Minimalisir Limbah Dapur, Mahasiswa PPG Prajabatan UMM Galakan SIJALI

Kota Batu – Kelompok PGSD 004 Projek Kepemimpinan PPG Prajabatan Gel. 1 2024 Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah pada Sabtu (10/8/2024) dengan tema, “SIJALI: Simpan Minyak Jelantah untuk Lilin Aromaterapi” di kediaman Tatik, kader PKK Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan oleh mahasiswa PPG Prajabatan UMM untuk memberikan pemahaman kepada kader dalam dalam membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Lebih lanjut, kegiatan ini dibuat agar kader memahami pengelolaan limbah dapur menjadi benda yang memiliki nilai guna dan bahkan nilai ekonomis. Fadya selaku koordinator acara dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan wawasan serta keterampilan kader PKK Desa Pesanggrahan dalam memanfaatkan limbah dapur. “Lilin aromaterapi ini selain digunakan ketika lampu padam, juga memiliki bau yang harum,” tukas Fadya. Ia juga menyampaikan bahwa Lilin Aromaterapi ini memiliki fungsi lain, yakni untuk mengusir nyamuk. “Biasanya nyamuk kan tidak suka harum yang menyengat, nah nanti ketika pembuatan lilin bisa ditambahkan serai untuk menambah harum yang menyengat,” tambahnya. “Bahan utamanya adalah minyak jelantah yang sudah dicampur dengan arang. Tujuan pemberian arang untuk mengikat kotoran di minyak jelantah, agar minyak jelantah lebih bersih. Juga ada sterin yang punya kandungan asam palmitat yang mampu mengeraskan minyak jelantah dan asam oleat yang punya titik lebur yang rendah, jadi membuat lilin tidak mudah meleleh nantinya,” jelas Fadya yang juga bertugas sebagai fasilitator pendamping. Kegiatan yang dihadiri oleh anggota PKK RT 004 RW 004 Desa Pesanggrahan ini dilaksanakan dengan cara praktik langsung membuat lilin aromaterapi. Sejumlah peserta yang hadir dibagi menjadi 5 kelompok untuk mengerjakan pembuatan lilin dengan didampingi oleh 1 mahasiswa di setiap kelompok. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan proses pelatihan yang efektif dan efisien. Kendati pelatihan berjalan secara ringkas dan cepat, para peserta berhasil membuat lilin aromaterapi dengan baik sore itu. Mereka bersemangat berdiskusi mempertimbangkan lilin aromaterapi sebagai salah satu program mereka bulan ini. “Tadi pesertanya cukup antusias. Ibu-ibu PKK punya semangat yang tinggi untuk belajar. Mereka aktif mengerjakan dan bertanya” ucap Dwi Retno selaku salah satu fasilitator pendamping pada pelatihan ini.

PPG FKIP UMM Berikan Coaching Clinic dan Mentoring PPL bagi Mahasiswa PPG Prajabatan

Pengembangan kompetensi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan kunci penting dalam mencetak guru-guru yang profesional, siap menghadapi tantangan dinamis dalam dunia pendidikan, dan mampu menerapkan metode pengajaran inovatif serta teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kompetensi ini juga penting dalam rangka memastikan bahwa mereka tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan dan etika profesi yang tinggi, sehingga mampu membentuk generasi penerus yang berdaya saing global. Hal itu mendorong Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan kegiatan Coaching dan Mentoring Skills Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2023 dan 2024. Acara ini berlangsung selama satu hari di Theather DOME UMM pada Rabu, 17 Juli 2024, dengan diikuti oleh 515 mahasiswa dari 19 rombel PPG Prajabatan tahun akademik 2023 dan 2024. Kegiatan dibuka dengan Laporan Kaprodi PPG, Dr. Iin Hindun, M.Kes yang menekankan pentingnya program coaching dan mentoring dalam membekali mahasiswa PPG dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam praktik mengajar. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para calon guru agar siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan,” ungkapnya. Selanjutnya, para peserta mengikuti sharing session yang diawali oleh Dr. Basuki Agus Priyana Putra, M.Pd., yang membawakan tema “Membangun dan Mengembangkan Jejaring Pembelajaran: Best Practice Pelaksanaan PPL di Sekolah”. Dalam sesi ini, Dr. Basuki menjelaskan bahwa jejaring pembelajaran mencakup tiga aspek utama teoritis, regulatif, dan implementatif. “Jejaring pembelajaran tidak hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi juga tentang menciptakan sinergi antara berbagai komponen pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Malang itu. Dr. Basuki juga menggarisbawahi pentingnya strategi mengembangkan jejaring pembelajaran dengan memperhatikan titik pijak awal, menetapkan tujuan, orientasi komponen (diri, orang lain, dan lembaga/lingkungan), media jejaring pembelajaran, dan capaian hasil. Pendekatan ini, menurutnya, akan membantu dalam membangun hubungan yang kuat dan produktif di lingkungan pendidikan. Selain sesi dari Dr. Basuki, acara ini juga menghadirkan berbagai materi dari pemateri internal UMM. Dr. Nurwidodo, M.Kes, membahas penyusunan modul ajar, sementara Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, memberikan materi tentang Etika Profesi Keguruan. Fahdian Rahmandani, M.Pd., menyampaikan implementasi kurikulum nasional dalam program PPG, dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto meneguhkan karakter ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan. Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan strategi penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK), diikuti oleh Dr. IIn Hindun, M.Kes, yang menjelaskan pelaksanaan PTK. Materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., yang membahas Guru Baru Indonesia yang Berdaya Saing Global. Dalam paparannya, Prof. Trisakti menggarisbawahi pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman yang cepat di bidang teknologi, sosial, dan lingkungan. “Mahasiswa PPG Prajabatan sebagai calon guru profesional harus memiliki keterampilan unggul agar dapat berdaya saing global. Kompetensi yang harus dikuasai antara lain adalah teknologi dan bahasa asing,” kata Prof. Trisakti. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, seperti Internet of Things, AR/VR, dan AI, serta fokus pada pencapaian kompetensi siswa di era Society 5.0. “Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pemain dalam mengatasi kompleksitas permasalahan dunia. Kita adalah warga negara global, global citizenship, yang harus siap berkontribusi,” tambah Prof. Trisakti. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Salah satunya, Kristiana, mahasiswa PPG Bidang Studi PGSD beragama nonmuslim yang sangat terkesan dengan pelaksanaan PPG di UMM. “Meskipun saya minoritas, saya tidak merasa berbeda. Saya justru dirangkul seperti keluarga. UMM tidak hanya memberikan fasilitas dan kualitas pembelajaran PPG yang luar biasa, tetapi memberikan wajah toleransi yang sesungguhnya,” ungkapanya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa PPG Prajabatan UMM dapat menjadi guru yang tidak hanya kompeten dan profesional, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. (*fd)

Isi Liburan Sekolah, Kelompok PPG Mahasiswa UMM Ajak Siswa SD-SMP di Kecamatan Nglegok Belajar Eco-print dan Edukasi Alam

Mengisi liburan sekolah, Kelompok Proyek Kepemimpinan Program Studi Bahasa Inggris Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ajak 30 siswa-siswi gelar pelatihan batik Eco-print dan model pembelajaran berbasis alam pada generasi muda. Kegiatan dilaksanakan mulai 8 hingga 9 Juli 2023 di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok. Kabupaten Blitar. Ketua kelompok Proyek kegiatan, Nur Aini pada Senin (10/7/2023) menyampaikan jika pada agenda pertama pihaknya mengajak pelajar SD dan SMP untuk membuat batik eco-print dengan memanfaatkan bahan dari alam seperti dedaunan dan bunga sebagai pewarna dan corak alami. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dijadikan sebuah upaya untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan dan ekosistem akibat limbah kimia yang dihasilkan pabrik tekstil. Nur Aini juga menyampaikan jika pada agenda kedua, pihaknya mengajak para siswa siswi untuk belajar Bahasa Inggris dengan memanfaatkan alam sebagai media. Kegiatan ini juga didukung langsung oleh UMM dengan adanya kerja sama dengan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang). Selain itu, para peserta juga diajak berkegiatan petualangan di alam yang telah dipersiapkan oleh mahasiswa PPG Prajabatan UMM. Peserta diharuskan melewati lima pos yang telah disediakan tantangan beserta edukasi dengan berbasis alam. Terakhir, Nur Aini berharap pembelajaran berbasis alam yang diterapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta memberikan edukasi yang bermanfaat untuk kreatifitas peserta. (zis/riz)

PPG FKIP Universitas Muhammadiyah Malang Selenggarakan Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan dan Gelar Karya Pembelajaran Inovatif

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan dan Gelar Karya Pembelajaran Inovatif yang bertempat di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (21/05/2024). Acara ini mengangkat tema Guru Profesional yang Berwawasan Kebangsaan sebagai Perwujudan Kebangkitan Pendidikan Nasional. Narasumber pada kegiatan wawasan kebangsaan yaitu Ferry Maulana Putra, M.Ed., selaku Koordinator Pokja PPG Prajabatan, Prof. Syafiq Mughni,MA, selaku Ketua PP Muhammadiyah, dan Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., selaku Dekan dan Koordinator PPG FKIP UMM. Ferry Maulana Putra, M.Ed., selaku koordinator Pokja PPG Prajabatan, menyampaikan bahwa guru profesional yang berwawasan kebangsaan sebagai kebangkitan kebangkitan pendidikan nasional. Kebutuhan guru di Indonesia dapat dipenuhi melalui PPG Prajabatan. Guru berperan penting dalam meningkatkan wawasan kebangsaan dan kompetensi agar memenuhi kriteria guru profesional. Prof. Dr. Syafiq Mughni, MA, menyampaikan bahwa dedikasi pengabdian diemban dan menjadi kewajiban pendidik untuk memperdayakan masyarakat. Pemikiran pendidikan kebangkitan nasional diperlukan guna meningkatkan jiwa nasionalis, rasa persatuan, dan kesadaran untuk memperjuangkan pendidikan. Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., menyampaikan bahwa guru profesional harus berpedoman Pancasila sebagai ideologi bangsa dan selalu berinovasi di Era Society 5.0. Tujuan diadakannya seminar nasional untuk meningkatkan ideologi yang ada jiwa pada seorang guru Selain itu, bersamaan dengan kegiatan ini juga terdapat Gelar Karya Pembelajaran Inovatif yang diikuti oleh seluruh mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 dan 2 tahun 2023. Pameran inovasi mahasiswa ini memiliki ide yang beragam, mahasiswa terbukti menyampaikan kekreatifannya dalam membuat inovasi dan menampilkan karya terbaik. Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 2023 menampilkan gelar karya hasil Projek Kepemimpinan, sedangkan mahasiswa PPG Gelombang 2 2023 menampilkan gelar karya tentang media pembelajaran yang inovatif selama pelaksanaan PPL. Pameran ini menampilkan sejumlah karya mahasiswa PPG Prajabatan gelombang 1 dan 2 tahun 2023 dari seluruh program studi yang ada di PPG FKIP UMM, termasuk Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn). Dalam pameran gelar karya ini, berbagai produk ditampilkan, seperti Ecoprint, pembuatan buku Bijak Bersosial Media, lulur daun kemuning, permainan edukatif, media pembelajaran, inovasi pembelajaran, pembuatan bahan ajar, literasi, media berbasis teknologi, pembelajaran Culturally Responsive Teaching, dan berbagai konsep lainnya. Terdapat 19 stand yang mencerminkan hasil karya inovatif ini. Melalui gelar karya, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah dimiliki dan mampu berinovasi menciptakan karya-karya terbaik. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh beberapa penampilan, diantaranya yaitu pembacaan Al-Qur’an, Tapak Suci, musikalisasi puisi, bernyanyi, ramah tamah, dan pembagian doorprize. Penampilan mahasiswa ikut meramaikan dan menambah kemeriahan.

Tips Titis Putri Pamungkas, Mahasiswa PPG Prajabatan Sekaligus Podcaster Manusia Bercerita dan Sahabat PPG

Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM gelombang 1 2023, Titis Putri Pamungkas, tidak hanya berfokus pada pendidikan di bangku kuliah saja, tetapi juga menyalurkan bakatnya untuk terjun ke dunia podcasting untuk menginspirasi dan memberikan informasi mengenai dunia pendidikan. Lewat dua podcast yang diproduksinya, Titis telah menginspirasi ribuan orang, bahkan diundang secara khusus oleh Kemendikbud dalam perayaan hari guru nasional di Jakarta. Dalam wawancara yang telah dilakukan, Titis berbagi cerita dan beberapa tips dan trik untuk membuat podcast yang menarik dan informatif. Titis terjun ke dunia podcast sejak akhir tahun 2019 lewat “Manusia Bercerita”, sebuah podcast yang menjadi tempat Titis menuangkan berbagai cerita dan keresahan hidup. Podcast ini tayang di Spotify dan telah diputar 29.000 pemutaran. November 2023, berkat saran admin PPG Kemendikbud, Titis melahirkan Podcast “Sahabat PPG” yang memberikan informasi seputar PPG. “Bermula dari konten yang dibuat di akun pribadi, hingga salah satu admin PPG Kemendikbud mengajak bekerjasama membuat konten seputar PPG Prajabatan. Dan karena tahu podcast saya sebelumnya mayoritas temanya masih seputar cerita para remaja, jadi saya disarankan untuk membuat podcast khusus seputar PPG yang saya beri nama Sahabat PPG,” ungkap Titis. Podcast Sahabat PPG tidak hanya membawa Titis belajar dan berproses. Lebih dari itu, Titis mendapatkan kesempatan dan pengalaman berharga diundang oleh Kemendikbud  ke Jakarta untuk menghadiri acara Hari Guru Nasional pada 24-26 November 2023 silam. Acara ini dihadiri Presiden Jokowi, Nadiem selaku Menteri Pendidikan, Nunuk Suryani selaku Dirjen Pendidikan, menteri Kabinet Indonesia Maju, PJ Gubernur DKI Jakarta, beberapa artis ibu kota, dan dihadiri 7500 guru dari seluruh Indonesia. “Undangan yang saya dapatkan sebagai Mahasiswa Konten Kreator PPG Prajabatan. Dari situ, saya mengenal mahasiswa konten kreator PPG Prajabatan dari Sabang-Merauke yang sangat menginspirasi,” katanya. Adanya komunitas ini diharapkan menjadi wadah untuk saling berkolaborasi membagikan konten praktik baik, memberikan informasi seputar PPG Prajabatan, mempromosikan program #YukjadiGuru!, dan mengajak calon-calon guru hebat untuk berproses menjadi guru profesional melalui PPG Prajabatan. Selama di Jakarta, Titis dan para konten creator PPG Prajabatan saling berkolaborasi membuat konten edukatif. Tidak hanya itu, hingga saat ini mereka masih menjalin komunikasi dan saling berbagi ide. Ditanya tentang tips membuat Podcast, Titis menjelaskan bahwa dalam pembuatan konsep podcast yang menarik diawali dengan menentukan terlebih dahulu nama podcast yang akan dibuat. “Nama podcast tersebut sebaiknya mencerminkan branding yang ingin disampaikan. Sebagai contoh, jika podcast tersebut akan berfokus pada PPG, nama podcast seperti “Sahabat PPG” sudah cukup mewakili topik yang akan dibahas. Setelah itu, tentukan juga tema yang akan diangkat dalam setiap episode, yang bisa beragam dari perjuangan menjadi PPG, motivasi untuk mengikuti PPG, hingga pengalaman selama mengikuti PPG. Dengan menentukan nama, tema, dan sasaran pendengar podcast, maka podcast tersebut akan lebih terarah dan menarik,” ujar Titis. Menurut Titis pentingnya menyiapkan naskah podcast sebelum melakukan rekaman yaitu agar proses rekaman berjalan dengan lancar dan terarah. Titis mengatakan bahwa “Naskah podcast bisa berisi salam pembuka, isi, dan penutup yang menjadi ciri khas dari podcast tersebut. Alat podcast sendiri tidak perlu yang mahal-mahal, mulailah dengan yang sederhana seperti merekam menggunakan HP,” ujarnya. Titis sendiri awalnya menggunakan rekaman dari HP sebelum akhirnya beralih menggunakan microphone wireless. Penting untuk memulai dari yang sederhana dan terus berkembang seiring waktu. Titis juga memberikan tips bahwa keberhasilan podcast tidak bisa dilihat dari waktu tertentu, tetapi memerlukan proses yang panjang. Penting untuk mengenalkan podcast kepada orang-orang agar lebih banyak yang mendengarkan. Salah satu cara yang dilakukan Titis adalah dengan menyebarkan cuplikan podcast di media sosial seperti Tiktok. Namun, sebagai seorang podcaster guru, Titis mengalami beberapa kendala seperti sulitnya membagi waktu antara kuliah dan PPL serta memilih topik yang menarik untuk setiap episode. Untuk mengatasi kendala tersebut, Titis membuat jadwal tayang dan menyusun naskah podcast yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Terakhir, Titis memberikan tips untuk membuat konten bertemakan pendidikan, yaitu dengan berbagi praktik baik selama menjadi seorang guru. “Konten-konten seperti ice breaking, cara mengajar yang interaktif, pengalaman menjadi guru, dan kisah-kisah harian merupakan beberapa ide yang bisa diangkat dalam konten pendidikan” tambahnya. Dengan berbagi praktik baik, Titis berharap konten yang dihasilkan dapat memberikan inspirasi dan manfaat kepada banyak orang. Dengan semangat dan dedikasinya dalam dunia podcasting dan pendidikan, Titis Putri Pamungkas menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa PPG prajabatan dan pembelajar pendidikan lainnya. Semoga podcast dan karya-karyanya dapat terus menginspirasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*sny/ed:fd)

Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Budidaya Ikan Nila Berbasis Digital Marketing

MALANG– Kegiatan Projek Kepemimpinan yang dilakukan mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 merupakan salah satu mata kuliah wajib yang bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan mahasiswa. Hal ini dijelaskan Ketua Projek Kepemimpinan, Sigit Wiyatmiko, kegiatan ini juga sebagai ajang untuk melatih dan mengasah keterampilan serta kemampuan mahasiswa sebagai calon guru yang profesional, tangguh, kreatif, dan inovatif di masa yang akan datang. “Melalui program PPG Prajabatan Universitas Muhammadiyah Malang ini mengajarkan kami sebagai calon guru yang memiliki profesional untuk memiliki keterampilan keguruan salah satunya menjadi seorang pemimpin. Melalui program projek kepemimpinan dalam kegiatan pelatihan pengolahan dan pemasaran frozen food dengan sasaran karang taruna Desa Pakisaji, Kabupaten Malang. Kami berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda sekitar agar terampil dalam memanfaatkan potensi sekitar,” ujar Sigit Wiyatmiko. Menurut Sigit, Proyek kepemimpinan ini dilaksanakan di Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Adapun formasi Tim Projek kepemimpinan ini di bawah pimpinan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd, dengan mahasiswa berjumlah 10 orang diantaranya Sigit Wiyatmiko (Ketua Projek Kepemimpinan), Moch. Hermawan Eko Saputra, Dayinta Dhety Parahita, Hilda Nur Fadillah, Ajeng Prameswari, Muh. Avicinda Imawan Azharuddin, Salma Talenta Anggraini, Reszha Rozhiqkha, Ajeng Rohmatun Arfiani, dan Andhika Putri Pertiwi. Kegiatan proyek kepimpinan ini berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dan Pemuda Karang Taruna Sembodo Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Kegiatan ini berawal dengan survei lokasi budidaya ikan nila yang berada di lahan milik Pemerintah Desa Pakisaji. Dikatakan Bapak Bilal selaku pengelola ikan nila milik Pemerintah Desa, budidaya ikan nila di Desa Pakisaji sudah berjalan beberapa tahun. Dimulai dari budidaya ikan lele hingga sekarang mulai merambah ke ikan nila. Namun, kurangnya inovasi dan kolaborasi dari warga setempat, mengakibatkan hasil ikan nila tersebut hanya dijual di pasaran dengan hasil penjualan yang stagnan. Berdasarkan informasi dari Bapak Bilal, tim Tim Projek kepemimpinan hari selanjutnya penyerahan proposal perizinan kepada Pemerintah Desa untuk mengajak dan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dan Karang Taruna untuk mengembangkan hasil budidaya ikan nila menjadi olahan yang digemari generasi saat ini, serta mudah untuk dicari atau dibeli. Di Era yang serba online atau digital ini, mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 mempunyai inovasi baru terhadap hasil dari budidaya ikan nila yang ada di Desa Pakisaji, agar pengolahan dan pemasarannya dapat meningkat. Salah satunya memberikan edukasi digital marketing dalam pengolahan dan pemasaran hasil budidaya ikan nila atau produk UMKM melalui digital marketing atau biasa dikenal dengan pemasaran secara online. Edukasi yang dilakukan melalui pelatihan untuk pengolahan ikan nila menjadi produk frozen food, pelatihan pembuatan akun digital marketing, pembuatan peta lokasi melalui Googlemaps, cara foto atau video produk yang estetik, dan cara membuat packaging produk UMKM dengan desain yang menarik. Kegiatan ini berlangsung dengan sangat baik, pemuda karang taruna juga antusias dalam menyimak edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa PPG UMM dan bertukar pengalaman atau pengetahuan terkait pengolahan ikan nila. “Dengan adanya program tersebut, saya bersama teman – teman merasakan adanya sebuah pengalaman baru yang berupa keterampilan dalam mengolah ikan nila dari hasil budidaya Bumdes menjadi frozen food beserta pemasarannya dalam lapak belanja online,” kata Alvian Wakil Ketua Karang Taruna Sembodo Desa Pakisaji. Pemasaran melalui online atau digital ini bertujuan supaya produk UMKM dari hasil budidaya ikan nila dapat dikenal oleh semua kalangan, baik di sekitar Malang maupun di luar Malang. Dalam pemasaran melalui online atau digital marketing tentunya dibutuhkan akun marketing dan peta lokasi melalui googlemaps. Mahasiswa PPG Prajabatan UMM membagikan cara mudah dan efisien dalam pembuatan akun penjual melalui media sosial tiktok maupun aplikasi olshop, cara membuat foto atau video promosi produk yang menarik dan estetik, dan cara membuat desain logo produk melalui aplikasi canva, serta cara mengemas hasil olahan frozen food yang praktis. Selanjutnya, mahasiswa PPG Prajabatan UMM memberikan edukasi dan sharing session dengan pemuda karang taruna terkait pengolahan ikan nila menjadi makanan siap saji atau frozen food, seperti nugget dan dimsum ikan nila. Mahasiswa membagikan tips dalam pengolahan yang praktis, irit, mudah, dan tahan lama dengan kualitas makanan yang baik. Hasil olahan tersebut selanjutnya dikemas dengan plastik vacuum supaya makanan dapat tahan lama dan tidak mudah hancur. Kegiatan ini berlangsung tanpa hambatan atau kendala. Pemuda karang taruna desa Pakisaji juga antusias dan ikut mencoba secara langsung dalam pengolahan ikan nila menjadi olahan Frozen food. Dengan adanya inovasi baru dalam pengolahan dan pemasaran hasil budidaya ikan nila melalui digital marketing diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan mutu produk UMKM di desa Pakisaji. “Saya selalu berpesan kepada semua pemuda desa untuk dapat mengembangkan keterampilannya dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar yang berkaitan dengan program pelatihan pengolahan dan pemasaran ikan nila menjadi frozen food. Saya berharap program ini dapat menjadi kegiatan unggul dari karang taruna yang melahirkan sebuah produk baru dan berkualitas dengan berlabelkan karang taruna Desa Pakisaji,” ucap Juari Kepala Desa Pakisaji. Kegiatan projek kepemimpinan diakhiri dengan tukar pendapat, tanya jawab, dan berbagi pengalaman ataupun pengetahuan antara mahasiswa PPG Prajabatan UMM dengan pemuda karang taruna sembodo Desa Pakisaji. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua masyarakat desa Pakisaji, membantu meningkatkan keterampilan dan kreatifitas pemuda desa Pakisaji dalam pemanfaatan media sosial, dan memberikan inovasi baru dalam menciptakan produk UMKM yang digemari oleh kalangan masyarakat modern saat ini.

2747 Lulusan PPG FKIP UMM Ikuti Gelar Kelulusan dan Sumpah Profesi Guru

Malang—Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan 2.747 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan Dalam Jabatan Kemendikbudristek Tahun 2022/2023. Acara digelar secara blended (daring dan luring) pada Selasa (23/1/2024). Dalam gelaran yang diikuti oleh para lulusan yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia ini, Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra SPd Med turut hadir dan memberikan orasi ilmiah. Dalam orasinya, Ferry menjelaskan, total kebutuhan guru profesional di Indonesia pada tahun 2022/2023 mencapai 2,4 juta. Para lulusan PPG inilah, terutama PPG Prajabatan, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan guru profesional tersebut. Para lulusan PPG ini telah memenuhi indikator guru profesional, yaitu kualifikasi akademik lulusan D4/S1, kompetensi,  mempunyai sertifikat pendidik, dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Karena itu, saya yakin dan percaya, bahwa lulusan yang ada di depan saya ini akan mampu mengantarkan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya. Sementara itu, Dekan FKIP UMM sekaligus Koordinator PPG UMM, Dr Trisakti Handayani MM mengatakan, para mahasiswa yang hari ini dikukuhkan telah telah dibekali dengan berbagai kompetensi keilmuan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. “Harapannya, mereka mampu mengimplementasikan teori-teori pendidikan yang telah diperoleh dan mengintegrasikan pembelajaran abad ke-21 ketika kembali ke sekolah masing-masing,” ungkapnya. Selain itu, menurutnya, alumni PPG UMM juga merupakan guru yang memiliki etos kerja, semangat, komitmen, dan integritas yang tinggi dalam mewujudkan pendidikan berkualitas menyongsong Indonesia emas 2045. ”Mahasiswa PPG yang hari ini dikukuhkan adalah guru profesional yang disiapkan oleh FKIP UMM untuk menjawab tantangan zaman, memasuki kehidupan global secara optimis dan percaya diri,” ujar Trisakti Selanjutnya, Wakil Rektor IV UMM Prof Dr Sidik Sunaryo SH MSi menegaskan bahwa Guru bukanlah profesi yang transaksional. Guru tidak memiliki jam kerja, karena setiap saat melekat sifat mulia pada dirinya. “Guru tidak ada jam kerjanya. Setiap saat melekat sifat mulia dalam diri guru. Bukan hanya di ruang-ruang kelas, tetapi di mana pun kemuliaan profesi itu melekat di pundak kita (guru),” ungkapnya. Oleh karena itu, selain menjalankan profesi yang berkaitan dengan keilmuan, para guru ini diharapkan senantiasa dapat menunjukkan sikap yang memberikan teladan bagi para peserta didiknya. Dalam gelaran ini, ada pula Sharing Session Afirmasi Kebutuhan Guru Baru Indonesia Melalui Sinergitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Mewujudkan Transformasi Pendidikan di Malang Raya yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Kota Malang, Kepala Dinas Kabupaten Malang, dan Kepala Dinas Kota Batu. (*fd)

PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) PRAJABATAN GELOMBANG I TAHUN 2024 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PENGUMUMAN Nomor : E.5.b/006/PPG-FKIP-UMM/I/2024 Tentang PEMANGGILAN CALON MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) PRAJABATAN GELOMBANG I TAHUN 2024 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sehubungan dengan Surat Edaran Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 0050/B2/GT.00.08/2024 tanggal 9 Januari 2024 Perihal Persiapan Pelaksanaan Perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2024, bersama ini kami mengundang calon mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2024 Universitas Muhammadiyah Malang untuk segera melakukan lapor diri. Kegiatan lapor diri dilakukan secara luring pada tanggal 11 s.d. 16 Januari 2024. Informasi lapor diri dapat diakses melalui laman https://linktr.ee/prajabumm Adapun berkas-berkas yang harus disiapkan dan dikumpulkan adalah sebagai berikut. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani yang dikeluarkan oleh instansi penyedia layanan kesehatan; Surat keterangan berkelakuan baik, minimal dikeluarkan oleh Polsek; Surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya atau NAPZA (minimal 3 Parameter); dan Lembar Pakta Integritas sebagai Mahasiswa PPG Prajabatan yang diunduh pada aplikasi SIMPKB saat konfirmasi kesediaan Demikian surat ini sampaikan, atas perhatian disampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Orientasi, PPG FKIP UMM Sambut 221 Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang II Tahun 2023

Malang—Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menggelar Orientasi Akademik bagi Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun Ajaran 2023/2024, Selasa hingga Rabu (06-07/12/2023). Sejumlah 221 mahasiswa mengikuti kegiatan yang digelar secara luring di Teater Dome UMM. Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM dalam sambutannya mengatakan, bahwa saat ini telah terjadi perubahan Visi PPG Pra Jabatan Model Baru, yaitu mewujudkan keseimbangan kebutuhan dan pemenuhan guru (supply & demand) secara kuantitas dan kualitas, sehingga layanan Pendidikan dapat berjalan dengan baik demi terwujudnya profil pelajar pancasila. “PPG Prajabatan merupakan program yang untuk mencetak generasi baru guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru profesional, komitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi, dan pembelajar sepanjang hayat,” ungkapnya. Pembelajaran PPG akan berlangsung selama dua semester dengan menempuh 12 mata kuliah yang terdiri dari matakuliah inti, selektif, dan elektif, dengan bobot SKS 38. Moda pembelajaran dilaksanakan secara blended learning. Masih menurut Trisakti, hal yang menjadi fokus utama PPG Prajabatan adalah sejak semester I mahasiswa sudah turun ke sekolah, sehingga mahasiswa dapat secara langsung melakukan observasi praktik kependidikan dan sekaligus melakukan analisis permasalahan serta memberikan alternatif solusi dalam melaksanakan pembelajaran. “Dari 38 SKS bobot pembelajaran PPG Prajabatan, 14 SKS merupakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), sehingga mahasiswa diharapkan dapat benar-benar mendapatkan pengalaman nyata dan menghayati praktik kependidikan di sekolah,” katanya. Selanjutnya, para mahasiswa memperoleh arahan dari Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Prof. Fauzan mengatakan, konteks PPG tidak bisa dipisahkan dari konsepsi Indonesia emas. Menurutnya, Indonesia emas bukan hanya sekadar jumlah tahun. Lebih dari itu, Indonesia emas adalah tentang cita-cita fundamental dalam mewujudkan peradaban bangsa yang tinggi. Dalam konteks ini, peran guru dalam mendidik anak-anak menjadi kunci. “Ketika memulai tugas sebagai guru, sudah harus tertanam bahwa Anda memiliki tanggung jawab untuk mengantarkan anak-anak bangsa menuju peradaban yang lebih baik,” tuturnya. Oleh sebab itu, tambah Fauzan, guru tidak hanya bekerja pada ranah teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai penerapan pembelajaran ke murid. Dalam kegiatan orientasi ini, turut hadir secara daring, Dr. Sigit Wibowo selaku Koordinator Pokja, Regulasi, Kebijakan, dan penjaminan Mutu Pendidikan Direktoraat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek. Ia memaparkan materi tentang arah kebiejakan PPG Prajabatan saat ini dan masa mendatang. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa sebanyak 69.762 guru akan pensiun pada 2024, sementara kebutuhan guru mencapai 531.422 formasi. Dengan demikian, PPG Prajabatan ini diharapkan mampu mengisi kebutuhan tersebut. Lebih lanjut, menurut Sigit pada prinsipnya, pendidikan profesi guru prajabatan bertujua untuk menciptakan generasi baru guru Indonesia yang dapat mewujudkan Merdeka Belajar. “Guru-guru ini adalah guru-guru yang mengamalkan Pancasila, menguasai kompetensi dasar guru yang berorientasi pada peserta didik, menjadi pribadi yang berkomitmen menjadi teladan, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta memiliki dasar-dasar kepemimpinan,” pungkasnya. Pada hari kedua ini, para mahasiswa akan mengikuti serangkaian materi, baik konten materi maupun sistem perkuliahan. Konten materi di antaranya etika profesi pendidikan, penerapan kurikulum Merdeka dan computational thinking dalam pembelajaran; model pembelajaran inovatif; pembelajaran berbasis diferensiasi, literasi, numerasi, dan ABK; pengintegrasian HOTs, pembelajaran abad 21, dan TPACK dalam pembelajaran. Adapun sistem perkuliahan mencakup paapran tentang sistem pembelajaran dan penjadwalan, platform belajar PPG melalui LMS, dan sistem registrasi PDDikti. Lewat materi-materi ini diharapkan para mahasiswa dapat menempuh studi tanpa kendala berarti dan pada akhirnya dapat mencapai kompetensi guru profesional yang menjadi visi dan misi Program PPG Prajabatan. (*fid)

998 Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM Ikuti Diklat bela Negara di Lanal Malang

Malang—Dalam rangka menumbuhkan semangat bela negara, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang gelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara bagi 998 mahasiswa PPG Prajabatan. Jumlah tersebut terdiri dari 385 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2022, 304 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang II tahun 2022, dan 309 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2023. Selama dua hari mulai Kamis (9/11) hingga Jumat (10/11), mereka diberi berbagai materi mengenai Wawasan Kebangsaan hingga ideologi Pancasila. Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si menyebutkan mahasiswa PPG  berada di sana untuk belajar langsung dari para patriot pembela negara. Tugas bela negara tidak hanya bagi patriot yang bertugas di garda depan, namun setiap warga negara Indonesia. “Tak terkecuali, mahasiswa PPG FKIP UMM. Mahasiswa PPG FKIP UMM memiliki andil dalam menjaga kedaulatan negara. Teruatama mahasiswa PPG yang kelak memiliki tugas mencerdaskan para generasi penerus bangsa,” ungkapnya. ”Dalam konteks pendidikan, bela negara dapat diimplementasikan melalui upaya-upaya konkret,” imbuhnya. Ia menyebutkan yang pertama dapat menjadi agen perubahan di dalam kelas, sehingga para guru tidak hanya mengajar. Tetapi juga mampu memberi insprasi bagi peserta didik, terutama dalam hal menumbuhkan rasa cinta tanah air. Yang kedua dengan melahirkan inovasi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya terfokus pada penguasaan materi ajar tetapi juga pada pengembangan karakter dan kewarganegaraan yang baik. Yang ketiga dengan cara menjadi contoh dalam mempraktikkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Yang keempat, sebagai calon guru profesional kita harus bersikap objektif, adil dan tidak terlibat pada praktik-praktik yang merusak tatanan bangsa,” terang Kadir Terutama pada era global saat ini yang mana menambah tantangan bela negara menjadi semakin kompleks. ”Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk mengukir kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya. Pendidikan, kata Kadir, harus dijadikan senjata ampuh untuk memperkuat fondasi negara dan menjaga kedaulatan bangsa. Sementara itu, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari SPd MTr Hanla MM CRHMP yang memimpin langsung upacara penutupan menyebut diklat bela negara ini sangat penting untuk diberikan kepana para calon guru. ”Karena adanya bela negara, kita mengingatkan kembali kepada mahasiswa PPG ini untuk bisa sadar akan kecintaan, kebanggaan kepada bangsa terutama masalah adat istiadat hingga geografis di negara kita,” ungkapan Sehingga ke depan mereka akan memberikan input kepada para calon penerus bangsa yakni peserta didik agar tidak hilang rasa bela negaranya. ”Yang kami tekankan ialah wawasan bela negara dan juga kedisiplinan,” katanya.