Universitas Muhammadiyah Malang melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar kuliah tamu internasional bertajuk “Teacher Resiliency in the Digital Age: Strategies for Enhancing Adaptability in Global Competition”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh mahasiswa PPG, dosen, guru pamong, serta sivitas akademika UMM (5/4/2026).
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UMM, Salis Yuniardi, Dalam sambutannya, beliau menyampaikan komitmen UMM untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Ketua Program Pendidikan Profesi Guru UMM, Trisakti Handayani, dalam sambutannya menekankan pentingnya ketangguhan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Menurutnya, guru masa kini tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Ketangguhan guru di era digital bukan sekadar kemampuan bertahan menghadapi tantangan, tetapi kemampuan untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Kuliah tamu internasional ini menghadirkan narasumber utama, yakni Chan Yen Chang, Chair Professor sekaligus Director of Science Education Center National Taiwan Normal University (NTNU). Dalam paparannya, Prof. Chang membahas pentingnya adaptabilitas guru terhadap teknologi pembelajaran di era digital dan kompetisi global. Prof. Chang memperkenalkan dua platform inovatif yang dikembangkan timnya di NTNU, yakni Cloud Classroom dan IC AI, yang dirancang untuk mendukung pembelajaran interaktif berbasis teknologi dan kecerdasan buatan. Kedua platform tersebut dapat diakses secara gratis oleh pendidik di seluruh dunia.
“Teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat proses pembelajaran, bukan menggantikan peran guru. Guru tetap memiliki posisi sentral sebagai inspirator, pembimbing, dan pembentuk karakter peserta didik,” jelasnya.
Pada sesi kedua, Wakil Rektor IV UMM, Salis Yuniardi, memaparkan materi mengenai adaptabilitas psikologis guru di era digital. Ia menekankan bahwa selain kompetensi teknologi, guru juga perlu memiliki ketahanan mental, resiliensi, dan pola pikir berkembang (growth mindset) agar mampu menghadapi dinamika perubahan zaman. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring. Dalam sesi diskusi interaktif, para mahasiswa PPG dan guru pamong berkesempatan berdialog langsung dengan narasumber terkait tantangan implementasi teknologi dalam pembelajaran.
Melalui kuliah tamu internasional ini, UMM berharap dapat memperluas wawasan mahasiswa PPG dan para pendidik untuk menjadi guru profesional yang adaptif, tangguh, dan siap bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia serta nilai-nilai keislaman.Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan agar kolaborasi akademik antara UMM dan National Taiwan Normal University dapat terus berlanjut di masa mendatang.
