Malang – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Kurikulum PPG Berbasis Outcome-Based Education (OBE) (23/12/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pimpinan universitas, dosen, guru pamong, pengelola PPG, hingga pakar kurikulum nasional untuk bersama-sama merumuskan arah pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan berorientasi pada capaian pembelajaran.

Workshop dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi PPG UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen UMM dalam melakukan pembaruan dan peningkatan kualitas pendidikan profesi guru. Menurutnya, kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas guru yang mengajar di kelas. Oleh karena itu, Program Pendidikan Profesi Guru memiliki peran strategis dalam mencetak guru profesional yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Prof. Trisakti menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan karakteristik peserta didik generasi digital, hingga tuntutan keterampilan abad ke-21. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi berkelanjutan dalam pengembangan kurikulum PPG agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini dan masa depan. Salah satu pendekatan yang diadopsi adalah Outcome-Based Education (OBE), yaitu pendekatan pendidikan yang menempatkan capaian pembelajaran sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan.

“Dalam pendekatan OBE, fokus pendidikan tidak lagi semata-mata pada apa yang diajarkan dosen, melainkan pada apa yang benar-benar dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran,” ungkapnya. Pendekatan ini mendorong perubahan paradigma dari teacher-centered learning menuju student-centered learning, serta dari orientasi proses menuju orientasi hasil yang terukur.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, dalam arahannya menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk insan paripurna yang memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan harus dilihat secara komprehensif, mulai dari input, proses, output, hingga outcome yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor UMM menyoroti pentingnya pengembangan berbagai keterampilan abad ke-21 seperti kemampuan beradaptasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, komunikasi efektif, kolaborasi, kreativitas, dan inovasi. Menurutnya, pendekatan OBE sangat relevan untuk mendukung lahirnya guru-guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Din Wahyudin, Guru Besar Bidang Kurikulum dari Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa implementasi OBE merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata dari proses pembelajaran. OBE tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi memastikan bahwa lulusan benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan sesuai tuntutan profesi dan perkembangan zaman.

Prof. Din menegaskan bahwa kurikulum PPG harus mampu mengintegrasikan berbagai dimensi kompetensi, meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap (attitudes). Ketiga aspek tersebut harus dikembangkan secara seimbang agar menghasilkan guru profesional yang tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, serta komitmen terhadap pembelajaran sepanjang hayat.

Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan kurikulum berbasis OBE harus selalu merujuk pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang jelas dan terukur. Setiap mata kuliah perlu dirancang untuk berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian kompetensi lulusan, sehingga seluruh proses pendidikan memiliki arah yang terintegrasi dan berdampak nyata bagi kualitas lulusan.

Selain sesi pemaparan materi, peserta workshop juga disuguhkan berbagai praktik baik pembelajaran dari PPG UMM. Tayangan video yang ditampilkan memperlihatkan implementasi pembelajaran inovatif berbasis Project-Based Learning (PjBL), asesmen autentik, pembelajaran berdiferensiasi, serta pendekatan STEM yang diterapkan oleh mahasiswa PPG dalam praktik pembelajaran di sekolah. Kegiatan refleksi bersama dosen pembimbing dan guru pamong menjadi bukti komitmen PPG UMM dalam membangun budaya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas calon guru profesional.

Melalui workshop ini, PPG UMM berharap dapat menghasilkan rancangan kurikulum yang lebih inovatif, relevan, dan selaras dengan kebutuhan pendidikan masa depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi pendidikan, dan pemangku kebijakan dalam menyiapkan guru-guru profesional yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna, berorientasi pada hasil, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Dengan semangat transformasi pendidikan dan implementasi Outcome-Based Education, PPG Universitas Muhammadiyah Malang terus berupaya menjadi pelopor dalam menghasilkan guru profesional yang unggul, berkarakter, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.