon Hill. Dijelaskan Yuma Candra Putri Mulya, S.Pd, giat pada (18/5) tersebut merupakan kegiatan untuk pemenuhan mata kuliah Proyek Kepemimpinan 2 mahasiswa prajab PGSD UMM kelas V. Menurut Yuma latar belakang kegiatan tersebut disebabkan KHDTK Pujon Hill sebagai salah satu sumber daya alam yang sangat besar bagi kehidupann manusia. Khususnya pelestarian tanaman dan pohon. Terutama pelestarian lingkungan di dataran tinggi  terutama di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang sangat rentan terjadinya bencana alam. Seperti tanah longsor, dan menurunnya kualitas serta kuantitas sumber daya air. Berdasarkan hal ini mahasiswa PPG prajabatan PGSD UMM kelas V melakukan penghijauan  tematik Sustainable Living of Gerilnas (Gerakan Literasi Menanam Pohon Pinus dan Cemara) di Pujon Hill UMM. Tujuannya, kata Yuma, meningkatkan keterampilan dan aksi individu, komunitas dan masyarakat terhadap lingkungan hidup,   untuk mewujudkan wawasan masyarakat tentang lingkungan yang sadar arti ekologi dan lingkungan bagi keberlangsungan hidup manusia. Berikutnya, lanjut Yuma menciptakan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempunyai solusi mengatasi masalah lingkungan sekitarnya. Misalnya bencana tanah longsor, banjir serta ketersediaan sumber daya air. Menjaga keseimbangan lingkungan dalam upaya mengurangi efek global warming. Kegiatan ini dijelaskan Yuma dihadiri oleh para dosen PGSD UMM, mahasiswa PPG prajab, serta tamu undangan. Jumlah seluruhnyan sekitar 30 orang termasuk panitia-tamu undangan. Harapan jangka panjangnya seluruh element masyarakat khsuusnya mahasiswa sadar terhadap gerakan literasi penghijauan. “Gerakan ini mempunyai banyak manfaat bagi generasi berikutnya dalam upaya melestarikan alam sekitarnya,” ucap Yuma. (doni osmon)