Pendidikan Profesi Guru UMM kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik melalui kegiatan pelatihan bertajuk “Mencari Ide dan Mendesain Penelitian Berorientasi Jurnal Internasional Bereputasi Berbantuan AI”. Kegiatan tersebut menghadirkan Ahmad Fauzi sebagai narasumber utama yang membagikan strategi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu dosen, guru, dan mahasiswa dalam merancang penelitian berkualitas internasional.
Dalam pemaparannya, Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra berpikir dalam proses penelitian, mulai dari mencari ide, menganalisis artikel, hingga menyusun desain penelitian. Ia menekankan bahwa langkah awal untuk menghasilkan penelitian berkualitas adalah mempelajari artikel-artikel yang telah terpublikasi pada jurnal bereputasi internasional, khususnya jurnal terindeks Scopus.
Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan Google Scholar sebagai basis pencarian artikel ilmiah, serta penggunaan ekstensi Rapid Journal Quality Check untuk membantu mengidentifikasi kualitas jurnal berdasarkan kuartil Scopus. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut dapat mempermudah peneliti dalam memilah artikel berkualitas yang relevan dengan topik penelitian.
Selain itu, Ahmad Fauzi juga menjelaskan pentingnya prompt engineering dalam memaksimalkan penggunaan AI seperti ChatGPT. Ia mencontohkan bagaimana pengguna dapat mengatur persona AI agar bertindak layaknya dosen, peneliti, editor, sekaligus reviewer jurnal internasional sehingga mampu memberikan respons yang lebih mendalam dan berkualitas.
Dalam sesi praktik, peserta diajak mengunggah beberapa artikel jurnal Q1 ke dalam ChatGPT untuk dianalisis. Melalui tahapan prompting yang sistematis, AI diarahkan untuk mempelajari karakteristik ide penelitian berkualitas, desain penelitian bereputasi, hingga membantu menghasilkan alternatif topik penelitian yang relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia.
Ahmad Fauzi menegaskan bahwa ide penelitian pada jurnal bereputasi tidak hanya berfokus pada efektivitas model pembelajaran semata, melainkan harus mengangkat isu yang lebih luas seperti keterampilan abad ke-21, higher order thinking skills, hingga problematika pendidikan global. Menurutnya, penelitian berkualitas juga perlu memuat konstrak abstrak tingkat tinggi dan melibatkan mekanisme atau interaksi yang kompleks.
Tak hanya membahas ide penelitian, pelatihan tersebut juga mengupas strategi pengembangan desain penelitian yang sesuai standar jurnal internasional. Peserta diarahkan untuk memahami bagaimana penelitian Q1 dirancang untuk menguji mekanisme, bukan sekadar pengaruh sederhana, serta pentingnya pemisahan yang jelas antara desain, metode, dan prosedur penelitian.
Lebih lanjut, Ahmad Fauzi memperlihatkan bagaimana AI dapat membantu mengevaluasi kualitas ide penelitian melalui simulasi peran sebagai editor dan reviewer jurnal internasional. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat memperoleh masukan kritis sekaligus penilaian skor terhadap ide penelitian yang dirancang sebelum dikembangkan menjadi proposal penelitian.
Kegiatan ini juga membahas pemanfaatan AI dalam penyusunan proposal penelitian, mulai dari penyusunan kerangka pendahuluan, pengembangan desain penelitian, hingga penyusunan kajian pustaka secara lebih sistematis. Namun demikian, Ahmad Fauzi menegaskan bahwa AI tidak boleh dijadikan jalan pintas dalam menulis karya ilmiah. AI hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat proses berpikir dan eksplorasi ide, sementara proses analisis, validasi, dan pengembangan tetap harus dilakukan oleh peneliti secara mandiri.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi diskusi berlangsung. Sejumlah peserta menanyakan implementasi AI dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hingga batas penggunaan file pada ChatGPT. Menanggapi hal tersebut, Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu guru menyusun PTK yang lebih sistematis dan terarah, asalkan tetap digunakan secara bijak dan berintegritas.
Melalui kegiatan ini, PPG UMM berharap para pendidik dan calon peneliti mampu memanfaatkan perkembangan teknologi AI secara optimal untuk menghasilkan penelitian yang inovatif, relevan, dan berdaya saing internasional tanpa meninggalkan integritas akademik sebagai landasan utama dalam berkarya.