Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar podcast spesial dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 (2/5/2026). Podcast yang menghadirkan mahasiswa lintas program studi tersebut menjadi ruang diskusi kritis mengenai tantangan, arah kebijakan, hingga masa depan pendidikan Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan dipandu oleh Ahmad AL Hafidz sebagai host dengan menghadirkan tiga narasumber dari bidang studi berbeda, yakni Sumandari dari Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Ahmad Saiful Islam dari Bidang Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Muhammad Nurudin Wicaksono dari Bidang Studi PGSD.
Dalam diskusi tersebut, para peserta menyoroti isu hangat terkait wacana penghapusan beberapa jurusan pendidikan yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri. Sumandari menilai penggunaan istilah “penghapusan” terlalu ekstrem dan seharusnya pemerintah lebih mengedepankan evaluasi serta penyesuaian kuota mahasiswa pada program studi pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan kebutuhan tenaga pendidik secara matang agar tidak terjadi ketimpangan antara jumlah lulusan dan lapangan pekerjaan.
Senada dengan itu, Ahmad Saiful Islam menekankan bahwa perkembangan industri bersifat dinamis sehingga pemerintah belum tentu dapat memprediksi kebutuhan masa depan secara pasti. Ia menilai solusi terbaik bukan menghapus jurusan pendidikan, melainkan melakukan penyesuaian dan pengkajian yang lebih mendalam terhadap kebutuhan industri dan dunia kerja.
Sementara itu, Muhammad Nurudin Wicaksono menyoroti persoalan melimpahnya lulusan pendidikan yang tidak sebanding dengan formasi pekerjaan yang tersedia. Ia mengusulkan adanya pembatasan kuota penerimaan mahasiswa di jurusan pendidikan agar tidak terjadi over supply tenaga pendidik di masa mendatang.
Selain membahas kebijakan pendidikan, diskusi juga menyinggung pentingnya penyesuaian kurikulum kampus dengan kondisi nyata di sekolah. Para narasumber menilai perguruan tinggi harus lebih adaptif terhadap perkembangan pendekatan pembelajaran terbaru seperti deep learning, STEM, serta pembelajaran berdiferensiasi agar calon guru siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berubah.
Topik penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan turut menjadi perhatian utama. Ahmad Saiful Islam menegaskan bahwa AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan manusia. Menurutnya, guru yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki keunggulan dalam perencanaan pembelajaran, diferensiasi materi, hingga analisis kebutuhan siswa, selama tetap menjaga integritas dan kreativitas diri.
Dalam pembahasan mengenai Indonesia Emas 2045, para peserta juga menyoroti pentingnya pendidikan moral dan karakter di tengah tantangan era digital. Mereka menilai guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki etika, moral, dan kepedulian sosial.
Di akhir podcast, para narasumber menyampaikan pesan reflektif kepada para guru dan calon guru di seluruh Indonesia. Mereka mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus bersabar, meningkatkan kompetensi diri, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih maju dan merata.
Melalui podcast ini, PPG UMM tidak hanya memperingati Hardiknas secara seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang dialog yang kritis dan reflektif mengenai berbagai persoalan pendidikan nasional. Diskusi tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi calon guru Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di era transformasi digital.