Hampir 9 ribu Lulusan Profesi Guru UMM Lulus Berjamaah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mengukuhkan 8.089 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada awal tahun 2025 ini, tepatnya 25 Januari. Dari jumlah tersebut, 816 merupakan calon guru baru, sementara 7.273 adalah guru dalam jabatan. Para lulusan ini tersebar di 219 kota/kabupaten dari 27 provinsi, termasuk Papua, Papua Barat, Sulawesi, Riau, Sumatera, dan lainnya. Mereka juga mencerminkan keberagaman agama, seperti Islam, Katolik, Kristen, dan Hindu. Acara pengukuhan yang berlangsung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM ini diwarnai dengan orasi ilmiah bertema “Peran Guru Baru Indonesia dalam Mewujudkan Pendidikan Maju dan Bermutu untuk Semua”. Tema ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Dalam orasinya, Prof. Nunuk menekankan bahwa guru memegang peranan penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia emas 2045. Ia menyoroti pentingnya guru memiliki kompetensi sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mengharuskan setiap guru memiliki kualifikasi minimal S1 atau D4, serta sertifikasi pendidik. Prof. Nunuk juga menggarisbawahi bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada mengajar, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang inovatif dan menyenangkan. “Guru harus menjadi agen perubahan yang mampu membawa kemajuan di tengah perkembangan zaman. Dengan teknologi dan pendekatan kreatif, pendidikan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Ia menjelaskan lebih lanjut tentang tantangan pendidikan di era globalisasi. Di antaranya melibatkan penguasaan teknologi, pendidikan karakter, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan global. “Selain menguasai materi ajar, guru juga harus menanamkan nilai-nilai moral, membangun karakter siswa, dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” tambahnya. Ia juga mengapresiasi peran UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten menyelenggarakan program PPG dengan hasil yang melampaui target. Ia menyebutkan bahwa lulusan PPG UMM merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan guru berkualitas di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si., memberikan arahan kepada para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan pendidikan. “Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter siswa. Masa depan bangsa berada di tangan kalian,” pesannya. Hal serupa disampaikan Wakil Dekan I FKIP, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si. Menurutnya, penguasaan teknologi dan pendekatan pembelajaran yang kreatif merupakan skill yang sangatl krusial. “Sebagai lulusan PPG, Anda diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus inspirasi bagi siswa. Teruslah belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya. Pengukuhan ini menjadi simbol tanggung jawab besar bagi para lulusan untuk terus mengabdi demi kemajuan pendidikan. Dengan semangat dan kompetensi yang telah diperoleh, mereka diharapkan dapat mewujudkan pendidikan bermutu yang merata di seluruh Indonesia. (*Wil/Vin)  

PPG UMM Raih Prediat Melampaui Standar berkat Integrasi Teknologi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini mereka dengan meraih predikat ‘Melampaui Standar’ sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2024. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam acara yang digelar di Denpasar, Bali, pada 17 Desember 2024. Keberhasilan ini bukan hanya hasil dari kerja keras, tetapi juga cerminan inovasi dan sinergi di lingkungan FKIP UMM. Selaku Dekan FKIP Trisakti Handayani, M.M., mengungkapkan, koordinasi antara dosen, tenaga kependidikan, guru pamong, dan admin IT menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan PPG di UMM. “Kami memastikan seluruh elemen bekerja secara sinergis untuk mendukung proses pembelajaran. Kolaborasi yang erat antara dosen yang memberikan materi, guru pamong yang mendampingi praktik lapangan, dan admin IT yang memastikan teknologi berjalan lancar adalah pondasi kami. Pembelajaran PPG di UMM bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses terpadu yang didukung teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal,” jelasnya. Tidak berhenti pada koordinasi internal, FKIP UMM juga berkomitmen untuk melampaui kurikulum nasional PPG. Meskipun standar nasional sudah ditetapkan, FKIP UMM melihat ini sebagai titik awal, bukan batas akhir. Mereka berupaya memberikan nilai tambah melalui mata kuliah inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi modern. “Kami menyusun mata kuliah Manajemen Media Pembelajaran Berbasis TIK sebagai bagian dari kurikulum elektif. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menciptakan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan eksplorasi Metaverse. Kami ingin calon guru UMM tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan metode pembelajaran yang kreatif dan efektif,” ujarnya. Untuk mendukung penerapan mata kuliah berbasis teknologi tersebut, FKIP UMM telah membangun ruang multimedia khusus yang dirancang untuk mendukung pembelajaran digital. Ruangan ini dilengkapi dengan Smart TV, perangkat podcast, dan peralatan modern lainnya yang memungkinkan mahasiswa berkreasi tanpa batas. Ruang ini hanya untuk 30 mahasiswa per sesi agar proses belajar lebih intensif dan produktif. “Di ruang multimedia ini, mahasiswa tidak lagi presentasi dengan cara lama. Mereka bisa menyampaikan ide menggunakan Smart TV yang terhubung dengan WiFi dan perangkat lainnya. Mahasiswa juga belajar membuat konten edukatif di TikTok, podcast, hingga media pembelajaran digital lainnya. Pendekatan ini memastikan mereka siap menghadapi tuntutan dunia pendidikan modern,” ungkapnya. Selain mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan teknologi, FKIP UMM juga memandang pentingnya wawasan global bagi calon guru. Untuk itu, mereka merancang Program Pengalaman Lapangan (PPL) internasional. Pada Februari 2025 mendatang, lima mahasiswa akan dikirim ke Thailand untuk praktik mengajar di sekolah-sekolah internasional. Program ini bertujuan agar mahasiswa merasakan langsung tantangan pendidikan global dan memperluas perspektif mereka. Di akhir, Trisakti menekankan bahwa era globalisasi menuntut guru Indonesia untuk mampu bersaing di kancah internasional, bukan hanya menjadi penonton tetapi pemain utama dalam dunia pendidikan. “Kita harus memastikan bahwa guru-guru lulusan FKIP UMM siap menghadapi perubahan global. Jangan sampai kita tergeser oleh tenaga pengajar asing. Dengan teknologi dan wawasan internasional yang kita miliki, mari bersama menjadi agen perubahan bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” tutupnya. (vin/wil)

Mahasiswa PPG FKIP UMM Mengikuti Bela Negara sebagai Pilar Utama dalam Pembangunan Bangsa

Sebanyak 515 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Prajabatan FKIP Universitas Muhammadiyah Malang mengikuti Bela Negara di Pangkalan Angkatan Laut Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 05 – 06 Juni 2024. Upacara pembukaannya dihadiri oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, Wakil Dekan I, Dr. Sugiarti , M.Si., Wakil Dekan II , Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., serta Lanal TNI Malang. Dekan FKIP UMM, Prof. Trisakti Handayani, MM menyampaikan bahwa, “Bela negara merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. Maka dari itu sebagai seorang guru harus mempunyai salah satu aspek yang penting dan bekal yang kuat dalam pembangunan bangsa khususnya bela negara. Mahasiswa PPG Prajabatan UMM, merupakan calon guru profesional yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa di masa depan. Tanggung jawab guru cukup berat di masa depan terutama tantangan yang dihadapi oleh generasi muda yang sangat kompleks. Sehingga bela negara menjadi pilar utama untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh dan cerdas dalam menghadapi situasi yang tidak menentu”. Selama kegiatan bela negara di Lanal Malang, siswa dituntut untuk mengikuti peraturan yang berlaku sebagai salah satu bentuk kedisiplinan dan sikap untuk menghargai waktu. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti materi kepemimpinan, wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang disampaikan oleh TNI Lanal Malang. Dalam hal ini, diharapkan siswa dapat memahami dan sadar akan pentingnya cinta tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Kegiatan tersebut resmi ditutup dengan upacara penutupan pada Kamis, 06 Juni pukul 13.30 WIB. Upacara penutupan berlangsung khidmat dan meriah dengan persembahan yel-yel dari para siswa. “Diharapkan dengan adanya kegiatan selama dua hari tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menjadi guru yang memiliki wawasan kebangsaan, ilmu pengtahuan, dan membentuk keterampilan serta karakter sebagai guru profesional”, ujar Walikota Laut (T) Eko Wahyu Santoso mewakili Komandan Lanal Malang, Kolonel Laut (KH/W) Rinanda Sintasari, S.Sos., M.Tr. Mahasiswa juga menyampaikan “Terima kasih kepada UMM telah diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Bela Negara di Lanal Malang. Disini banyak sekali pelajaran yang dapat kami ambil, seperti disiplinan, kerja sama dan berkolaborasi dengan baik antar teman. Selain itu, sikap Bela Negara akan senantiasa kami tanamkan untuk mencetak dan mendidik generasi penerus bangsa”. Menutup kegiatan tersebut dengan pemberian marchandise sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa PPG Prajabatan UMM dan dilanjutkan sesi foto bersama.

Pengumuman Pendaftaran PPG Prajabatan 2024

PENGUMUMANNomor : 1643/B/GT.00.05/2024 Dalam rangka percepatan pemenuhan kebutuhan guru pada beberapa bidang studi pada jenjang sekolah dasar dan menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali mengundang Putra/Putri terbaik bangsa yang memiliki minat, bakat, dan panggilan jiwa menjadi guru untuk mengikuti seleksi calon Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2024. A.  Persyaratan Calon Mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024 Warga Negara Indonesia (WNI); Tidak terdaftar sebagai Guru/Kepala Sekolah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik); Berusia paling tinggi 32 (tiga puluh dua) tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran; Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis unit data unit Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri; Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 (tiga koma nol nol); Memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani (diserahkan pada saat lapor diri); Memiliki surat keterangan berkelakuan baik (diserahkan pada saat lapor diri); Memiliki surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) (diserahkan pada saat lapor diri); Menandatangani pakta integritas; dan Mengikuti tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara. B. Bidang Studi PPG Prajabatan Tahun 2024 Sesuai dengan data kebutuhan guru tahun 2025 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, maka bidang studi PPG Prajabatan Tahun 2024 yang dibuka sebagai berikut: C. Masa, Lokasi, dan Biaya Pendidikan PPG Prajabatan Tahun 2024 Perkuliahan PPG Prajabatan dilaksanakan selama 2 (dua) semester di LPTK Penyelenggara PPG sesuai provinsi yang dipilih calon mahasiswa sebagai preferensi lokasi pengabdian. Biaya pendidikan untuk setiap semester sebesar Rp 8.500.000,00 (delapan juta lima ratus ribu rupiah). Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan sebagai mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024 akan memperoleh beasiswa dalam bentuk biaya pendidikan sebesar Rp 17.000.000,00 (tujuh belas juta rupiah) untuk mengikuti perkuliahan selama 2 (dua) semester atau 1 (satu) tahun. D. Tahapan Seleksi Ada 3 (tiga) tahapan seleksi yang akan dilaksanakan yaitu: Tahap I Seleksi administrasi, yaitu untuk menyeleksi berkas dan persyaratan administrasi yang dilakukan secara daring/online melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB). Tahap II Tes substantif, meliputi Tes Penguasaan Bidang dan Tes Kemampuan Dasar Literasi dan Numerasi yang dilaksanakan secara luring/offline pada Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditunjuk. Teknis pelaksanaan tes menggunakan aplikasi Computer Assisted Test Asesmen Nasional Berbasis Komputer (CAT ANBK). Tahap III Tes wawancara untuk menggali kompetensi profesional dan personal calon mahasiswa, yang dilaksanakan secara daring/online melalui media/platform virtual meeting.Tahapan seleksi bersifat sekuensial sehingga jika dinyatakan tidak lulus pada salah satu tahap, maka tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Biaya pendaftaran seleksi tahap I dan II sebesar Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) ditanggung oleh calon mahasiswa. E. Tatacara Pendaftaran dan Seleksi Sistem pendaftaran akan efektif dibuka pada tanggal 4 April 2024 pukul 20.00 WIB. Adapun tata cara pendaftaran adalah sebagai berikut. Pendaftar wajib memiliki alamat pos elektronik (email) yang aktif dan nomor seluler (handphone) aktif yang terkoneksi pada aplikasi whatsapp. Pendaftar mengakses laman https://ppg.kemdikbud.go.id, lalu memilih menu “Daftar PPG Prajabatan”, kemudian pilih “Daftar sebagai Peserta”. Pendaftar membuat akun pendaftaran aplikasi SIMPKB menggunakan email yang aktif. Kemudian pendaftar akan menerima email yang berisi tautan konfirmasi pendaftaran. Klik tautan untuk melanjutkan proses pendaftaran. Pendaftar memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama, Jenis Kelamin dan Tanggal Lahir. Pada tahap ini, NIK, Nama, Jenis Kelamin dan Tanggal Lahir akan diverifikasi secara otomatis. Akun berhasil terbentuk jika data calon mahasiswa dinyatakan valid dan memenuhi pada poin bagian A, angka 1 s.d. 3. Pendaftaran lanjutan dengan cara login pada aplikasi SIMPKB dengan menggunakan username dan password yang telah dibuat di awal pendaftaran. Calon mahasiswa melengkapi isian: a. Biodata diri; b. Data kemahasiswaan; c. Bidang studi PPG; d. Preferensi provinsi lokasi pengabdian; e. Data pendukung lainnya, seperti pengalaman mengikuti pelatihan, berorganisasi, menjadi sukarelawan, melatih/mengembangkan orang lain dan hobi; f. Esai; g. Mengunggah dokumen antara lain: 1) Foto terbaru berpakaian formal (kemeja putih, berdasi hitam, rambut rapi, bagi yang berhijab menggunakan jilbab warna hitam) dan berlatar belakang warna biru. Ukuran file maksimal 1Mb. 2) Pakta integritas yang telah ditandatangani di atas materai Rp 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah). 3) Bagi calon mahasiswa lulusan Luar Negeri mengunggah SK Penyetaraan Ijazah Luar Negeri dan transkrip asli dari Perguruan Tinggi asal. Verifikasi data kemahasiswaan dan linieritas Program Studi S-1/D-IV dengan bidang studi PPG yang dipilih dilakukan secara sistem, dan jika dinyatakan valid/linier maka pendaftar dapat melanjutkan ke proses pembayaran biaya pendaftaran seleksi. Jika tidak valid/linier, maka proses pendaftaran tidak dapat dilanjutkan. Pendaftar melakukan pembayaran biaya pendaftaran seleksi untuk mengikuti tes substantif (tes tahap II) setelah semua data administrasi dinyatakan memenuhi syarat. Pada langkah ini, pendaftar akan diminta untuk memilih lokasi tes substantif (lokasi TUK) sesuai dengan lokasi yang masih tersedia. Setelah memilih lokasi tes, segera lakukan pengajuan kode bayar untuk mengunci sementara slot lokasi tes. Mekanisme pembayaran dilakukan sesuai petunjuk yang tertera pada aplikasi SIMPKB. Pembayaran yang terverifikasi berhasil akan mengunci penuh slot lokasi tes subtantif. Pendaftar mencetak kartu tes substantif melalui aplikasi SIM PKB pada masa cetak kartu tes dengan ketentuan wajib menyelesaikan seluruh esai. Pada kartu tes, akan tertera jadwal dan titik lokasi tes untuk mengikuti tes substantif secara luring. Peserta seleksi mengikuti tes substantif;  Pengumuman hasil tes substantif dapat dilihat pada aplikasi SIMPKB menggunakan akun pendaftaran masing-masing; Peserta seleksi yang dinyatakan lulus tes substantif akan memperoleh informasi jadwal tes wawancara pada aplikasi SIMPKB menggunakan akun pendaftaran masing-masing; Peserta seleksi mengikuti tes wawancara secara daring menggunakan ruang pertemuan virtual yang disediakan; Pengumuman hasil tes wawancara dapat dilihat pada aplikasi SIMPKB menggunakan akun pendaftaran masing-masing; Peserta seleksi yang dinyatakan lolos tes wawancara, akan diproses untuk penempatan ke Perguruan Tinggi sesuai dengan bidang studi PPG yang dipilih; Calon mahasiswa mengonfirmasi kesediaan mengikuti PPG Prajabatan di Perguruan Tinggi yang ditentukan pada aplikasi SIMPKB sesuai dengan jadwal masa konfirmasi; Direktorat Jenderal GTK akan menetapkan mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024 sesuai kuota nasional yang dibuka. F. Jadwal Pelaksanaan Seleksi Calon Mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024 info lebih lanjut : Surat Pengumuman PPG Prajabatan Tahun 2024_0408.pdf

PPG FKIP UMM Kukuhkan 2.747 Mahasiswa

MALANG KOTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan 2.747 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan Dalam Jabatan Kemendikbudristek Gelombang 1 Tahun 2022/2023 kemarin (23/1). Proses yang berlangsung di UMM Dome tersebut dihadiri secara luring maupun daring. Sebab, para mahasiswa berasal dari 27 provinsi yang ada di Indonesia.  Dekan FKIP UMM Dr Trisakti Handayani MM mengatakan, para mahasiswa tersebut telah lulus dalam Uji Kompetensi Mahasiswa (UKM) PPG 2023. Ribuan mahasiswa PPG dikukuhkan dan diambil sumpahnya oleh Wakil Rektor IV UMM Prof Dr Sidik Sunaryo SH MSi. Kini mereka sudah menjadi bagian dari guru-guru baru dan guru profesional di Indonesia.  ”Mereka telah bertransformasi menjadi guru dengan segudang kompetensi ilmu pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Trisakti. Sehingga, mereka diharapkan mampu mengintegrasikan pembelajaran abad ke-21 ketika kembali ke sekolah masing-masing. Pihaknya percaya, sebagai guru baru, para lulusan PPG FKIP UMM akan dapat mengimplementasikan teori-teori pendidikan dengan baik. Itu sebagai perwujudan guru profesional yang dapat membangun generasi bangsa masa depan. Menurutnya, alumni PPG UMM juga merupakan guru yang memiliki etos kerja, semangat, komitmen, dan integritas yang tinggi dalam mewujudkan pendidikan berkualitas menyongsong Indonesia emas. Terlebih, imbuh Trisakti, bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan lemahnya sumber daya manusia (SDM). Hal itu lantas membutuhkan guru profesional yang dapat berpikir kreatif dan inovatif. Selain itu, saat ini Indonesia membutuhkan guru yang punya kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan siapa pun. Tujuannya agar dapat berkiprah dalam percaturan dunia. ”Mahasiswa PPG yang hari ini dikukuhkan adalah guru profesional yang disiapkan oleh FKIP UMM untuk menjawab tantangan zaman, memasuki kehidupan global secara optimis dan percaya diri,” ujar Trisakti.  Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Prof Dr Sidik Sunaryo SH MSi menyebutkan, guru merupakan profesi yang mulia. ”Mulia tidak hanya dari lagu-lagunya yang setiap acara dinyanyikan, tetapi dihayati, dimaknai dan menjadi spirit bagi kita semua,” tuturnya. Kemuliaan profesi guru tersebut juga tidak hanya dibatasi oleh tempat. Tetapi di manapun berada, guru selalu mengemban tugas mulia.  Menjadi guru, menurutnya bukan sebuah pekerjaan. Namun panggilan jiwa yang paling dalam untuk mencerdaskan anak bangsa. Menjadi guru juga sulit karena harus melalui banyak tahap pendidikan. ”Dan Insya Allah PPG di UMM cukup memberikan bekal kepada guru-guru profesional untuk betul-betul  paham akan makna profesi yang mulia itu tadi,” terangnya. Ia berharap sumpah tersebut bukan sekadar diucap, tapi ekspresi batin untuk siap menerima tanggung jawab berat sebagai seorang pendidik. Pada pengukuhan tersebut juga terdapat orasi ilmiah oleh Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra SPd MEd. Orasi yang dibawakan berjudul ”Peran Guru Baru Indonesia dalam Mewujudkan Transformasi Pendidikan Abad 21.”  Ia menyebut lulusan PPG sudah memenuhi standar guru profesional. ”Selain itu semua sudah memiliki sertifikat pendidik, di mana kalian (mahasiswa PPG) dapat memiliki kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru dakam satuan pendidikan,” tegas dia. (dur/adn)  

PPG UMM Luluskan 468 Guru, Siapkan Hadapi Era Society 5.0.

Awal Desember ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kukuhkan 468 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menariknya, para mahasiswa PPG yang hadir merupakan pemuda-pemudi dari berbagai daerah seperti seperti Jawa Timur, Papua, Sulawesi, Sumatera, Nusa tenggara, dan daerah-daerah lain di Indonesia. Turut hadir Direktur dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag. Dalam sambutannya, ia memberikan selamat kepada mahasiswa lulusan PPG dalam jabatan bagi guru madrasah mata pelajaran umum. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang tenaga pendidik, mereka harus memiliki totalitas dalam mengajar. “Maksudnya, guru harus memberikan pendidikan yang terbaik dan mampu mencetak generasi yang mampu menghadapi perubahan,” tambahnya. Menurutnya, nantinya tenaga pendidik harus dapat mengkolaborasikan antara manusia dan kecerdasan buatan (AI). Apalagi mengingat bahwa dunia saat ini menginginkan kemampuan seseorang dalam menggunakan kecanggihan teknologi. Era ini disebut dengan era society 5.0. Zain mengatakan, anak-anak usia dini kini sudah tersentuh dengan berbagai kecanggihan sehingga bisa dengan mudah mengakses miliaran informasi. Jika anak-anak didik tidak diarahkan dengan baik, maka kemungkinan besar mereka akan terjebak di hal-hal negatif. Psikis mereka juga terganggu dan akhirnya melahirkan aksi-aksi perundungan, pelecehan, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, Zain menyarankan bahwa teknologi seperti kecerdasaan buatan harus sedini mungkin dipahami oleh setiap individu guru. Hal ini juga dapat dikolaborasikan sebagai bahan ajar yang asyik di kelas. Apalagi dalam pembelajaran, seorang guru memang harus menghadirkan cinta agar dapat membangkitkan hipokampus pada otak, yang berperan untuk menghubungkan emosi ke dalam ingatan. “Ketika murid merasa bahagia, bagian kecil dalam otak yang disebut hipokampus akan aktif dan memudahkan anak untuk mengingat pelajarannya,” sebutnya.  Di sisi lain, Sekretaris Panitia Nasional Kemenag RI Dr. H. Mustofa Fahmi, S.Pd., M.Ed. mengajak seluruh lulusan PPG UMM untuk terus istiqomah dalam memebrikan layanan pendidikan terbaik bagi anak bangsa. “UMM ini sejak 2018 sudah istiqomah mencetak lulusan PPG sebanyak lebih dari 2000 orang. Hal ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” katanya. Ia berharap, para lulusan bisa memanfaatkan ilmunya di berbagai daerah dan mampu memperlihatkan sikap responsif akan perubahan yang ada. Ia menegaskan bahwa alumni PPG UMM memang dikenal sebagai guru yang memiliki profesionalitas, etos kerja tinggi, semangat, dan komitmen di manapun ia bekerja. (*tri/wil)  

Jawab Kebutuhan Pendidikan, PPG UMM Kukuhkan 1.238 Guru

Sebanyak 1.238 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dikukuhkan pada Selasa (14/3). Mereka yang berasal dari berbagai daerah juga mengucapkan sumpah profesi guru serta mendapatkan bekal dari dua orasi ilmiah para pemateri. Keduanya adalah Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Prof Dr Nunuk Suryani MPd dan Direktur Eksekutif APCE UNESCO Prof Dr Ignasius D.A. Sutapa MSc. Menariknya, para mahasiswa dalam jabatan dan prajabatan PPG UMM juga menelurkan beberapa karya. Di antaranya 11 hak kekayaan intelektual dan 17 buku ber-ISBN yang berisi tentang pengalaman kreatif best practice selama ini. Pun berbagai prestasi lain dalam hal mengajar dan pendidikan. Nunur Suryani menilai, salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia adalah kurangnya ketersediaan guru di Indonesia. Sebagian besar diakibatkan oleh banyaknya guru yang akan pensiun.“Di tahun 2022, data menunjukkan bahwa kekurangan guru di Indonesia sebanyak 781 ribu. Untuk mengatasi kekosongan atau kekurangan guru itu, caranya dengan melangsungkan seleksi ASN P3K,” katanya.Nunuk juga menjelaskan tentang isu strategis pembangunan pendidikan nasional yang harus diselesaikan. Utamanya terkait layanan pendidikan yang belum merata dan kualitas pendidikan yang masih rendah. Menurut data, ada 288 kecamatan di Indonesia yang tidak memiliki SMP dan 681 kecamatan yang tidak memiliki SMA. Sementara itu, kualitas pendidikan nyatanya dipengaruhi oleh kompetensi guru yang masih rendah dengan sebaran yang belum merata. Selain itu, tidak tersedianya metode penilaian hasil belajar yang ajek.“Ditambah lagi dengan daya saing perguruan tinggi Indonesia yang masih lemah berdasarkan publikasi, inovasi, dan juga sitasi. Tapi menariknya, saya lihat UMM tidak demikian. Bahkan UMM menjadi kampus yang memiliki kapasitas tinggi dalam tiga hal tadi,” tambahnya.Maka dari itu, Nunuk menilai Indonesia memerlukan transformasi baru untuk pendidikan Indonesia. Transformasi tersebut bukan hanya untuk calon guru. Namun juga untuk membuka mindset para guru yang ada sehingga bisa menjawab target Sustainable Development Goals (SDGs). Pada kesempatan yang sama, Ignasius menjelaskan mengenai peran penting FKIP dalam menyiapkan guru profesional di era digital. Menurutnya, pendidikan era digital ditandai dengan integrasi teknologi informasi dan komunikasi ke dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Para siswa dan mengajar bisa dengan mudah mengakses sumber pengetahuan yang melimpah.Kemudahan ini juga memberikan tantangan tersendiri. Terutama kemampuan daya inovasi dan kolaborasi yang dapat mnejadi modal penting dalam memajukan lembaga pendidikan. Hingga akhirnya bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan dapat bersaing secara global. “Cara pandang lama mengenai literasi dalam dunia pendidikan yaitu membaca, menulis, dan menghitung tidak lagi memadai saat ini. Para pendidik dan siswa didik harus memaknai literasi baru di era digital yang mencakup tiga hal, yakni literasi data, kemampuan membaca dan menganalisis menggunakan informasi di dunia digital, serta literasi teknologi,” tambah Ignasius.Dalam pengukuhan itu, ada empat mahasiswa berprestasi yang mendapatkan penghargaan. Keempatnya aktif di berbagai bidang seperti olahraga, MC, hingga menelurkan karya buku. Bahkan ada pula yang sukses memasukkan penelitiannya di jurnal Sinta 2. Terkait pengukuhan guru, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi berharap ribuan guru yang baru saja dikukuhkan mampu merespons tantangan kebutuhan zaman. Apalagi sudah ada banyak bekal yang telah diberikan, baik itu materi maupun metodologi yang bisa digunakan saat mendidik nanti. Ia juga berterima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah memberikan kepercayaan pada UMM. Utamanya FKIP dalam upaya menyiapkan pendidik profesional masa depan. Sekaligus berkontribusi menyiapkan SDM yang unggul untuk memajukan bangsa Indonesia. Hal serupa disampaikan Dekan FKIP UMM Dr Trisakti Handayani MM. Salah satu permasalahan Indonesia saat ini ialah lemahnya SDM.“Maka perlu adanya guru kreatif, kritis, dan inovatif agar bisa melahirkan generasi penerus. Selain itu, skill kolaborasi untuk menghadapi zaman yang tidak pasti,” pungkasnya. (Wildan/AS)  

PPG UMM Siap Wujudkan Generasi Emas 2045 Melalui Seleksi Guru

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkomitmen melahirkan pendidik yang profesional. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan tes substantif bagi para calon mahasiswa PPG seluruh Indonesia. Koordinator PPG UMM Trisakti Handayani menjelaskan, tes ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa pra jabatan 2022. Pelaksanaannya dilakukan serentak bersamaan dengan 45 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia, salah satunya UMM. Sementara itu, pengaturan dan ketentuan penerimaan dipegang langsung oleh pusat, dalam hal ini Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud-ristek.“Dalam proses pembelajarannya nanti juga dilaksanakan oleh LPTK masing-masing, termasuk UMM. Total, ada 1.650 peserta yang mengikuti tes di Kampus Putih UMM dan menjadi salah satu yang terbanyak,” katanya. Trisakti mengungkapkan, ada tiga tes yang harus diikuti oleh calon mahasiswa. Hal ini diawali dengan tes administratif yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, kemudian mengikuti tes substantif. Jika berhasil lolos, mereka akan menginjak tes terakhir, yakni proses wawancara.Menurutnya, tes wawancara menjadi proses seleksi yang menentukan apakah calon mahasiswa benar-benar memiliki panggilan jiwa untuk menjadi seorang guru. Apalagi kini guru seringkali menjadi pilihan kesekian dan akhirnya hanya dikerjakan dengan asal-asalan. Padahal, pendidik menjadi satu faktor penting dalam membangun sebuah bangsa. Saat ini, kata dia, guru merupakan penentu masa depan sebuah bangsa. Jika pendidikannya baik, maka semakin besar pula peluang untuk mewujudkan generasi yang andal dan mampu bersaing. Bukan hanya di dalam negeri tetapi juga bersaing secara global. Selain itu juga sebagai upaya mewujudkan generasi emas Indonesia 2045. Saat ini, Kampus Putih UMM menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) nomor satu yang menerima  kuota PPG dari GTK Kemendikbud-ristek. Kampus ini juga masuk dalam tujuh besar perguruan tinggi dengan kuota mahasiswa PPG terbanyak. Kemudian persentase kelulusan juga cukup tinggi yakni selalu di atas 82 persen. Menurut Trisakti, terdapat tiga aspek penting yang menentukan seberapa banyak kuota yang akan didapatkan LPTK. Pertama, yakni seberapa bagus mutu dan kualitas LPTK terkait dan sejauh mana dapat menerapkan dan menghasilkan lulusan yang cakap. Kedua, komitmen penyelenggara dalam mencetak guru dengan empat kompetensi yaitu profesional, pedagogi, sosial, dan kepribadian. Kemudian yang terakhir ialah sarana dan prasarana. Dengan kata lain, terkait kesiapan LPTK dalam memberikan fasilitas yang mumpuni sehingga dapat mencetak guru dan pendidik yang profesional. “Dengan begitu, mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 bukan hanya menjadi angan belaka tapi benar-benar akan terjadi,” ucapnya