FKIP UMM Luluskan 482 Mahasiswa Program Pendidikan Guru

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pelaksana Program Pendidikan Guru (PPG) dengan indeks kelulusan paling banyak. Hal itu dikatakan Sekretaris Menteri Agama (Menag) Muhammad Sidik Sisdiyanto, S.Ag., M.Pd. dalam Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi PPG dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah Kementrian Agama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, pada 20 Mei 2023. Ada 482 mahasiswa yang berhasil lulus dari berbagai bidang seperti biologi, bahasa Inggris, dan lainnya. Sidik menegaskan bahwa guru merupakan garda terdepan dalam pendidikan. Bukan hanya melakukan transfer ilmu saja, namun juga harus menjadi contoh bagi para anak didik. Mengingat teknologi saat ini tidak dapat memberikan pendidikan akhlak secara komprehensif layaknya seorang guru. “Saat menemui masalah atau pertanyaan sulit, anak-anak sekarang cenderung langsung mencarinya di Google. Namun kecanggihan itu belum bisa memberikan pembelajaran akhlak. Di sinilah peran strategis guru yang harus selalu membimbing mereka,” ungkapnya. Sidik juga mengingatkan, guru memang harus mampu membawa nilai-nilai profetik dalam mendidik anak-anak. Dia juga memberikan sederet pesan yang dikutip dari KH Ahmad Dahlan. Salah satu kriteria guru yang kompeten adalah mereka yang mampu menguasai proses belajar dan mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan optimal. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Sekretaris Panitia Nasional PPG Kemenag RI Dr. Mustofa Fahmi, M.Ed. Mustofa menjelaskan bahwa ada sekitar 831 ribu guru aktif di madrasah. Sayangnya, masih ada 49 persen atau 431 ribuan guru yang belum tersertifikasi. Maka, peserta PPG yang sudah menyelesaikan program patut bersyukur bisa masuk dan mengikuti PPG di UMM. Saat ini, ada empat fokus utama yang dikembangkan dalam upaya meningkatkan kompetensi guru oleh Kemenag. Yakni peningkatan kompetensi, peningkatan kualifikasi, dan peningkatan karir. Pun dengan peningkatan di aspek kesejahteraan guru. Fahmi juga berpesan agar lulusan PPG tetap mengedepankan misi kebaikan serta mengoptimalkan ilmu yang didapat selama menjalani program.  “Saya ucapkan selamat dan sukses. Kalau sebelum PPG siswa-siswa beristighfar saat bapak dan ibu masuk kelas, maka sekarang insyaallah mereka akan mengucap alhamdulillah karena bapak ibu merupakan guru-guru terbaik dan profesional,” katanya. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa bonus demografi Indonesia diprediksi akan berakhir pada 2038. Maka, perlu adanya upaya masif untuk memanfaatkan momen tersebut dan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia.  “Saat berbicara mengenai SDM, sudah barang tentu larinya akan ke pendidikan dan guru. Sehingga bapak dan ibu memiliki tanggungjawab mengembangkan SDM yang memiliki cerdan dan berkompeten melalui didikan yang baik dan benar,” tegasnya. Hal serupa juga dikatakan dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayano, M.M. Ia mengatakan bahwa artificial intelligence (AI) sudah meluas. Banyak sektor yang memanfaatkan AI dan bahkan manusia mulai tergantikan. Termasuk di dalamnya bidang pendidikan dan pengajaran. “Apakah peran guru akan tergilas? Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan bermintra, merangkul, serta memanfaatkan teknologi untuk mengatasi problem pendidikan yang sedang kita hadapi,” pungkas Trisakti. (*)

Mahasiswa PPG Prajab PGSD Tanam Pohon di Pujon Hill UMM

MALANG-Mahasiswa PPG (Pendidikan Profesi Guru) Pra Jabatan (Pra Jab) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menggelar kegiatan penghijaun di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Pujon Hill. Dijelaskan Yuma Candra Putri Mulya, S.Pd, giat pada (18/5) tersebut merupakan kegiatan untuk pemenuhan mata kuliah Proyek Kepemimpinan 2 mahasiswa prajab PGSD UMM kelas V. Menurut Yuma latar belakang kegiatan tersebut disebabkan KHDTK Pujon Hill sebagai salah satu sumber daya alam yang sangat besar bagi kehidupann manusia. Khususnya pelestarian tanaman dan pohon. Terutama pelestarian lingkungan di dataran tinggi  terutama di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang sangat rentan terjadinya bencana alam. Seperti tanah longsor, dan menurunnya kualitas serta kuantitas sumber daya air. Berdasarkan hal ini mahasiswa PPG prajabatan PGSD UMM kelas V melakukan penghijauan  tematik Sustainable Living of Gerilnas (Gerakan Literasi Menanam Pohon Pinus dan Cemara) di Pujon Hill UMM. Tujuannya, kata Yuma, meningkatkan keterampilan dan aksi individu, komunitas dan masyarakat terhadap lingkungan hidup,   untuk mewujudkan wawasan masyarakat tentang lingkungan yang sadar arti ekologi dan lingkungan bagi keberlangsungan hidup manusia. Berikutnya, lanjut Yuma menciptakan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempunyai solusi mengatasi masalah lingkungan sekitarnya. Misalnya bencana tanah longsor, banjir serta ketersediaan sumber daya air. Menjaga keseimbangan lingkungan dalam upaya mengurangi efek global warming. Kegiatan ini dijelaskan Yuma dihadiri oleh para dosen PGSD UMM, mahasiswa PPG prajab, serta tamu undangan. Jumlah seluruhnyan sekitar 30 orang termasuk panitia-tamu undangan. Harapan jangka panjangnya seluruh element masyarakat khsuusnya mahasiswa sadar terhadap gerakan literasi penghijauan. “Gerakan ini mempunyai banyak manfaat bagi generasi berikutnya dalam upaya melestarikan alam sekitarnya,” ucap Yuma. (doni osmon)

Mahasiswa PPG FKIP UMM Suarakan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Pendidikan

Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan angkatan satu Universitas Muhammadiyah Malang menyuarakan pentingnya kesehatan mental bagi peserta didik. Ketua pelaksana, PPG prajabatan, Mahariska Anjar Palupi mengatakan kesehatan mental ini sangat penting bagi peserta didik demi optimalnya keberhasilan pendidikan khususnya sekolah dasar. “Kami ingin mengupayakan agar para orang tua memiliki kesadaran yang baik tentang pentingnya kesehatan mental peserta didik,” kata Mahariska, Senin (15/5/2023). Ia menambahkan, melalui optimalisasi kesadaran para orang tua terhadap kesehatan mental peserta didik ini sangat penting. “Diharapkan orang tua dapat sepenuhnya sadar bahwa kesehatan mental peserta didik menjadi landasan utama dari berbagai keberhasilan pendidikan dan prestasi,” ungkap Mahariska. Seminar PPG prajabatan angkatan satu ini melibatkan Kepala SDN Sumbersari 2 Kota Malang, Endang Sulistiyawati dan psikolog dari UMM yakni Uun Zulfiana. Selain seminar, dilakukan pula acara finger painting dan karya kolaborasi (Eco Pounding) bekerja sama dengan Muhammad Yusuf untuk meningkatkan kualitas hubungan dan komunikasi antara peserta didik dengan orang tua. Masih kata Mahariska, kesehatan mental juga untuk mempersiapkan kondisi terbaik anak sebagai peserta didik di sekolah dasar dan menekan angka gangguan kesehatan mental. “Adanya upaya ini diharapkan kesehatan mental peserta didik nantinya akan menjadi perhatian juga dalam dunia pendidikan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas serta adanya peningkatan moralitas peserta didik,” jelasnya. Sementara itu, Uun Zulfiana menjelaskan, ada kenaikan jumlah anak mengalami gangguan kesehatan mental dari angka 12 juta menjadi 20 juta. “Dari 6,1 persen menjadi 9,8 persen penduduk Indonesia dengan usia dibawah 15 tahun mengalami gangguan kesehatan mental dan emosional. Sering terjadi pada anak dan remaja seperti, ADHD, Gangguan kecemasan, Gangguan perilaku bahkan bipolar disorder,” jelasnya. Menurut Uun, dalam kasus berkelanjutan didapati perilaku yang merugikan orang lain seperti Oppositional Defiant Disorder (ODD) kondisi ketika seorang anak menampilkan pola yang terus-menerus dari suasana hati yang marah atau mudah tersinggung. “Perilaku menantang atau argumentatif dan balas dendam terhadap orang. Perilaku bullying, Conduct Disorder (CD) dimana ini merupakan gangguan perilaku dan emosi serius yang membuat anak menunjukkan perilaku kekerasan, suka merusak benda tertentu dan cenderung sulit mengikuti aturan di sekolah maupun di rumah,” pungkasnya.  

PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN BAGI GURU MADRASAH MAPEL UMUM ANGKATAN I TAHUN ANGGARAN 2023 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PENGUMUMAN Nomor : E.5.b/061/PPG-FKIP-UMM/V/2023 Tentang PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN BAGI GURU MADRASAH MAPEL UMUM ANGKATAN I TAHUN ANGGARAN 2023 KEMENTERIAN AGAMA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sehubungan dengan Surat Edaran An. Direktur Jenderal, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah nomor B-17.1/DJ.I/Dt.I.II/05/2023 tanggal 2 Mei 202 tentang Jadwal Pelaksanaan PPG Daljab bagi Guru Madrasah Mapel Umum Tahun 2023, bersama ini kami mengundang calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Mapel Umum Angkatan I 2023 Universitas Muhammadiyah Malang untuk segera melakukan lapor diri. Kegiatan lapor diri dilakukan secara daring pada tanggal 4 s.d 7 Mei 2023 melalui https://linktr.ee/ppgfkipumm Adapun berkas-berkas yang harus disiapkan dan dikumpulkan adalah sebagai berikut. Format A1 dan Pakta Integritas (format diunduh dari SIMPATIKA) Biodata Mahasiswa PD DIKTI (format terlampir) Surat Pernyataan Ijin Kepala Sekolah (format terlampir) Scan Ijazah S1 Scan Transkrip Nilai S1 Scan Kartu Identitas KTP/SIM Pas Foto Berwarna dimensi 4 x 6 dengan ketentuan menggunakan kemeja formal berwarna putih, berjas formal warna hitam, menggunakan dasi berwarna hitam, dan berlatar belakang biru dan berlatar belakang merah. SKCK (dari Kepolisian setempat) Surat Keterangan Sehat (dari Puskesmas/RSUD setempat) Surat Bebas NAPZA (dari BNN/Kepolisian/Puskesmas/RSUD setempat) Scan NPWP (bagi yang memiliki) Formulir Mahasiswa PPG UMM Scan asli Akta kelahiran Scan asli Kartu Keluarga (KK) Scan asli Ijazah SMA Semua berkas di atas dibuat dalam format: pdf/jpg. Mohon dipastikan hasil scan rapi dan bisa terbaca dengan jelas. Demikian surat ini sampaikan, atas perhatian disampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Link Group Whatsapp PPG Daljab Angkatan 1 Kemenag UMM

PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN TAHUN 2023 ANGKATAN I KEMENDIBUDRISRTEK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PENGUMUMAN Nomor : E.5.b/053/PPG-FKIP-UMM/IV/2023 Tentang PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN TAHUN 2023 ANGKATAN I KEMENDIBUDRISRTEK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sehubungan dengan Surat Edaran Direktur Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 0657/B2/GT.00.02/2023 tanggal 19 April 2023 tentang Penetapan Mahasiswa dan Mekanisme Lapor Diri PPG Dalam Jabatan Tahun 2023 Angkatan I, bersama ini kami mengundang calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan Tahun 2023 Angkatan I Universitas Muhammadiyah Malang untuk segera melakukan lapor diri. Kegiatan lapor diri dilakukan secara daring pada tanggal 2 s.d. 5 Mei 2023 melalui https://linktr.ee/ppgumm Adapun berkas-berkas yang harus disiapkan dan dikumpulkan adalah sebagai berikut. Format A1 dan Pakta Integritas (format diunduh dari SIMPKB) Biodata Mahasiswa PD DIKTI (format terlampir) Surat Pernyataan Ijin Kepala Sekolah (format diunduh dari SIMPKB) Scan Ijazah S1 Scan Transkrip Nilai S1 Scan Kartu Identitas KTP/SIM Pas Foto Berwarna dimensi 4 x 6 dengan ketentuan menggunakan kemeja formal berwarna putih, berjas formal warna hitam, menggunakan dasi berwarna hitam, dan berlatar belakang biru dan berlatar belakang merah. SKCK (dari Kepolisian setempat) Surat Keterangan Sehat (dari Puskesmas/RSUD setempat) Surat Bebas NAPZA (dari BNN/Kepolisian/Puskesmas/RSUD setempat) Scan NPWP (bagi yang memiliki) Formulir Mahasiswa PPG UMM Scan asli Akta kelahiran Scan asli Kartu Keluarga (KK) Scan asli Ijazah SMA Semua berkas di atas dibuat dalam format: pdf/jpg. Mohon dipastikan hasil scan rapi dan bisa terbaca dengan jelas. Demikian informasi disampaikan, atas perhatian disampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Kuliah Umum PPG FKIP UMM, Dirjen Paud Dikdasmen Dorong Pendidik Mandiri dan Merdeka

Malang – Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar agenda kuliah umum, (Rabu, 9/11/2022). Mengusung tema “Kebijakan Pendidikan Nasional Menuju Indonesia Emas”, hadir sebagai pembicara Dr. Iwan Syahril, Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paud Dikdasmen). Acara turut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, Dekanat FKIP UMM, Kaprodi PPG, dan mahasiswa PPG FKIP UMM. Dalam paparannya, Dr. Iwan Syahril menegaskan Kembali filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantoro. Terlebih, kondisi Pendidikan Indonesia saat ini lemah dalam hal karsa atau kemauan. Menurutnya, dewasa ini pendidikan bangsa terlena untuk menajamkan pikiran peserta didik saja, namun lupa kemauan dan keinginan para siswa di sekolah. Dengan kata lain, aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik ini sayangnya tidak diimbangi dengan kemauan yang diinginkan peserta didik. “Pendidikan yang hanya menajamkan pikiran tetapi mengesampingkan kemauan anak didik adalah pendidikan yang hampa. Justru, pendidikan yang memperhatikan kemauan akan selalu berkembang sekalipun dalam kondisi sulit,” terangnya pada acara yang berlokasi di Dome Theater Universitas Muhammadiyah Malang. Karena itu, para peserta diajak untuk mengembalikan arah pendidikan pada filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Dalam filosofi Ki Hajar Dewantara terkandung amanah terhadap profesi guru ini. Ing Ngarso Sung Tuladha mengamanatkan seorang guru menjadi seorang pemimpin yang dapat diteladani di kelasnya. Ing Madya Mangun Karso mengamanatkan seorang pendidik untuk senantiasa menguatkan keyakinan dan membangkitakan semangat mencerdaskan bangsa. Adapun Tut Wuri Handayani mengamatkan pendidik agar dapat melejitkan potensi dan proses tumbuh kembang anak didik sehingga kemandirian bisa terbentuk dalam dirinya. Pendidikan holistik yang dicanangkan oleh Ki Hajar Dewantara terbagi menjadi empat aspek yaitu oleh cipta, olah rasa, olah karsa, dan olahraga. Cipta secara makna yakni menajamkan pikiran, rasa memiliki dan menghaluskan perasaan. Karsa untuk menguatkan kemauan dan keinginan dan olahraga bertujuan agar menyehatkan jasmani atau fisik. Adapun pada poin cipta, rasa, dan karsa menjadi poin dalam Budi, sedangkan raga masuk dalam poin Pekerti. “Jadi, filosofi Ki Hajar Dewantara ini berupaya menghasilkan lulusan pendidikan yang mandiri dan merdeka,” tandasnya. Selaras dengan itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menuturkan jika guru memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi bangsa ketika berhadapan dengan bonus demografi. Oleh karena itu, guru harus memiliki kualifikasi yang baik atau professional. Sehingga, guru dapat mendidik dan mengembangkan kualitas anak bangsa. Guru punya tanggung jawab moral. Salah satunya dengan membekali anak didik dengan skill dan kualitas pendidikan yang baik. “Guru harus bisa memahami potensi tiap muridnya. Dari situlah nanti akan muncul bibit-bibit potensi yang mampu memajukan bangsa dan mewujudkan Indonesia emas 2045,” tutup Rektor UMM. Karena itu, UMM juga turut berkontribusi menyiapkan SDM mumpuni yang siap menghadapi kompetisi global melalui Center of Excellence (CoE). Saat ini, ada lebih dari 40 sekolah unggulan CoE yang tersebar di berbagai fakultas. Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ada lima sekolah unggulan yang sudah dilaksanakan yakni CoE konsultan pendidikan, media dan animasi pendidikan digital, english for hospitality, entrepreneur perbukuan dan sekolah wisata sejarah digital.

PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN BAGI GURU BELUM LULUS UTN PLPG

PENGUMUMAN Nomor : E.5.b/193/PPG-FKIP-UMM/XI/2022 Tentang PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN BAGI GURU BELUM LULUS UTN PLPG UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sehubungan dengan Surat Edaran Direktur Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 2517/B2/GT.00.08/2022 tanggal 8 November 2022 tentang Penetapan Mahasiswa dan Mekanisme Lapor Diri PPG Dalam Jabatan bagi Guru Belum Lulus UTN PLPG, bersama ini kami mengundang calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan bagi Guru Belum Lulus UTN PLPG Universitas Muhammadiyah Malang untuk segera melakukan lapor diri. Kegiatan lapor diri dilakukan secara daring pada tanggal 10 – 12 November 2022 melalui https://linktr.ee/ppgfkipumm Adapun berkas-berkas yang harus disiapkan dan dikumpulkan adalah sebagai berikut. Format A1 dan Pakta Integritas (format diunduh dari SIMPKB) Biodata Mahasiswa PD DIKTI  (format terlampir) Surat Pernyataan Ijin Kepala Sekolah (format diunduh dari SIMPKB) Scan Ijazah S1 Scan Transkrip Nilai S1 Scan Kartu Identitas KTP/SIM Pas Foto Berwarna dimensi 4 x 6 dengan ketentuan menggunakan kemeja formal berwarna putih, berjas formal warna hitam, menggunakan dasi berwarna hitam, dan berlatar belakang biru dan berlatar belakang merah. SKCK (dari Kepolisian setempat) Surat Keterangan Sehat (dari Puskesmas/RSUD setempat) Surat Bebas NAPZA (dari BNN/Kepolisian/Puskesmas/RSUD setempat) Scan NPWP (bagi yang memiliki) Formulir Mahasiswa PPG UMM Scan asli Akta kelahiran Scan asli Kartu Keluarga (KK) Scan asli Ijazah SMA Semua berkas di atas dibuat dalam format: pdf/jpg. Mohon dipastikan hasil scan rapi dan bisa terbaca dengan jelas. Demikian surat ini sampaikan, atas perhatian disampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. LAMPIRAN Format Pakta Integritas Format Surat Izin Pimpinan Format Biodata Mahasiswa Formulir Mahasiswa PPG UMM

PEMANGGILAN MAHASISWA PPG DALJAB KATEGORI I GELOMBANG 2 KEMENDIKBUDRISTEK TAHUN 2022

PENGUMUMAN Nomor : E.5.b/174/PPG-FKIP-UMM/X/2022 Tentang PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN KATEGORI I GELOMBANG 2 KEMENDIKBUDRISTEK  TAHUN 2022 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sehubungan dengan Surat Edaran Direktur Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 2433/B2/GT.00.08/2022 tanggal 29 Oktober 2022 tentang Penetapan Mahasiswa dan Mekanisme Lapor Diri PPG Dalam Jabatan Kategori I Gelombang II Tahun 2022, bersama ini kami mengundang calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori I Gelombang II Tahun 2022 Universitas Muhammadiyah Malang untuk segera melakukan lapor diri. Kegiatan lapor diri dilakukan secara daring pada tanggal 31 Oktober s.d. 2 November 2022 melalui https://linktr.ee/ppgumm Adapun berkas-berkas yang harus disiapkan dan dikumpulkan adalah sebagai berikut. Format A1 dan Pakta Integritas (format diunduh dari SIMPKB) Biodata Mahasiswa PD DIKTI  (format terlampir) Surat Pernyataan Ijin Kepala Sekolah (format diunduh dari SIMPKB) Scan Ijazah S1 Scan Transkrip Nilai S1 Scan Kartu Identitas KTP/SIM Pas Foto Berwarna dimensi 4 x 6 dengan ketentuan menggunakan kemeja formal berwarna putih, berjas formal warna hitam, menggunakan dasi berwarna hitam, dan berlatar belakang biru dan berlatar belakang merah. SKCK (dari Kepolisian setempat) Surat Keterangan Sehat (dari Puskesmas/RSUD setempat) Surat Bebas NAPZA (dari BNN/Kepolisian/Puskesmas/RSUD setempat) Scan NPWP (bagi yang memiliki) Formulir Mahasiswa PPG UMM Scan asli Akta kelahiran Scan asli Kartu Keluarga (KK) Scan asli Ijazah SMA Semua berkas di atas dibuat dalam format: pdf/jpg. Mohon dipastikan hasil scan rapi dan bisa terbaca dengan jelas. Demikian surat ini sampaikan, atas perhatian disampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

PPG UMM: Guru Faktor Utama Songsong Indonesia Emas 2045

Guru menjadi faktor penting dalam upaya menyukseskan Indonesia emas pada tahun 2045 nanti. Ditambah lagi dengan awal puncak bomus demografi yang akan terjadi pada 2030 mendatang. Itu ditegaskan Rektor Universitas Muhammadiyah malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd. dalam Orientasi Akademik Program pendidikan profesi guru (PPG), Rabu (24/8) lalu. Fauzan mengajak peserta PPG untuk merenungkan siapa yang akan memegang kepemimpinan di 2030 nanti. Jawabanya ialah anak-anak didik yang kini sedang menimba ilmu di sekolah dasar. Maka, para guru dinilai mnejadi ujung tombak dalam upaya melahirkan generasi masa depan. Adapun mahasiswa PPG yang berkuliah di UMM berjumlah 661 mahasiswa. Terdiri dari bidang matematika sebanyak 34 orang, bahasa Indonesia 35 orang, PKN 35 orang, bahasa Inggris 70 orang serta 487 orang di bidang pendidikan guru sekolah dasar. Para peserta PPG juga berasal dari 106 kabupaten dan kota yang berbeda. Lebih lanjut, Fauzan juga ingin agar peserta PPG mampu memproyeksikan hal apa saja yang akan terjadi di masa depan. Salah satunya adalah lingkungan yang serba digital. Pun dengan pola komunikasi yang berbeda pula. Maka, tidak ada jalan lain selain mengupgrade diri agar bisa memberikan pengetahuan dan skill terkini kepada anak-anak didik. Terkait bonus demografi, Rektor asli Kediri tersebut menjelaskan bahwa jumlah usia produktif akan sangat tinggi dibandingkan yang tidak produktif pada 2045 nanti. Bahkan jumlah masyarakat dengan usia produktif akan mencapai 77,7 persen. Jika mampu memanfaatkannya, bukan tidak mungkin Indonesia bisa masuk di jajaran negara dengan perkembangan ekonomi raksasa. Pun sebaliknya, jika tidak bisa memaksimalkan bonus demografi, maka semua mimpi akan sirna dan sia-sia. “Sekali lagi saya tekankan bahwa pendidikan dan guru memiliki peran penting mewujudkan Indonesia emas 2045. Jadi, PPG tidak semata-mata hanya untuk administrasi maupun finansial saja. Namun yang lebih substansial adalah bagaimana guru mampu mendidik dengan baik anak-anak yang menjadi pemegang estafet selanjutnya,” tegasnya. Hal serupa juga ditegaskan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr. Trisakti Handayani, M.M. Menurutnya, para peserta PPG UMM harus bersungguh-sungguh untuk melalui semua proses yang pendidikan. Apalagi ada sebanyak 1,4 juta guru yang masih harus menunggu giliran mengikuti PPG. “Saya yakin, jika saudara-saudara bisa bertahan dan serius melewati program pendidikan ini, maka predikat guru profesional otomatis akan melekat. Jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan baik yang ada di depan mata. Semoga teman-teman bisa lulus dan menjadi guru panutan peserta didik,” harapnya mengakhiri. (wil) Sumber : https://www.umm.ac.id/id/berita/ppg-umm-guru-faktor-utama-songsong-indonesia-emas-2045.html

Menyelaraskan Kurikulum Pendidikan Bersama PPG UMM

  Program Studi PPG FKIP UMM melaksanakan kuliah tamu secara online melalui platform zoom meeting. Dimoderatori oleh Fahdian Ramadani, kegiatan kuliah tamu berjalan dengan lancar dan diikuti kurang lebih seribu peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan adanya pembaharuan kurikulum pembelajaran (01/08). Iin Hindun selaku Kaprodi PPG menyampaikan kuliah tamu pada siang ini diikuti oleh peserta PPG prajabatan dan dalam jabatan, mahasiswa, dosen, dan pengelola. Kegiatan ini didasari dengan adanya pembaharuan kurikulum dari model pembelajaran sebelumnya. Berdiskusi bagaimana cara menggunakan kurikulum pembelajaran yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Termasuk kemajuan teknologi, interaksi sosial, dan lain sebagainya. Supaya calon guru menjadi lebih profesional dan menginspirasi peserta didik. Dibuka oleh Trisakti Handayani selaku Dekan FKIP menuturkan bagaimana cara mengimplementasi dan menyusun strategi inovatif. Adanya kesempatan emas dengan pakar kurikulum dan desain pembelajaran dapat menjawab seluruh pertanyaan peserta. “Siap menghadapi perkembangan dan perubahan dinamika pendidikan, peserta PPG harus menyesuaikan dengan perubahan kebijakan nasional,” tuturnya. Agusti Tamrin, selaku dosen yang menyampaikan materi bertajuk Strategi Penyusunan Desain Pembelajaran Inovatif dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pokok materi berkutik pada pembelajaran PPG dan strategi desain pembelajaran PPG. Alur pelaksanaan pembelajaran PPG Dalam Jabatan terdapat pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, dan praktik pengalaman lapangan. Materi kali ini berpacu pada kerangka acuan Ekologi dan filsafat pendidikan dan pengajaran dari Ki Hajar Dewantara “Benih bagus ditanam di lahan yang baik oleh petani yang baik dengan cara yang tepat,”. Hal tersebut bagaikan model PPG Indonesia untuk memberikan edukasi kepada calon guru untuk memberikan pengajaran yang baik kepada peserta didik.  “Guru harus memiliki hubungan baik dengan ekosistem terkait untuk melahirkan benih yang bagus,” ujar Ketua Forum Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG. Selanjutnya, Agusti Tamrin juga menyampaikan strategi pembelajaran PPG dengan digital media. Mengetahui literasi media juga diperlukan saat menerapkan pembelajaran inovasi revolusi industri 4.0 (Smart Manufacturing).  Creativity, Communication, Collaboration, dan Critical Thinking harus disesuaikan dengan literasi data, teknologi, dan manusia. Demi menyesuaikan cara pembelajaran dengan generasi masa depan guru harus berkiprah pada dunia teknologi. “Teknologi tidak dapat menggantikan peran guru, namun guru yang tidak menguasai teknologi akan ditinggalkan oleh zaman,” ujarnya. Dinn Wahyudin selaku pemateri kedua, mengawali penyampaian dengan kutipan menginspirasi “Teladan yang baik adalah Khotbah yang jitu,” oleh K.H. Ahmad Dahlan. Hal tersebut tentu saja sesuai dengan guru yang menyampaikan edukasi kepada peserta didik yang ampuh dan jitu. “Jadikan komunikasi dan kolaborasi menjadi salah satu kemampuan peserta didik. Siswa dilatih untuk mengemukakan pendapat, menyuarakan ide dan gagasan yang sesuai dengan usianya,” ungkapnya. Selain itu, terdapat delapan indikator kinerja utama yang disampaikan dengan menarik yang disesuaikan dengan perumpamaan yang jelas. Dalam indikator tersebut terdapat beberapa poin penting yaitu kualitas lulusan yang baik, pembimbing yang berkualitas, dan kualitas kurikulum dan instruksi yang berlaku. Hal tersebut sangat berpengaruh pada nilai kemanusiaan, karakter, sikap dan perilaku peserta didik yang akan dikembangkan. Husna Laily, selaku peserta menanyakan terkait “Strategi cara penyesuaian terhadap seringnya perubahan kurikulum pembelajaran,”. Pertanyaan tersebut diajukan dan dijawab oleh Dinn Wahyudin, “Sebenarnya hal tersebut bukanlah perubahan, tetapi penyempurnaan. Adanya kurikulum baru hanya perlu diyakini sebagai formula terbaik sebagai inovasi bentuk pembelajaran yang terbaik. Bahkan pemerintah juga menawarkan untuk menerapkan kurikulum yang sesuai dengan kriteria sekolah,” jawabnya. Sumber: https://www.kompasiana.com/egistaka/62e7b46708a8b533d43c9e45/menyelaraskan-kurikulum-pendidikan-bersama-ppg-umm?page=all